Close Menu
tahukediri.idtahukediri.id
    What's Hot

    319 Atlet Ikuti Kejuaraan Pencak Silat Piala Bupati Kediri 2026

    18 Juli 2026 - 18:54

    Universitas Kadiri Lepas 770 Wisudawan, Targetkan Rintisan Program S3 dan Perluas Jaringan Global

    18 Juli 2026 - 18:49

    Apel Akbar Pramuka di Kediri Libatkan 10 Ribu Peserta, Dorong Generasi Muda Cinta Pertanian

    18 Juli 2026 - 08:50
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.id
    • Beranda
    • News
    • Travel
      • Wisata
      • Kuliner
      • Seni & Budaya
    • Multimedia
      • Foto
      • Video
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Arsip
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.idtahukediri.id
    Home»News»Khofifah Pimpin Tanam Perdana Bongkar Ratoon Tebu di Kediri, Jatim Kejar Swasembada Gula 2026

    Khofifah Pimpin Tanam Perdana Bongkar Ratoon Tebu di Kediri, Jatim Kejar Swasembada Gula 2026

    Nanik Dwi JayantiNanik Dwi Jayanti News 23 Mei 2026 - 21:03
    WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Pinterest Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Kediri (tahukediri.id) – Bertempat di Kebun TR Pabrik Gula Ngadirejo, Ngletih, Kandat, Kabupaten Kediri menjadi lokasi tanam perdana program bongkar ratoon tebu yang dilakukan serentak se-Jawa Timur, pada Sabtu (23/5/2026).

    Kegiatan yang dilakukan serentak di 15 titik di 11 kabupaten daerah Jawa Timur tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

    Didampingi Plt Dirjen Perkebunan Kementan Ali Jamil, Dirut PT SGN Mahmudi, Plt Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jatim Heru Suseno, Wabup Kediri Dewi Mariya Ulfa, Jajaran Forkopimda, Sekda Kabupaten Kediri Moh Solikin, Kepala Dispertabun Kabupaten Kediri Sukadi, serta para pejabat lainnya, kegiatan ini merupakan wujud nyata upaya mewujudkan swasembada gula nasional.

    Khofifah mengatakan, kegiatan ini tidak hanya melaksanakan bongkar ratoon dan tanam tebu perdana, namun juga memperluas tanam tebu Jatim.

    Disebutkan, tahun 2026, Jawa Timur mendapatkan target terbesar dengan total 54.897 hektare yang tersebar di 24 kabupaten sentra tebu.

    “Hari ini kita lakukan bongkar ratoon serentak di 11 Kabupaten di 15 titik tanam. Dari sebelas daerah itu, yang areanya paling luas itu di Kabupaten Kediri, maka hari ini dipusatkan di Desa Ngletih bersama Kelompok Tani Tebu Semoga Jaya. Kita nandur tadi dengan doa, Insya Allah tidak hanya produktif tapi juga berkah,” katanya.

    “Ada niat mulia untuk bisa mencapai swasembada gula. Tahun ini targetnya adalah swasembada gula konsumsi, tahun depan diharapkan swasembada gula konsumsi maupun industri. Salah satu yang diharapkan produktifitas dan luas lahan di Jawa Timur ini,” imbuhnya.

    Lebih lanjut, Gubernur Khofifah menekankan pasca panen tebu, proses penggilingan ini harus menjadi bagian dari ekosistem. Bukan tanpa alasan, pasca penggilingan petani tidak memiliki kepastian hasil panen, ketika pelelangan terhambat tidak adanya penawaran.

    “Bagaimana pasca penggilingan, petani tebu itu berkepastian bahwa hasil panen gulanya itu terserap oleh pasar dengan harga komersial,” terangnya.

    Lebih lanjut Khofifah menyebutkan, Jawa Timur menunjukkan komitmen penuh mendukung agenda nasional dengan mempercepat program bongkar ratun, penyiapan calon petani dan calon lokasi (CPCL), hingga penguatan koordinasi lintas pemerintah daerah.

