Kediri (tahukediri.id) – Pemerintah Kota Kediri mengajak seluruh keluarga memperkuat peran ayah dalam pengasuhan anak sebagai upaya mencetak generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. Pesan itu disampaikan Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati saat menghadiri puncak peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 dan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 yang dikemas melalui Jambore Kader, Jumat (10/7/2026).
Mengusung tema “Ayah Wajib Hadir” untuk Harganas dan “Anak Indonesia Bahagia, Bangsa Kuat” pada Hari Anak Nasional, kegiatan yang diselenggarakan di GOR Joyoboyo tersebut diikuti sekitar 1.000 peserta yang terdiri atas kader IMP Bangga Kencana, Tim Pendamping Keluarga, Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Forum Genre, Forum Anak, serta perwakilan dari 46 kelurahan di Kota Kediri.
Dalam sambutannya, Mbal Wali, sapaan akrabnya mengakatan, tema “Ayah Wajib Hadir” bukan sekadar mengajak ayah berada di rumah, tetapi benar-benar hadir dalam proses tumbuh kembang anak.
“Sering kali kita terlalu sibuk menyiapkan masa depan anak, tetapi lupa menikmati proses tumbuh kembang mereka hari ini. Padahal, kenangan terbaik seorang anak bukan tentang hadiah yang mahal, melainkan tentang waktu dan perhatian dari orang tuanya,” katanya.
Lebih lanjut, Mbak wali menjelaskan, keluarga merupakan fondasi utama dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Dari keluarga anak belajar mengenal nilai kehidupan, membangun karakter, hingga meraih cita-cita.
Menurutnya, tantangan menghadapi anak di era digital ini bukan sekedar stunting, tetapi juga perundungan, kekerasan terhadap anak, perkawinan usia anak, hingga kecanduan gawai dan paparan konten negatif di media sosial. Karena itu, ia mengajak seluruh orang tua menjadikan rumah sebagai tempat paling aman dan nyaman bagi anak.
“Dengan semangat han, “anak terlindungi indonesia maju”, mari jadikan rumah tempat paling nyaman untuk anak pulang. jauhkan dari kekerasan, gadget tanpa kontrol, dan pastikan anak sehat, bebas stunting dan terlindungi dari perkawinan anak dan perundungan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KP) Kota Kediri Muhammad Fajri Mubasysyir mengatakan tema “Ayah Wajib Hadir” dipilih karena meningkatnya fenomena fatherless, yakni minimnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak meski masih berada dalam keluarga.
“Jadi kenapa temanya hari ini adalah eh Harganas eh tahun 2026 adalah Ayah Wajib Hadir karena memang keprihatinan pemerintah ya atas banyaknya fatherless yang sekarang kalau nggak salah sekitar 25%,” ujarnya.
Fajri menjelaskan, fenomena fatherless bukan berarti ayahnya tidak ada, namun kepemimpinan sosok ayah yang tidak muncul di keluarga.
“Dengan banyaknya kondisi digital yang sekarang, sehingga saya yakin di semua keluarga rata-rata ayahnya pegang HP, ibunya pegang HP, anaknya pegang HP walaupun jejer ya. Kadang-kadang makan pun bersama tapi semuanya pegang HP juga. Nah, itulah yang perlu kita harus rubah. Jadi ada waktu-waktu tertentu untuk kita bisa bersama,” jelasnya.
Sebagai bentuk penguatan peran ayah, Pemkot Kediri telah menggulirkan sejumlah gerakan, di antaranya ayah mengambil rapor anak, ayah mengantar anak ke sekolah, hingga mendorong keterlibatan ayah dalam pendampingan 1.000 Hari Pertama Kehidupan.
“Harapannya yang jelas tema-tema yang kita jalankan hari ini, Harkanas, Hari Anak Nasional ini bisa menjadi momen untuk kita bersama untuk menjadi kita resapi bersama, kita menjadi inspirasi buat kita bersama supaya tidak ada lagi bullying, tidak ada lagi kekerasan pada anak dan ada tidak ada lagi fatherless,” ungakpnya.
Pada kesempatan itu, Fajri juga memaparkan sejumlah capaian Kota Kediri dalam pembangunan keluarga. Hingga Juni 2026, Indeks Pembangunan Keluarga (iBangga) Kota Kediri mencapai 78,2 poin atau melampaui target nasional sebesar 61 poin. Pendampingan keluarga berisiko stunting telah mencapai 100 persen dan mengantarkan Kota Kediri meraih predikat kinerja terbaik kedua secara nasional.
Selain itu, seluruh 46 kelurahan telah memiliki Kampung KB berklasifikasi berkelanjutan. Kampung KB Kelurahan Ketami juga berhasil meraih Juara II tingkat Provinsi Jawa Timur.
Sebanyak 12 satuan pendidikan memperoleh predikat Sekolah Siaga Kependudukan Paripurna, sementara Kota Kediri menjadi salah satu dari empat daerah terbaik di Jawa Timur yang telah menuntaskan dokumen Peta Jalan Pembangunan Kependudukan. [nik/ang]

