Close Menu
tahukediri.idtahukediri.id
    What's Hot

    Polsek Plosoklaten Kediri Bakar Sarana Judi Sabung Ayam di Plosorejo

    25 September 2026 - 18:21

    Perbasasi Kediri Ukir Prestasi di Kejurda Regional 1 Jatim, Sabet Dua Gelar

    25 September 2026 - 18:13

    Tangis Keluarga Pecah, Jenazah Aditya Korban KMP Virgo Tiba di Kediri

    25 September 2026 - 18:08
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.id
    • Beranda
    • News
    • Travel
      • Wisata
      • Kuliner
      • Seni & Budaya
    • Multimedia
      • Foto
      • Video
    • Tahu Hukum
    • Tentang
    • Arsip
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.idtahukediri.id
    Home»News»Sekolah 5 Hari di Kediri Ditolak, Pemkab Lakukan Kajian

    Sekolah 5 Hari di Kediri Ditolak, Pemkab Lakukan Kajian

    Nanik Dwi JayantiNanik Dwi Jayanti News 9 Juni 2026 - 17:14
    WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Pinterest Email
    Hartono dari Sanggar Kedirian Majelis Muhammad Ainun Najib Kediri menyoal sekolah 5 hari. [nanik/tahukediri.id]
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Kediri (tahukediri.id) – Untuk mematangkan rencana perencanaan 5 hari sekolah, Pemerintah Daerah melalui Dinas Pendidikan menggelar Forum Komunikasi Publik (FKP) yang dihadiri berbagai elemen, mulai dari komunitas, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), akademisi, tokoh agama, dan PGRI, pada Selasa (9/6/2026).

    Dalam forum yang diselenggarakan di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri tersebut, sejumlah perwakilan Madin dan TPQ menyampaikan penolakan terhadap rencana sekolah lima hari. Mereka menilai kebijakan tersebut berpotensi mengurangi waktu anak-anak mengikuti pendidikan keagamaan di sore hari.

    Hartono dari Sanggar Kedirian Majelis Muhammad Ainun Najib Kediri menilai karakter pendidikan di Kediri memiliki kekhasan tersendiri yang perlu dijaga.

    Banner Promo

    “Kami menolak ini sebagai bahan masukan sebenarnya bahwa Kediri itu bukan Jakarta. Kediri punya budaya sendiri yang sudah turun temurun, pagi sekolah, sore ngaji. Jadi kita punya slogan Kediri berbudaya, pagi sekolah, sore ngaji dan itu harus kita pertahankan juga. Apalagi di Kediri kan juga banyak ribuan madin, ribuan TPA dan ini harus diperhatikan,” ujarnya.

    Pada kesempatan tersebut, ia bahkan menyerahkan surat penolakan penerapan 5 hari sekolah pada Sekertaris Daerah Kabupaten Kediri Mohamad Solikin.

    “Kita berharap apa yang dihasilkan dari pertemuan ini dan selanjutnya menjadi kajian Pemkab Kediri bisa menghasilkan yang benar-benar cocok untuk Kabupaten Kediri tentunya untuk Kediri lebih maju, lebih baik dan lebih apa ya? lebih sempurna lagi untuk
    kebersamaan kemajuan pendidikan Kabupaten Kediri. Yang perlu diingat kemajuan itu tidak kemajuan pendidikan tidak diukur dengan nilai yang bagus, IPK yang tinggi, tetapi karakter akhlakul karimah itu harus menjadi juga pertimbangan seperti itu,” ungkapnya.

    Senada, perwakilan Madrasah Diniyah, Lilik Nurhalifah, mengungkapkan pihaknya telah melakukan berbagai diskusi internal dan menemukan sejumlah kekhawatiran terkait keberlangsungan kegiatan TPQ dan Madin apabila sistem lima hari diterapkan secara luas.

    Menurutnya, pemerintah perlu melakukan kajian mendalam serta menyiapkan regulasi yang jelas apabila kebijakan tersebut nantinya dijalankan.

    “Kami mohon sekali nanti seandainya ini harus dipaksakan karena kami kemarin sudah mendengar koyo kudu-kudu ngono itu dari salah satu seseorang. Maka, maka catatan kami harus ada perda yang itu mengatur sebaik mungkin tentang Madin dan TPQ. Maksud kami bukan mengarah kepada hal-hal yang bagaimana tapi agar kualitas pembelajaran ini tetap berjalan dengan baik,” jelasnya.

    Di sisi lain, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Kediri menyatakan dukungannya terhadap rencana tersebut. PGRI menilai penambahan jam belajar yang relatif terbatas masih memungkinkan siswa mengikuti kegiatan lain di luar sekolah.