    Menurutnya keberhasilan swasembada gula tidak dapat berdiri sendiri tanpa dukungan kebijakan yang menjaga keseimbangan pasar, termasuk pengaturan gula rafinasi agar tidak mengganggu serapan gula konsumsi hasil petani.

    “Kebijakan Pemerintah saat ini bahwa untuk impor gula rafinasi sudah dikurangi, dan ini diserahkan kepada BUMN sehingga monitoringnya, controllingnya, bisa lebih mudah. Ini untuk memastikan bahwa yang diimport gula rafinasi ini untuk gula industri jangan sampai merembes ke pasar. Kalau gula rafinasi merembes kepasar sangat mengganggu gula petani tebu,” jelasnya.

    Khofifah juga mengungkapkan pengalaman tahun sebelumnya ketika lelang gula menghadapi tantangan minimnya penawaran pasar. Karena itu, ia menekankan pentingnya memastikan ekosistem industri berjalan sehat agar semangat petani tetap terjaga.

    “Oleh karena itu tetap diberseiringi ikhtiar dhahiran wa batinan. Panjenengan menanam, masuknya ke pabrik gula, setelah proses penggilingan gula akan dilelang, kita berharap akan disiapkan ekosistem yang betul-betul terserap oleh market,” katanya.

    Secara nasional, lanjut Khofifah, program yang dicanangkan Kementerian Pertanian RI tahun 2026 menargetkan pengembangan tebu seluas 97.970 hektare. Dari jumlah tersebut, Jawa Timur mendapatkan target terbesar dengan total 54.897 hektare yang tersebar di 24 kabupaten sentra tebu.

    “Ini menunjukkan bahwa Jawa Timur dipercaya sebagai garda terdepan dalam penguatan industri gula nasional. InsyaAllah, amanah ini akan kita jawab dengan kerja keras, kerja cerdas, dan kerja kolaboratif,” imbuhnya.

    Sebagai provinsi penghasil tebu terbesar di Indonesia, tambahnya, Jawa Timur saat ini menyumbang sekitar 51 persen produksi gula nasional. Bahkan, pada tahun 2025, produksi gula kristal putih Jatim mencapai 1.343.995 ton dan menjadi yang tertinggi dalam sepuluh tahun terakhir.

    “Capaian ini bukan hasil kerja satu pihak, tetapi buah dari gotong royong seluruh elemen, mulai dari petani, pabrik gula, pemerintah, hingga lembaga penelitian dan perguruan tinggi,” ungkapnya.

    Ia juga menyoroti pentingnya penguatan sektor hulu dan hilir dalam mendukung peningkatan produktivitas dan daya saing industri gula.

    Sementara itu, Khofifah menyebut Kabupaten Kediri merupakan salah satu daerah dengan potensi besar yang memiliki luas lahan tebu sekitar 25 ribu hektare dan didukung tiga pabrik gula.

    “Ini merupakan kekuatan strategis yang harus terus kita dorong agar Kediri semakin menjadi pusat pertumbuhan industri gula nasional,” katanya.

    Disamping itu, Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa menyampaikan Kabupaten Kediri menjadi salah satu daerah prioritas dengan capaian bongkar ratun terbesar secara nasional.

    Pemerintah daerah, kata dia, terus memperkuat dukungan melalui penyediaan sarana produksi pertanian, bantuan pompa submersible, penyaluran alat mesin pertanian, hingga pendampingan menghadapi serangan hama.

    “Kami ingin petani tebu menjadi aktor utama yang mendorong terwujudnya swasembada gula Indonesia,” ujarnya.

    Dukungan juga datang dari pemerintah pusat. Plt Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Ali Jamil menyatakan pemerintah telah menyiapkan dukungan anggaran dan percepatan pelaksanaan program tebu sebagai bagian dari strategi swasembada gula konsumsi nasional. Program bongkar ratun tebu secara nasional pada 2026 ditargetkan mencapai hampir 98 ribu hektare untuk mempercepat peningkatan produksi.

