Ringkasan Berita:
- Revitalisasi Pasar Ngadiluwih Kabupaten Kediri hampir 100 persen selesai.
- Pemkab Kediri menyiapkan tender sisa pekerjaan senilai Rp2 miliar.
- Penyelesaian proyek ditarget rampung November 2026.
- Penataan kios, zonasi pedagang, dan area kuliner mulai dipersiapkan.
Kediri (tahukediri.id) – Pemerintah Kabupaten Kediri mempercepat penyelesaian revitalisasi Pasar Ngadiluwih dengan target seluruh pekerjaan rampung pada November 2026 setelah progres pembangunan saat ini hampir mencapai 100 persen.
Melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Kediri, pemerintah daerah kini mulai menyiapkan proses tender untuk menyelesaikan sisa pekerjaan fisik yang belum rampung.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Kediri, Tutik Purwaningsih, mengatakan proses audit dari Badan Pemeriksa Keuangan telah selesai dan kini tinggal menunggu laporan resmi hasil audit.
“Alhamdulillah untuk audit BPK sudah selesai, tinggal menunggu laporan resminya. Insyaallah, mudah-mudahan tidak ada permasalahan. Kemudian yang selanjutnya, ini kami tahap persiapan untuk tender atau pengadaan di sisa pekerjaan yang masih belum,” katanya, Minggu (17/5/2026).
Untuk menyelesaikan tahap akhir revitalisasi pasar, Pemerintah Kabupaten Kediri mengalokasikan anggaran sekitar Rp2 miliar yang difokuskan pada penyempurnaan bangunan.
“Kurang lebih 2 miliar untuk menyelesaikan semuanya, ya, tinggal finishing,” katanya.
Menurut Tutik, pekerjaan utama Pasar Ngadiluwih sebenarnya telah selesai sesuai kontrak sebelumnya yang berakhir pada 5 Maret 2026. Namun masih terdapat beberapa pekerjaan fisik yang perlu disempurnakan.
Disperdagin Kabupaten Kediri menargetkan proses tender dapat selesai dalam dua bulan ke depan. Setelah proses pengadaan selesai, pekerjaan finishing diperkirakan membutuhkan waktu sekitar tiga hingga empat bulan.
“InsyaAllah kalau dari timeline kami apa ya, sesuai November InsyaAllah sudah selesai semua terkait dengan pekerjaan Ngadiluwih,” ujarnya.
Selain fokus pada pembangunan fisik, Disperdagin juga mulai melakukan persiapan penataan pedagang yang nantinya akan menempati pasar baru tersebut.
Saat ini proses penomoran kios dan lapak, pemetaan zonasi dagang, hingga pendataan pedagang telah dilakukan untuk memastikan penempatan berjalan tertib.
Pasar Ngadiluwih nantinya direncanakan menampung sekitar 700 lapak dan 41 kios permanen. Pemerintah juga menyiapkan area kuliner untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat dan menarik pengunjung pasar.
Tutik menjelaskan mekanisme penempatan pedagang akan dilakukan melalui sistem undian berdasarkan zonasi jenis dagangan agar lebih tertata dan menghindari potensi gesekan antar pedagang.
“Undiannya per zonasi. Jadi pedagang konveksi dengan konveksi, pracangan dengan pracangan, begitu juga pedagang daging basah. Tujuannya supaya tertib dan tidak menimbulkan gesekan,” jelasnya.
Terkait rencana penerapan sistem parkir elektronik seperti di Pasar Wates, Disperdagin menyebut prioritas utama saat ini adalah memastikan pasar segera bisa beroperasi dan dimanfaatkan pedagang.
“Nanti anggaran kami 2 milyar itu untuk apa saja prioritasnya, itu yang prioritas. Kalau memang nanti e-parking-nya masih belum, ya mungkin next tahun bisa ini. Yang penting bisa beroperasional segera, bermanfaat untuk pedagang, perekonomian sudah bisa berjalan lagi,” tandasnya. [nik/ang]


