Kediri (tahukediri.id) – Menjelang Hari Raya Iduladha, Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati menyerahkan satu sapi kurban jenis Peranakan Ongole (PO) dengan bobot sekitar lebih dari 600 kilogram milik pemerintah kota ke Masjid Agung, Selasa (26/5/2026).
Sebelumnya, Mbak Wali, sapaan akrab Wali Kota Kediri juga menyerahkan sapi kurban bantuan Presiden ke Masjid Darunnajach, Bandar Kidul, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri.
“Tadi kita menyerahkan sapi kurban yang pertama di Masjid Darunnajah, itu sapi dari Bapak Presiden. Kemudian yang kedua, kita menyerahkan sapi di Masjid Agung.
Ini sapi dari pemerintah kota,” kata Mbak Wali.
Lebih lanjut Mbak Wali menyampaikan, momentum ini bukan hanya sekadar penyerahan hewan kurban, tetapi juga simbol memperkuat nilai gotong royong dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
“Tentunya penyerahan sapi ini adalah simbol untuk memperkuat kebersamaan dan gotong royong di tengah-tengah masyarakat karena di hari raya Idul Adha, tentunya setelah salat Ied, masyarakat melakukan kegiatan kurban dan nantinya daging-daging sapi maupun kambing ini akan didistribusikan kepada masyarakat,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan panitia penyelenggara agar proses distribusi dilakukan secara tertib dan tepat sasaran sehingga manfaat kurban benar-benar dirasakan oleh warga yang membutuhkan.
Disamping itu, Dokter Hewan DKPP Kota Kediri, Pujiono, menjelaskan seluruh hewan yang disiapkan telah menjalani pemeriksaan kesehatan oleh tim gabungan.
“Kemudian dari segi kesehatan, alhamdulillah sudah dicek oleh tim DKPP. Kita bagi dari tiga tim. Ini tim yang satunya Mbak Wali sudah diperiksa dan dinyatakan sehat. Beratnya sekitar 600 kilo lebih sedikit mungkin dalam perjalanannya waktu,” jelasnya.
Sebelumnya, lanjutnya DKPP Kota Kediri juga telah melalukan amtemortem sejak seminggu lalu dan akan terus berlanjut hingga postmortem untuk memastikan hewan kurban yang diterima masyarakat dalam keadaan aman konsumsi.
Pihaknya juga mengimbau para takmir dan penerima hewan kurban untuk memastikan kelengkapan dokumen asal hewan, memperhatikan kondisi kesehatan, serta segera melaporkan apabila ditemukan indikasi penyakit.
“Ini jangan lupa nanti menyembelihnya itu ya dengan syariat Islam ya. Nanti cari penyembelih yang ngorok itu, kita sebut modin sapi, itu yang sudah punya sertifikat atau minimal pernah ikut pelatihan. Kemudian setelah itu mungkin akan didatangi oleh tim dari DKPP untuk memeriksa daging dan seterusnya nanti,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan DKPP Kota Kediri Retno Harini memastikan stok hewan kurban tahun ini dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.
“Tahun ini karena kan kita juga ada yang penjual dadakan dari luar kota. Aman, stoknya cukup dan mungkin surplus ya, gitu,” katanya.
Berdasarkan data ketersediaan menunjukkan terdapat sekitar 700 ekor sapi, 8 ekor kerbau, 3.323 ekor kambing, dan 1.668 ekor domba yang telah memenuhi syarat umur untuk kurban di wilayah Kota Kediri.
Sementara tahun ini, Pemerintah Kota Kediri menyalurkan 10 ekor sapi dan 15 ekor kambing. Selain itu, terdapat tambahan 27 ekor kambing hasil swadaya perangkat daerah (OPD) yang akan disalurkan ke masjid-masjid di seluruh Kota Kediri.
Untuk memastikan pelaksanaan berjalan lancar, DKPP bersama10 tim dari Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) dan 8 dari dinas terkait akan diterjunkan ke berbagai titik penyembelihan, seperti kelurahan, sekolah dan lainnya guna melakukan pemeriksaan sebelum dan sesudah pemotongan.
“Kalau selama hari H besok ya, besok itu kita dari tim DKPP itu kita bagi tiga tim. Jadi per kecamatan, Pesantren, Kota, Mojoroto. Itu tim kita ada dari dinas. Ada delapan, kemudian PDHI ada 10. Itu membantu kita ke titik-titik pemotongan hewan kurban, Sekolah-sekolah dan kelurahan, kita menyisir ke masing-masing lokasi itu,” tutup Retno. [nik/ang]


