Ringkasan Berita:
- Aktivitas Pasar Hewan Tertek Pare meningkat jelang Iduladha 2026.
- Hampir 400 ekor sapi tercatat keluar masuk pasar dalam sehari.
- DKPP Kabupaten Kediri memastikan stok hewan kurban aman dan sehat.
- Harga sapi naik 10-20 persen, namun transaksi tetap berjalan ramai.
Kediri (tahukediri.id) – Aktivitas jual beli hewan kurban di Pasar Hewan Tertek, Pare, Kabupaten Kediri, mengalami lonjakan signifikan menjelang Hari Raya Iduladha 2026 dengan hampir 400 ekor sapi tercatat keluar masuk pasar pada Minggu, 17 Mei 2026.
Ramainya aktivitas perdagangan tersebut menjadi indikator kuat bahwa stok hewan kurban di Kabupaten Kediri masih aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat menjelang Iduladha.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Kediri, Tutik Purwaningsih, mengatakan transaksi jual beli ternak di Pasar Hewan Tertek tidak hanya melibatkan pedagang lokal, tetapi juga berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur.
“Di Pasar Hewan Tertek hari ini luar biasa sekali, ramai sekali. Ini sudah kurang lebih 3 minggu, minggu ketiga di bulan Syawal ini luar biasa ramainya dan hari ini juga Alhamdulillah hampir 400 ekor sapi keluar masuk. Jadi, kami memastikan bahwa stok ketersediaan hewan ternak khusus siap kurban di Kabupaten Kediri masih aman,” jelasnya.
Ia menyebut transaksi hewan ternak datang dari sejumlah daerah seperti Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Madiun, Malang hingga Batu.
Selain tingginya transaksi, harga sapi kurban juga mulai mengalami kenaikan menjelang Iduladha. Kenaikan harga berada di kisaran 10 hingga 20 persen dibanding hari biasa.
Meski demikian, kondisi tersebut dinilai masih dalam batas wajar dan tidak memengaruhi minat masyarakat untuk membeli hewan kurban.
“Jadi ada kenaikan 10 sampai 20%, tapi transaksi masih berjalan. Ini yang luar biasa. Artinya apa? Masyarakat, perekonomian, khususnya dalam menjelang Idul Kurban maupun untuk kebutuhan sehari-hari masih, apa, cukup bagus. Jadi daya beli terkait dengan ternak juga masih bagus. Transaksi juga masih berjalan dengan lancar,” terangnya.
Sementara itu, harga kambing yang sebelumnya sempat turun kini kembali normal. Jika sebelumnya berada di kisaran Rp1,5 juta per ekor, saat ini harga kambing kembali berada di angka sekitar Rp2 juta per ekor.
Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan juga terus melakukan pemantauan kesehatan hewan ternak di pasar maupun kandang-kandang peternak dan pengepul yang tersebar di 26 kecamatan.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh hewan kurban yang diperjualbelikan dalam kondisi sehat dan aman dari penyakit hewan menular strategis seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Lumpy Skin Disease (LSD), serta Bovine Ephemeral Fever (BEF).
Berdasarkan hasil pemantauan terbaru, seluruh hewan ternak yang masuk ke Pasar Hewan Tertek dinyatakan sehat dan tidak menunjukkan gejala penyakit menular.
“Jadi sampai hari ini kondisi di Kabupaten Kediri masih aman, tidak ada kejadian ataupun penyakit hewan yang perlu dikhawatirkan. Alhamdulillah pelaku usaha baik pedagang dari wilayah Kabupaten Kediri maupun luar Kabupaten Kediri, harapan kami bisa bertransaksi dengan nyaman,” terangnya.
Selain pemeriksaan kesehatan ternak, petugas DKPP Kabupaten Kediri juga membagikan vitamin bolus gratis kepada pedagang dan peternak sebagai bentuk edukasi sekaligus upaya menjaga kesehatan hewan ternak menjelang Iduladha.
DKPP Kabupaten Kediri juga menyiapkan pemeriksaan antemortem dan postmortem saat Hari Raya Iduladha guna memastikan hewan kurban layak disembelih dan aman dikonsumsi masyarakat.
“Jadi ini full menjelang kurban tim kami terus terkait sekarang, kemudian nanti antemortemnya sebelum disembelih, postmortemnya juga kita pantau terus,” tegasnya. [nik/ang]

