Kediri (tahukediri.id) – Hingga awal Juni 2026, jumlah calon siswa yang menyatakan berminat bersekolah di Sekolah Rakyat Kota Kediri tercatat sekitar 100 orang dari seluruh jenjang pendidikan.
Jumlah tersebut masih jauh dari kuota yang ditetapkan kementerian sosial yakni 270 siswa untuk semua jenjang mulai dari SD-SMA dengan masing-masing tingkat 90 siswa.
“Saat ini yg sudah menyatakan berminat sekitar 100-an orang,” kata Kepala Dinas Sosial Kota Kediri Imam Muttakin, Jumat (5/6/2026).
Menurut Imam, kendala terbesar yang ditemui selama proses sosialisasi dan penjangkauan adalah sistem asrama yang diterapkan dalam program tersebut. Sebagian orang tua maupun calon siswa masih merasa keberatan untuk tinggal di asrama selama mengikuti pendidikan.
“Rata-rata kendalanya keberatan dengan sistem asramanya. Entah itu dari ortunya ataupun anaknya sendiri,” katanya Jumat (5/6/2026).
Imam menegaskan, pendaftaran akan ditutup apabila kuota peserta sudah terpenuhi. Adapun prioritas penerimaan diberikan kepada keluarga yang masuk kategori desil 1 dan desil 2 atau kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling rendah.

Meski demikian, peluang bagi keluarga kategori desil 3 dan 4 masih terbuka. Namun, mereka akan melalui proses verifikasi dan survei kelayakan yang dilakukan bersama Badan Pusat Statistik (BPS) dan Dinas Sosial.
“Prioritasnya desil 1-2. Memungkinkan.. tapi utk yg desil 3-4 nanti akan dilakukan survey bersama BPS dan Dinsos utk menentukan kelayakannya,” terangnya.
Penjangkauan calon peserta didik dijadwalkan berlangsung hingga 30 Juni 2026. Sementara apabila hingga batas waktu tersebut kuota belum terpenuhi, pihaknya masih menunggu petunjuk lebih lanjut dari Kementerian Sosial.
“Na itu belum ada info lebih lanjut (kebijakan perpanjangan penjangkauan) dari kemensos,” ucapnya.
Sementara untuk progres pembangunan fasilitas Sekolah Rakyat Kota Kediri, menurut Imam sudah mencapai 80 persen.
“Menurut info dari manejemen proyek sudah hampir 80%,” katanya.
Pembangunan fasilitas Sekolah Rakyat Kota Kediri sendiri ditargetkan rampung pada 20 Juni mendatang.
Pihaknya memastikan, pada awal ajaran baru nanti sekolah program Presiden RI tersebut bisa digunakan. “InsyaAlloh nanti siap,” tandasnya. [nik/ang]

