Kediri (tahukediri.id) – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80, Polres Kediri menggelar lomba menembak antar Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) se-Kabupaten Kediri di Lapangan Tembak Tatya Daraka Presisi, Kecamatan Plosoklaten, Jumat (5/6/2026).
Kegiatan tersebut diikuti 57 peserta yang mewakili 26 kecamatan di Kabupaten Kediri. Setiap tim terdiri dari unsur camat, danramil, dan kapolsek yang selama ini menjadi tiga pilar utama dalam menjaga stabilitas pemerintahan, keamanan, dan ketertiban masyarakat di tingkat kecamatan.
Lomba menembak menjadi salah satu rangkaian kegiatan peringatan Hari Bhayangkara yang tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga memperkuat komunikasi dan koordinasi antarinstansi. Di tengah kompleksitas tantangan yang dihadapi daerah, sinergi antara pemerintah, TNI, dan Polri dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga kondusivitas wilayah.
Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji mengatakan, kegiatan tersebut dirancang sebagai wadah untuk mempererat hubungan antarlembaga sekaligus membangun kekompakan dalam pelaksanaan tugas di lapangan.
Menurutnya, keberhasilan penanganan berbagai persoalan masyarakat tidak dapat dilakukan oleh satu institusi saja, melainkan membutuhkan kerja sama yang kuat antarunsur Forkopimcam.
“Tujuannya yang pasti adalah sambung guyub, sambung rasa, meningkatkan sinergisitas antara pemerintah kabupaten, TNI dalam hal ini Kodim 0809 dan juga Polri dalam hal ini Polres Kediri sehingga dalam pelaksanaan tugas bersama-sama ini semakin kuat dan semakin sinergi,” katanya.
Selain mempererat hubungan kelembagaan, lomba tersebut juga menjadi sarana untuk mengasah kembali keterampilan menembak bagi peserta, khususnya unsur TNI dan Polri yang dalam pelaksanaan tugasnya berkaitan dengan kemampuan penggunaan senjata api.
Bramastyo menegaskan bahwa kemampuan dasar seperti menembak tetap perlu dipelihara melalui latihan maupun kegiatan kompetitif yang sehat. Dengan demikian, kesiapan personel dalam menjalankan tugas pengamanan dapat terus terjaga.
Kegiatan ini juga menjadi momentum memperkenalkan Lapangan Tembak Tatya Daraka Presisi yang baru diresmikan sekitar dua bulan lalu. Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat menunjang pelatihan kemampuan personel sekaligus menjadi sarana pembinaan olahraga menembak di Kabupaten Kediri.
Suasana lomba berlangsung meriah dan penuh keakraban. Sejumlah peserta dari unsur pemerintahan kecamatan mengaku mendapatkan pengalaman baru karena baru pertama kali menggunakan pistol dalam perlombaan resmi.
Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji menegaskan bahwa lomba menembak bukan sekadar ajang memperebutkan trofi dan penghargaan, tetapi juga bagian dari peningkatan kapasitas dan profesionalisme peserta.
“Lomba ini juga untuk mengingat kembali dan melatih keterampilan serta kemampuan menembak, sehingga kapabilitas rekan-rekan kita dapat terus meningkat,” ujarnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Camat Kepung Agus Joko Purnomo mengaku kegiatan tersebut memberikan pengalaman berharga, terutama bagi peserta yang tidak memiliki latar belakang penggunaan senjata api.
“Minimal jadi pengalaman juga. Ternyata lebih sulit menembak menggunakan pistol dibandingkan laras panjang,” ungkapnya.
Menurut Agus, dirinya tidak melakukan persiapan khusus sebelum mengikuti lomba. Meski belum memperoleh hasil maksimal, pengalaman tersebut dinilainya memberikan wawasan baru sekaligus mempererat hubungan antaranggota Forkopimcam.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan karena mampu membangun komunikasi yang lebih baik di antara unsur pemerintah kecamatan, TNI, dan Polri.
“Harapannya ke depan, dengan adanya lomba menembak ini kolaborasi antara tiga pilar bisa semakin baik dalam membangun ketertiban dan keamanan masyarakat di Kabupaten Kediri,” katanya.
Lomba menembak antar-Forkopimcam dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 menjadi lebih dari sekadar ajang olahraga dan kompetisi. Kegiatan ini menjadi ruang untuk memperkuat soliditas, komunikasi, dan kerja sama antarinstansi yang memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas daerah.
Dengan sinergi yang semakin kuat antara pemerintah, TNI, dan Polri, upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Kediri diharapkan dapat berjalan lebih efektif, sekaligus mendukung terciptanya lingkungan yang aman, kondusif, dan mendukung pembangunan daerah secara berkelanjutan. [nik/ang]

