Kediri (tahukediri.id) – Satu ekor sapi kurban bantuan Presiden Prabowo untuk masyarakat Kabupaten Kediri dipastikan dalam kondisi sehat dan memenuhi syarat sebagai hewan kurban. Sapi milik peternak asal Desa Pule, Kecamatan Kandat ini rencananya akan disalurkan ke Masjid At-Taqwa, Desa Mojo, Kecamatan Mojo sebelum pelaksanaan Salat Iduladha.
Kepala Bidang Peternakan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri, Istar Abadi, mengatakan sapi tersebut telah melalui pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh sejak akhir April dan kembali dilakukan amtemortem atau pemeriksaan sebelum pendistribusian menjelang Hari Raya Iduladha.
“Dan kebetulan hasil survei kami tertuju di sapi di Desa Pule ini milik Bapak Kamalu, per April tanggal 28 lalu sudah kita cek kesehatannya. Insyaallah sudah mencukupi syarat sahnya sebagai hewan kurban,” jelasnya saat ditemui usai melakukan pemeriksaan di peternak milik Kamalu, Selasa (26/5/2026).
Lebih lanjut Istar, menjelaskan, adapun pemeriksaan dilakukan hari ini, mulai dari kondisi fisik, umur, hingga status kesehatan ternak.
Dari hasil pengecekan, tidak ditemukan cacat bawaan maupun indikasi penyakit, termasuk Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Tak kalah penting adalah umur sapi yang telah memenuhi ketentuan kurban.
“Dari kondisi kesehatan yang lainnya, penyakit ataupun kondisi fisik-fisik yang menciri ke PMK khususnya, negatif, tidak ada tanda-tanda ke sana. Kemungkinan ini juga dari faktor pemeliharaan oleh Bapak Kamalul, sangat mengedepankan sanitasi dan status kesehatan sapinya, begitu,” jelasnya.
Istar menambahkan, awalnya terdapat empat kandidat sapi yang diajukan. Namun dalam proses seleksi, tiga sapi lainnya telah lebih dulu terjual sehingga sapi milik Kamalul menjadi pilihan yang diajukan hingga ke tingkat provinsi dan Sekretariat Presiden.
Diketahui, sapi milik Kamalul merupakan jenis limousin cross atau persilangan limousin dan simental dengan bobot mencapai sekitar 1 ton 50 kilogram. Bahkan, menurut pemiliknya, masih ada potensi pertumbuhan lebih besar.
Pemilik Sapi Kurban Prabowo, Kamalul mengatakan bahwa, untuk menjaga kondisi kesehatan ternaknya, pihaknya secara konsisten melakukan perawatan, mulai dari pemberian pakan hijauan tiga kali sehari dan tambahan pakan penguat berupa campuran ampas tahu, ampas singkong, serta konsentrat.
“Pembesarannya memang di comboran itu. Comboran yang konsisten tiap hari,” ujarnya.
Tak dapat dipungkiri, sapi jenis Limousin Cross tersebut sebelumnya juga sempat mengalami PMK, tetapi tidak parah dan cepat sembuh dengan perawatan dan pemeriksaan kesehatan rutin yang dilakukan.
“Ini pernah tapi enggak sampai parah. Jadi terus sempat kita ungsikan ke isolasi ke tempat lain, akhirnya bisa pulih dan cepat tumbuh,” ujarnya.
Kamalul mengaku bangga karena ternaknya terpilih menjadi hewan kurban bantuan Presiden.
“Kita sangat senang sekali dan merasa bangga karena mewakili. Terutama untuk daerah Kecamatan Kandat bisa terpilih untuk sapi bantuan masyarakat oleh Pak Presiden Prabowo,” katanya.
Untuk memastikan keamanan konsumsi masyarakat, DKPP juga memastikan tidak ada perlakuan medis menjelang penyembelihan.
“Vaksinasi dan treatment kesehatan sudah dilakukan jauh hari sebelumnya, sehingga saat dipotong nanti tidak ada residu pada daging dan karkas,” jelas Istar
Selama Iduladha, DKPP Kabupaten Kediri juga menerjunkan tim pemantau kesehatan hewan kurban di seluruh kecamatan. Pemeriksaan dilakukan mulai sebelum penyembelihan (antemortem) hingga setelah penyembelihan (postmortem), termasuk melibatkan mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga.
Distribusi sapi bantuan Presiden dijadwalkan dilakukan sebelum Salat Id agar hewan tetap nyaman dan tidak mengalami stres akibat perubahan lokasi maupun cuaca. [nik/ang]