    “Jadi, Bapak Presiden menggelontorkan anggaran kepada kita, kepada Bapak Menteri Pertanian bahwa Kementerian Pertanian. Salah satu di situ komoditasnya adalah tebu, tebu karena program kita untuk percepatan swasembada gula konsumsi kita terutama dulu. Mudah-mudahan 2026 ini kita sukses

    Sementara itu, Dirut Sinergi Gula Nusantara Mahmudi mengatakan program bongkar ratoon adalah bagian dari upaya untuk meningkatkan produksi dan produktifitas gula konsumsi baik secara regional maupun nasional.

    “Ini adalah ikhtiar kita semua supaya apa yang ditargetkan khususnya swasembada gula pada tahun 2026 ini bisa tercapai,” kata Mahmudi.

    Ke depan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan terus memberikan dukungan melalui berbagai program, mulai dari bantuan alat dan mesin pertanian, penguatan irigasi, hingga mitigasi perubahan iklim.

    “Kita menghadapi tantangan yang tidak ringan, mulai dari perubahan iklim, alih fungsi lahan, hingga persaingan global. Karena itu, kunci keberhasilan kita adalah inovasi dan kolaborasi,” tegas Khofifah.

    Ia berharap, tanam tebu perdana ini mampu menjadi pemicu semangat bagi seluruh daerah sentra tebu di Jawa Timur.

    “Saya berharap momentum ini menjadi pengungkit semangat untuk meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan petani. Mari kita jadikan sektor pergulaan sebagai penggerak ekonomi rakyat dan penguat kesejahteraan petani Jawa Timur,” pungkas Khofifah. [nik/ang]

    Berita Kediri Bongkar Ratoon Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleMuseum Sri Aji Jayabaya Kediri Tampil dengan Wajah Baru Koleksi Artefak Kuno Lebih Aman
    Next Article Kediri Jadi Kota Pertama Sapa Bansos 2026, Khofifah Tekankan Peran Pilar Sosial

    Info Lainnya

    319 Atlet Ikuti Kejuaraan Pencak Silat Piala Bupati Kediri 2026

    18 Juli 2026 - 18:54

    Universitas Kadiri Lepas 770 Wisudawan, Targetkan Rintisan Program S3 dan Perluas Jaringan Global

    18 Juli 2026 - 18:49

    Apel Akbar Pramuka di Kediri Libatkan 10 Ribu Peserta, Dorong Generasi Muda Cinta Pertanian

    18 Juli 2026 - 08:50

    Rumah di Purwoasri Kediri Terbakar Saat Pemilik Terlelap, Kerugian Capai Rp250 Juta

    18 Juli 2026 - 08:06

    Tak Sekadar Lulus, Mas Bup Ingatkan Peserta PBK 2026 Harus Mampu Berkarya di Dunia Kerja

    17 Juli 2026 - 22:38

    Labfor Polda Jatim Olah TKP Pembakaran Rumah Janda di Plosoklaten Kediri

    17 Juli 2026 - 22:25
    Leave A Reply Cancel Reply

    Info Menarik!

    319 Atlet Ikuti Kejuaraan Pencak Silat Piala Bupati Kediri 2026

    18 Juli 2026 - 18:54

    Universitas Kadiri Lepas 770 Wisudawan, Targetkan Rintisan Program S3 dan Perluas Jaringan Global

    18 Juli 2026 - 18:49

    Apel Akbar Pramuka di Kediri Libatkan 10 Ribu Peserta, Dorong Generasi Muda Cinta Pertanian

    18 Juli 2026 - 08:50

    Rumah di Purwoasri Kediri Terbakar Saat Pemilik Terlelap, Kerugian Capai Rp250 Juta

    18 Juli 2026 - 08:06

    Tak Sekadar Lulus, Mas Bup Ingatkan Peserta PBK 2026 Harus Mampu Berkarya di Dunia Kerja

    17 Juli 2026 - 22:38
    © 2026 TahuKediri.ID | serba tahu soal Kediri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.