    Perwakilan PGRI menyampaikan bahwa sistem lima hari dapat menjadi salah satu upaya peningkatan kualitas pendidikan selama pelaksanaannya dilakukan secara terukur dan dievaluasi secara berkala.

    “Saya dari PGRI ini mendukung penuh program ini. Walaupun nanti kita berseberangan, tapi kita cari solusi yang terbaik. Saya yakin semuanya ada positif dan negatif,” ujarnya.

    Meski demikian, PGRI juga menekankan pentingnya mencari solusi terbaik yang dapat mengakomodasi berbagai kepentingan masyarakat.

    Untuk diketahui, dalam skema penerapan 5 hari sekolah, jam pelajaran hari Sabtu akan didistribusikan pada hari Senin- Jumat. Artinya waktu pelajaran pada hari aktif tersebut akan bertambah sekitar satu jam. Seperti pada TK yang mulanya berakhir sekitar pukul 10.30 WIB akan bertambah menjadi pukul 11.00 WIB. Sedangkan untuk jenjang SMP, jam pulang yang semula pukul 13.10 WIB menjadi sekitar pukul 14.10 WIB.

    Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Mokhamat Muhsin menyampaikan bahwa, memastikan seluruh masukan yang berkembang dalam forum akan menjadi bagian dari proses penyusunan kebijakan. Pemerintah akan melakukan berbagai kajian, mulai dari aspek akademik, sosial, ekonomi hingga historis. Selain itu, masukan dari masyarakat yang belum sempat hadir dalam forum juga akan tetap dihimpun.

    “Kan ada banyak pilihan ya tadi. Kemungkinan artinya ketika ada pendapat yang tidak setuju itu ada pendapat juga kalaupun nanti terpaksa dilaksanakan itu sifatnya tidak memaksa.
    Artinya lembaga-lembaga atau satuan pendidikan yang siap silakan melaksanakan, yang belum tidak apa-apa,” terangnya.

    Direncanakan, penerapan 5 hari sekolah ini dilaksanakan pada tahun ajaran baru. Pihaknya juga membuka kemungkinan pelaksanaan uji coba secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan masing-masing satuan pendidikan dan karakteristik wilayah.

    “Harapannya apapun nanti yang akan diputuskan menjadi kebijakan bisa dilaksanakan dengan baik dan semua dampak, ini kan kita punya semacam SOP ya, manajemen risiko ya yang juga akan kita perhitungkan. Jadi, apapun ya, dampak baik itu bisa ditindaklanjuti seperti apa, dampak yang negatif bisa diantisipasi di apa carikan solusi seperti apa nanti akan akan kami siapkan ya,” tandasnya. [nik/ang]

    Berita Kediri Kabupaten Kediri Sekolah 5 Hari
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleAtlet Panjat Tebing Kota Kediri Putra Dwi Ramadhani Raih Emas World Climbing Series Praha 2026
    Next Article Pemkab Kediri Perkuat Ketahanan Pertanian di Tengah Ancaman Kemarau Ekstrem

    Info Lainnya

    Polsek Plosoklaten Kediri Bakar Sarana Judi Sabung Ayam di Plosorejo

    25 September 2026 - 18:21

    Perbasasi Kediri Ukir Prestasi di Kejurda Regional 1 Jatim, Sabet Dua Gelar

    25 September 2026 - 18:13

    Tangis Keluarga Pecah, Jenazah Aditya Korban KMP Virgo Tiba di Kediri

    25 September 2026 - 18:08

    BRI Cabang Nganjuk Perkuat Agen BRILink, Fitri Shop Layani 60 Transaksi per Hari

    25 September 2026 - 09:42

    Toko Samini Sukomoro Nganjuk Layani 70 Transaksi per Hari, Perluas Akses Keuangan Warga Desa

    25 September 2026 - 09:23

    Agen BRILink AB Khunty Cell Nganjuk Layani 50 Transaksi per Hari, Permudah Akses Keuangan Warga

    25 September 2026 - 07:17
    Leave A Reply Cancel Reply

    Info Menarik!

    Polsek Plosoklaten Kediri Bakar Sarana Judi Sabung Ayam di Plosorejo

    25 September 2026 - 18:21

    Perbasasi Kediri Ukir Prestasi di Kejurda Regional 1 Jatim, Sabet Dua Gelar

    25 September 2026 - 18:13

    Tangis Keluarga Pecah, Jenazah Aditya Korban KMP Virgo Tiba di Kediri

    25 September 2026 - 18:08

    BRI Cabang Nganjuk Perkuat Agen BRILink, Fitri Shop Layani 60 Transaksi per Hari

    25 September 2026 - 09:42

    Toko Samini Sukomoro Nganjuk Layani 70 Transaksi per Hari, Perluas Akses Keuangan Warga Desa

    25 September 2026 - 09:23
    © 2026 TahuKediri.ID | serba tahu soal Kediri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.