Close Menu
tahukediri.idtahukediri.id
    What's Hot

    10.000 Pramuka Meriahkan Apel Akbar Hari Pramuka ke-65 dan Sambut Kontingen Jamnas di GOR Jayabaya

    5 September 2026 - 10:28

    Dari Kuliner hingga Fesyen Muslim, SYIAR 2026 Dorong Ekonomi Syariah Makin Berkembang

    5 September 2026 - 10:14

    Damkar Pare Kediri Bantu Lepaskan Cincin di Jari Siswa yang Membengkak

    5 September 2026 - 10:02
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.id
    • Beranda
    • News
    • Travel
      • Wisata
      • Kuliner
      • Seni & Budaya
    • Multimedia
      • Foto
      • Video
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Arsip
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.idtahukediri.id
    Home»News»Menteri Koperasi Dukung MoU Petani Tebu Kediri dan Kana, Perkuat Ekosistem Industri Gula Menuju Swasembada 2028

    Menteri Koperasi Dukung MoU Petani Tebu Kediri dan Kana, Perkuat Ekosistem Industri Gula Menuju Swasembada 2028

    Nanik Dwi JayantiNanik Dwi Jayanti News 6 Juni 2026 - 21:48
    WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Pinterest Email
    Menteri Koperasi RI, Ferry Juliantono kunjungan kerja di Kediri. [nanik/tahukediri.id]
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Kediri (tahukediri.id) – Upaya memperkuat industri gula nasional terus mendapat dukungan pemerintah. Salah satunya melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Koperasi Pemasaran Putra Harapan Jaya Kediri dan Koperasi Konsumen Kana Lautan Berkat untuk pemenuhan kebutuhan bahan baku tebu bagi PT Indogula Jayabaya Kediri Tahap II.

    Kesepakatan yang ditandatangani di Kediri pada Sabtu (6/6/2026) tersebut mendapat apresiasi langsung dari Menteri Koperasi RI, Ferry Juliantono. Menurutnya, kolaborasi antarkoperasi dan petani menjadi langkah strategis dalam memperkuat rantai pasok gula nasional sekaligus mendukung target swasembada gula pada tahun 2028.

    Dalam sambutannya, Ferry Juliantono menegaskan bahwa sektor gula merupakan salah satu komoditas strategis yang memiliki kaitan erat dengan ketahanan pangan nasional dan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, kemitraan yang melibatkan petani, koperasi, dan industri pengolahan dinilai menjadi model yang perlu terus dikembangkan.

    Banner Promo

    “Saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah secara serius melaksanakan kerja sama untuk mendukung penguatan industri gula nasional. Kemitraan antara petani, koperasi, dan industri sangat penting karena sektor gula merupakan salah satu komoditas strategis yang berkaitan langsung dengan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

    Saat ini Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam memenuhi kebutuhan gula domestik. Produksi gula nasional diperkirakan berada di kisaran 2,5 juta ton per tahun, sementara kebutuhan nasional mencapai sekitar 9 juta ton. Selisih tersebut masih harus dipenuhi melalui impor, sehingga peningkatan kapasitas produksi dalam negeri menjadi salah satu agenda prioritas pemerintah.

    Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah menargetkan swasembada gula dapat tercapai pada 2028. Untuk mewujudkannya, diperlukan penguatan sektor hulu melalui peningkatan produktivitas tebu serta pengembangan industri hilir yang mampu memberikan nilai tambah bagi petani dan koperasi.

    Ferry menjelaskan bahwa Kementerian Koperasi saat ini mendorong koperasi kembali berperan sebagai pelaku utama di sektor produktif. Melalui konsep ekosistem koperasi, hasil panen petani tidak hanya terserap oleh industri, tetapi juga dapat diolah menjadi berbagai produk turunan yang memberikan keuntungan lebih besar bagi anggota koperasi.

    Selain dukungan kebijakan, pemerintah juga memberikan akses pembiayaan melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB). Koperasi Konsumen Kana Lautan Berkat telah memperoleh dukungan pembiayaan tahap awal sebesar Rp17 miliar untuk pengembangan usaha dan penguatan kapasitas produksi.

    Program pembiayaan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat koperasi sebagai motor penggerak ekonomi rakyat. Secara nasional, LPDB menyalurkan pembiayaan kepada koperasi dengan nilai rata-rata mencapai sekitar Rp2 triliun setiap tahun.

    Ketua Koperasi Konsumen Kana Lautan Berkat, Jonathan Danang Wardhana, menilai kerja sama ini menjadi momentum penting dalam membangun rantai nilai industri gula yang terintegrasi dari petani hingga sektor pengolahan.

