Kediri (tahukediri.id) – Bupati Kediri Hanindhito memastikan bantuan untuk keluarga Umi Khoiriah (63) tidak berhenti pada program bedah rumah. Pemerintah Kabupaten Kediri juga akan memberikan pendampingan pendidikan, layanan kesehatan, hingga membantu mencarikan pekerjaan bagi anaknya yang menjadi tulang punggung keluarga.
Hal itu disampaikan Mas Dhito, sapaan akrabnya, usai mengunjungi rumah keluarga Umi Khoiriah yang sebelumnya dalam kondisi memprihatinkan dan nyaris roboh di Desa Semanding, Kecamatan Pagu, Kamis (23/7/2026).
Mas Dhito mengungkapkan, program bedah rumah tersebut mendapat dukungan dari Mas Fauzi dari Irfai Grup. Ia pun menyampaikan apresiasi atas kepedulian yang diberikan.
“Tadi saya sudah komunikasi dengan Bu Umi, anaknya dan cucunya. Alhamdulillah Mas Fauzi dari Irfai Grup memberikan bantuan untuk bedah rumah. Untuk pertama saya ucapkan terima kasih,” katanya.
Pada kesempatan itu, Mas Dhito meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait bergerak cepat menangani persoalan yang dihadapi keluarga tersebut. Salah satunya terkait pendidikan anak pertama Umi Khoiriah yang berusia 14 tahun dan belum memiliki ijazah sekolah dasar.
“Jadi yang pertama anaknya yang usia 14 tahun ijazah SD-nya ndak ada, maka segera kejar paket A supaya tahun depan 2027 sudah masuk SMP. Yang adiknya Kelas 3 MI, adiknya sudah masuk,” ujarnya.
Mas Dhito juga meminta Dinas Kesehatan melakukan pemeriksaan rutin terhadap Umi Khoiriah yang memiliki riwayat stroke sejak akhir 1990-an.
“Yang ibunya punya riwayat stroke. Maka tadi saya bilang sama Kadinkes, segera lakukan cek kesehatan dan pengobatan secara berkala,” ucapnya.
Tak hanya itu, perhatian juga diberikan kepada Samuel Faulus Patirajadwane (38), anak Umi Khoiriah yang telah menganggur selama empat bulan. Sebagai tulang punggung keluarga, Samuel diminta segera mendapatkan pekerjaan dengan pendampingan dari Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Kediri.
“Yang paling penting untuk anaknya yang usianya 38 tahun sudah nganggur 4 bulan. Memang dalam kondisi seperti ini, cari pekerjaan mungkin enggak mudah, gitu. Tapi sebagai tulang punggung keluarga juga enggak boleh 4 bulan diusia produktif tidak bekerja gitu, maka saya minta tadi untuk segera bekerja. Kadis Naker juga sudah saya tugasi dengan beberapa catatan-catatan yang tidak bisa saya sampaikan di sini,” jelasnya.
Sementara itu, Samuel mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan pemerintah kepada keluarganya.
“Saya mengucapkan terima kasih banyak. Semoga beliau selalu sehat, panjang umur dan murah rezeki,” katanya.
Ia menceritakan, selama ini dirinya tinggal bersama sang ibu serta dua anaknya, M. Andre (15) dan Jainul Anwar (9). Kondisi rumah mereka sejak 2023 hingga 2024 sangat memprihatinkan dan hampir roboh.
“Tiangnya dulu masih banyak yang memakai bambu. Baru sekarang mendapat bantuan dan sedikit demi sedikit diperbaiki. Rasanya lega sekali,” ungkap Samuel.
Proses renovasi rumah telah berjalan sekitar tiga bulan. Perbaikan dilakukan pada bagian atap, tembok, kamar mandi hingga teras rumah agar menjadi lebih aman dan layak dihuni.
Samuel juga mengaku siap menerima pekerjaan apa pun yang nantinya difasilitasi Dinas Tenaga Kerja.
“Yang penting saya bisa menghidupi kedua anak saya dan orang tua saya,” tuturnya.
Diketahui, kondisi keluarga Umi Khoiriah pertama kali diketahui oleh kepala desa yang kemudian melaporkannya kepada Pemerintah Kabupaten Kediri. Ke depan, bantuan bedah rumah, pendidikan, kesehatan, hingga penempatan kerja akan terus dimonitor agar keluarga tersebut dapat hidup lebih layak dan mandiri. [nik/ang]

