Kediri (tahukediri.id) – Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kunjungan langsung ke beberapa titik di Kecamatan Puncu.
Di antaranya di Desa Gadungan, Mas Dhito, sapaan akrab Bupati Kediri melihat langsung kondisi pasangan lansia yakni Sumiran (61) dan Leginah (56) dengan keterbatasan penglihatan dan tidak mampu bekerja dan bergantung pada bantuan sosial.
“Ya, kan kita ini melihat kondisi ril lapangan ya. Jadi, warga yang ada di Desil 1 sampai dengan 4, tadi pertama di dua titik di Desa Gadungan, Kecamatan Puncu, itu ada suami istri, mohon maaf matanya penglihatannya terganggu, jadi tidak bisa melihat secara utuh, tidak bisa bekerja dan hanya mengharapkan bantuan. Jadi, bantuan PLT itu jadi kebutuhan mereka,” jelasnya.
Selain kesehatan dan ekonomi, kondisi rumah pasangan lansia tesebut juga turut menjadi perhatian Mas Dhito, meski beberapa bagian seperti fasilitas MCK sudah mendapat perbaikan melalui program TMMD dari TNI. Namun pemerintah daerah pastikan akan melanjutkan perbaikan pada bagian lain agar rumah lebih layak huni. “Nanti hal-hal minor lainnya kita bantu,” imbuhnya.
Di desa yang sama, Mas Dhito juga mengunjungi rumah Bunga (16) anak putus sekolah sejak akibat faktor ekonomi. Ia berhenti sekolah sejak ibunya yang mengalami stroke.
Melihat kondisi tersebut, Mas Dhito pastikan gadis remaja tersebut bisa kembali ke sekolah pada tahun ajaran baru ini.
“Di bulan Juni, bulan depan, kita mulai masukkan adiknya (Bunga) supaya sekolah lagi. Jadi, jangan sampai ada anak yang putus sekolah hanya karena biaya,” tegasnya.
Tak hanya itu, bantuan modal usaha diberikan kepada kepala keluarga agar tetap bisa bekerja sambil merawat anggota keluarga yang sakit. Langkah ini diharapkan mampu menjaga kestabilan ekonomi keluarga.
Selain Desa Gadungan, Mas Dhito mengunjungi rumah Alza, seorang siswa kelas 5 di SLB PGRI Puncu yang tinggal bersama kakek dan neneknya serta kakaknya dengan kondisi rumah atap bocor di Desa Manggis.
“Nah, bapaknya tadi kita kasih bantuan. Yang pertama adalah bantuan modal usaha, yang kedua sepeda buat bekerja, yang ketiga rumahnya kita perbaiki,” kata Mas Dhito.
Di kunjungan terakhirnya ini, Mas Dhito juga turut menyoroti penahanan ijazah oleh sekolah yang dialami kakak Alza. Ia menegaskan bahwa ijazah merupakan hak siswa yang telah lulus dan tidak boleh ditahan dengan alasan apa pun.
“Yang tidak kalah penting adalah anak kakaknya dari dek Alza ini. Sudah lulus SMK, tapi ijazahnya masih ditahan. Nah, ini ijazahnya akan kita ambil, kita tebus,” jelasnya.
Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk melaporkan jika masih menemukan kasus serupa ke Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri.
“Saya mau menghimbau kepada seluruh warga di Kabupaten Kediri yang merasa tidak mampu dan ijazahnya masih ditahan oleh pihak sekolah, tolong dilaporkan kepada Dinas Pendidikan,” tegasnya.
Sebagai tindak lanjut, kakak Alza yang sebelumnya terkendala ijazah, kini telah mendapatkan pekerjaan di Sate Satak Pak Eko.
“Alhamdulillah tadi atas atensi Pak Dandim, kakaknya di Alza ini, mulai besok akan bekerja di Sate-Satak Pak Eko,” katanya.
Turut hadir dalam kunjungan tersebut, Sekertaris Daerah, Forkopimda, dan OPD terkait seperti Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, PUPR, Dinas Sosial.