    “Melalui kolaborasi ini kami ingin memastikan petani tidak hanya menjadi pemasok bahan baku, tetapi juga mendapatkan manfaat dan nilai tambah yang tercipta,” katanya.

    Menurut Danang, pengembangan lahan tebu seluas 2.022 hektare akan menjadi fondasi penting dalam mendukung kebutuhan bahan baku industri sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat sekitar. Selain itu, koperasi juga tengah menyiapkan pembangunan pabrik kecap yang akan memanfaatkan produk hasil pengolahan gula sebagai bahan baku.

    Saat ini kapasitas produksi gula merah yang dikelola koperasi mencapai sekitar 50 ton per hari dan ditargetkan meningkat hingga 150 ton per hari seiring pengembangan fasilitas produksi.

    “Kami ingin menunjukkan bahwa koperasi juga bisa naik kelas dan bersaing dengan industri besar lainnya,” imbuh Danang.

    Sementara itu, Ketua Koperasi Pemasaran Putra Harapan Jaya Kediri, Desy Puspitasari, menegaskan bahwa kerja sama tersebut bukan sekadar penandatanganan dokumen, melainkan bentuk sinergi konkret yang melibatkan petani, koperasi, dan industri dalam satu ekosistem usaha yang saling menguntungkan.

    “Kolaborasi ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan anggota koperasi sekaligus memperkuat sektor pertanian untuk mendukung pertumbuhan industri gula nasional,” ujarnya.

    Penandatanganan MoU antara Koperasi Pemasaran Putra Harapan Jaya Kediri dan Koperasi Konsumen Kana Lautan Berkat menjadi langkah strategis dalam membangun rantai pasok gula yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan. Dengan dukungan pemerintah, akses pembiayaan, serta keterlibatan aktif petani dan koperasi, kerja sama ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sektor gula sekaligus memperkuat kesejahteraan petani.

    Ke depan, model kemitraan seperti ini berpotensi menjadi contoh pengembangan ekonomi berbasis koperasi yang mendukung target swasembada gula nasional pada 2028 dan memperkuat ketahanan pangan Indonesia. [nik/ang]

    Berita Kediri Gula Merah Kediri Kabupaten Kediri Menteri Koperasi Pabrik Gula Kediri Swasembada 2028
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleBaru 100 Calon Siswa Sekolah Rakyat Kota Kediri
    Next Article Menkop Tegaskan Tak Ada Jual Beli Titik Koperasi Merah Putih, Aset Tetap Milik Desa dan Pemerintah

    Info Lainnya

    10.000 Pramuka Meriahkan Apel Akbar Hari Pramuka ke-65 dan Sambut Kontingen Jamnas di GOR Jayabaya

    5 September 2026 - 10:28

    Dari Kuliner hingga Fesyen Muslim, SYIAR 2026 Dorong Ekonomi Syariah Makin Berkembang

    5 September 2026 - 10:14

    Damkar Pare Kediri Bantu Lepaskan Cincin di Jari Siswa yang Membengkak

    5 September 2026 - 10:02

    Tiga Kebakaran Terjadi Hampir Bersamaan di Kediri, Lahan Tebu hingga Silo Pabrik Terbakar

    5 September 2026 - 09:54

    Matangkan Potensi Ekonomi Desa, Mahasiswa Universitas Kadiri Rancang Konsep Bisnis ‘Singgah Ngasem’

    5 September 2026 - 08:08

    Dorong Daya Saing Produk Lokal, Mahasiswa Universitas Kadiri Dampingi 4 UMKM Toyoresmi Go Digital

    4 September 2026 - 09:25
    Leave A Reply Cancel Reply

    Info Menarik!

    10.000 Pramuka Meriahkan Apel Akbar Hari Pramuka ke-65 dan Sambut Kontingen Jamnas di GOR Jayabaya

    5 September 2026 - 10:28

    Dari Kuliner hingga Fesyen Muslim, SYIAR 2026 Dorong Ekonomi Syariah Makin Berkembang

    5 September 2026 - 10:14

    Damkar Pare Kediri Bantu Lepaskan Cincin di Jari Siswa yang Membengkak

    5 September 2026 - 10:02

    Tiket Laga Perdana Kontra Dewa United Cuma Rp50 Ribu, Persik Kediri Ingin Stadion Brawijaya Kembali Membara

    5 September 2026 - 09:58

    Tiga Kebakaran Terjadi Hampir Bersamaan di Kediri, Lahan Tebu hingga Silo Pabrik Terbakar

    5 September 2026 - 09:54
    © 2026 TahuKediri.ID | serba tahu soal Kediri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.