Kediri (tahukediri.id) – Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) masih menjadi penyakit menular dengan jumlah kasus tertinggi di Kabupaten Kediri sepanjang Januari hingga Juni 2026. Dibandingkan penyakit menular lainnya, termasuk HIV, jumlah penderita ISPA jauh lebih banyak dan didominasi keluhan batuk serta pilek yang dipicu infeksi virus.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri dr. Ahmad Khotib melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, dr. Bambang Triyono Putro, mengatakan tingginya angka kasus ISPA dipengaruhi kondisi cuaca, terutama saat musim penghujan dan masa peralihan musim atau pancaroba yang menyebabkan daya tahan tubuh masyarakat menurun.
“Kalau Januari kan sejak musim penghujan, keluhan batuk pilek hampir setiap waktu karena virus menyerang kondisi tubuh yang turun. Apalagi di pergantian musim/pancaroba,” jelasnya, Sabtu (4/7/2026).
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, jumlah kasus ISPA pada Januari tercatat sebanyak 5.894 kasus. Angka tersebut menurun menjadi 3.592 kasus pada Februari, namun kembali meningkat menjadi 9.324 kasus pada Maret.
Peningkatan berlanjut pada April dengan 11.274 kasus. Jumlah tersebut kembali naik pada Mei dan menjadi yang tertinggi selama semester pertama 2026, yakni mencapai 11.461 kasus. Sementara pada Juni, kasus ISPA menurun menjadi 9.568 kasus.
Secara kumulatif, jumlah kasus ISPA di Kabupaten Kediri selama periode Januari hingga Juni 2026 mencapai 51.113 kasus, menjadikannya sebagai penyakit menular dengan kasus terbanyak yang ditangani Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri pada semester pertama tahun ini.
Menghadapi musim bediding atau musim kemarau yang identik dengan udara lebih dingin pada malam hingga pagi hari, Bambang mengimbau masyarakat untuk menjaga daya tahan tubuh agar tidak mudah terserang ISPA. Menurutnya, pola hidup sehat menjadi langkah paling efektif untuk mengurangi risiko penularan penyakit tersebut.
Masyarakat juga diminta menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), seperti rutin mencuci tangan menggunakan sabun, memakai masker ketika sedang sakit agar tidak menularkan penyakit kepada orang lain, mengonsumsi makanan bergizi, serta mencukupi waktu istirahat.
“Perilaku hidup bersih sehat, seperti cuci tangan pake masker kalau sakit, jaga daya tahan tubuh dengan makan dan istirahat cukup,” terangnya.
Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri berharap penerapan PHBS dan peningkatan daya tahan tubuh secara konsisten dapat membantu menekan angka kasus ISPA yang setiap tahun cenderung mengalami peningkatan, terutama saat terjadi perubahan cuaca. [nik/ang]

