Kediri (tahukediri.id) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan kembali menggelar Gelar Seni Peringatan Bulan Bung Karno, pada Sabtu (28/6/2026). Kegiatan tahunan ini menjadi upaya memadukan sejarah dan kesenian, serta menanamkan nilai-nilai perjuangan Bung Karno kepada masyarakat, generasi muda khususnya.
Mewakili Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri, Mustika Prayitno Adi, mengatakan Bulan Bung Karno bukan sekadar mengenang sejarah, tetapi menjadi momentum untuk meneruskan nilai perjuangan, persatuan, gotong royong, serta kecintaan terhadap bangsa.
“Melalui kegiatan ini, kisah perjuangan Bung Karno dihadirkan melalui seni dan budaya sebagai sarana edukasi, penguatan nilai Pancasila, serta pertumbuhan semangat nasionalisme bagi masyarakat,” katanya.
Berbeda dengan tahun sebelumnya, tahun ini Peringatan Bulan Bung Karno diselenggarakan tepat di rumah sejarah masa kecil Presiden Pertama Indonesia Soekarno yakni di Situs Ndalem Pojok, Desa Pojok, Kecamatan Wates.
“Kabupaten Kediri memiliki ikatan sejarah dengan Bung Karno melalui Dalem Pojok yang menjadi bagian dari perjalanan masa kecil beliau. Tempat ini menjadi pengingat bahwa nilai-nilai besar dapat lahir dari sebuah tempat yang penuh makna,” jelasnya.
Mustika melanjutkan, Situs Ndalem Pojok merupakan bagian penting dari perjalanan hidup Bung Karno saat masih kecil, ketika masih bernama Kusno hingga kemudian berganti nama menjadi Soekarno.

Peringatan Bulan Bung Karno sendiri rutin diselenggarakan setiap tahun sebagai bentuk penghormatan kepada Sang Proklamator sekaligus memperkuat karakter kebangsaan melalui pendekatan seni, budaya, dan edukasi sejarah.
Selain pertunjukan seni, kegiatan ini juga menjadi wadah kolaborasi para seniman dan budayawan Kabupaten Kediri dalam mengangkat kisah perjuangan Bung Karno melalui berbagai pertunjukan budaya.
Pihaknua berharap semangat nasionalisme yang diwariskan Bung Karno dapat terus hidup di tengah masyarakat sekaligus mendorong pelestarian sejarah dan budaya daerah.
“Setelah malam hari ini, harapan kita tempat ini betul-betul akan diketahui dan dikenang serta dapat dikunjungi oleh adik-adik semua. Pertama yang paling penting memang adik-adik ini biar tahu sejarahnya, tahu asal-usul dan tahu bagaimana perjuangan dari proklamator kita,” tandanya. [nik/ang]

