Kediri (tahukediri.id) – Satu jemaah Kabupaten Kediri hingga kini masih harus menjalani perawatan medis di Makkah. Ia adalah Norma Asrining Sukma, jemaah yang tergolong dalam kloter 110.
Kepala Bidang Bina Haji dan Umrah Kementerian Haji Kabupaten Kediri, Mahfudzia Afindis menyampaikan, dua jemaah dari kloter 110 sebelumnya juga sempat di rawat di rumah sakit, namun kini telah menyusul rombongan lainnya ke Madinah.
“Untuk 2 jemaah haji sudah bergeser ke Madinah, hanya satu jemaah haji yang masih tertinggal di Mekah,” katanya saat dikonfirmasi Jumat (26/6/2026).
Afin menjelaskan, Norma sudah masuk Rumah Sakit Al Noor Spesialist, Makkah sejak beberapa hari lalu. Wanita berusia 48 tahun asal Banjarejo, Kecamatan Ngadiluwih ini diketahui sakit Severe Pneumonia dan hingga saat ini masih menjalankan perawatan intensif di Rumah Sakit Al Noor Spesialist, Makkah.
“Sejak sebelum tanggal 21 Juni 2026 sudah masuk di RSAS,” katanya saat dikonfirmasi Jumat (26/6/2026).
Pihaknya terus berkoordinasi dengan petugas kesehatan haji Indonesia di Arab Saudi untuk mengetahui perkembangan jemaah yang masih dalam perawatan. Begitu juga dengan keluarga di tanah air, pendampingan terus diberikan agar mereka mengetahui informasi terkini mengenai kondisi anggota keluarganya.
Lebih lanjut Afin menjelaskan, dari total 1.213 jemaah haji Kabupaten Kediri yang berangkat, jumlah jemaah yang dipastikan pulang ke tanah air sesuai jadwal berjumlah 1.211. Mengingat dua jemaah Kabupaten Kediri yang meninggal di Tanah Suci pada hari yang sama yakni Sabtu (6/6/2026).
Mereka adalah Khoirun Nimah (53), warga Desa Gondang, Kecamatan Plosoklaten, serta Arif Setiawan (63) yang tergabung dalam Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Mubarok Kediri.
Sementara bagi jemaah yang masih menjalani perawatan, pendampingan terhadap jemaah tetap dilakukan oleh petugas KKHI (Klinik Kesehatan Haji Indonesia) yang berada di Arab Saudi untuk memastikan pelayanan kesehatan dan kebutuhan jemaah terpenuhi hingga dinyatakan layak kembali ke Tanah Air.
Jemaah haji Kabupaten Kediri dijadwalkan pulang pada 30 Juni 2026 untuk kloter 109-111. Sedangkan kloter 112 akan tiba di tanah air pada 1 Juli 2026. [nik/ang]

