Close Menu
tahukediri.idtahukediri.id
    What's Hot

    Bullying Anak di Kediri Meningkat Tajam, Korban Didominasi Pelajar SMP hingga SMK

    10 Juli 2026 - 17:40

    Hadapi Lonjakan Permintaan Bulan Suro, Stok LPG 3 Kg di Kediri Dipastikan Aman

    10 Juli 2026 - 17:37

    Lawan Fenomena Fatherless, Pemkot Kediri Perkuat Peran Ayah dalam Keluarga

    10 Juli 2026 - 17:32
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.id
    • Beranda
    • News
    • Travel
      • Wisata
      • Kuliner
      • Seni & Budaya
    • Multimedia
      • Foto
      • Video
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Arsip
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.idtahukediri.id
    Home»News»Bullying Anak di Kediri Meningkat Tajam, Korban Didominasi Pelajar SMP hingga SMK

    Bullying Anak di Kediri Meningkat Tajam, Korban Didominasi Pelajar SMP hingga SMK

    Nanik Dwi JayantiNanik Dwi Jayanti News 10 Juli 2026 - 17:40
    WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Pinterest Email
    Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KP) Kota Kediri, Muhammad Fajri Mubasysyir
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Kediri (tahukediri.id) – Kasus perundungan (bullying) terhadap anak di Kota Kediri mengalami peningkatan sepanjang 2026. Hingga Juni, jumlah kasus bullying yang ditangani bahkan sudah melampaui catatan tahun sebelumnya.

    Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KP) Kota Kediri, Muhammad Fajri Mubasysyir, mengatakan berdasarkan laporan yang masuk ke UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), tren kasus menunjukkan peningkatan cukup signifikan.

    “Kasus di UPTD PPA kemarin hasil bullying itu tahun kemarin hanya sekitar 31 kasus. Ini dalam waktu 5 bulan kami sudah mendapatkan kasus hampir 40 kasus bullying. Jadi, memang kasusnya meningkat banyak sekali,” ujarnya.

    Menurut Fajri, mayoritas korban merupakan pelajar tingkat SMP hingga SMK. Bentuk perundungan yang terjadi tidak hanya berupa kekerasan fisik, tetapi juga kekerasan verbal maupun intimidasi melalui komunikasi yang berdampak pada kondisi psikologis korban.

    “Rata-rata di SMP dan SMK. Ya, kami banyak beberapa pendampingan di SMP-SMA, termasuk mungkin beberapa kasus yang mungkin ada yang bunuh diri kemarin di Gudang Masjid. Nah, itu juga salah satunya,” ujarnya.

    Lebih lanjut Fajri, menjelaskan, untuk memberikan perlindungan kepada anak, DP2KP Kota Kediri menyediakan layanan konsultasi psikologi gratis melalui Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga). Layanan ini dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berkonsultasi terkait persoalan keluarga maupun kondisi psikologis anak sebagai langkah pencegahan.

    Sementara apabila kasus telah terjadi, penanganan akan dilanjutkan oleh UPTD PPA yang didukung tenaga psikolog serta pendampingan hukum bagi korban.

    Selain itu, lanjutnya, peran keluarga, terutama sosok ayah, menjadi salah satu faktor penting dalam mencegah anak menjadi korban bullying. Kehadiran ayah dinilai mampu membangun rasa percaya diri sehingga anak lebih berani menghadapi tekanan dari lingkungan pergaulan.

    “Jadi, kadang-kadang ada peran ayah sebagai pelindung, peran ayah sebagai apa ya, kalau saya bilang sebagai superhero lah, ya. Sehingga anaknya tidak takut, ya berani gitu,” terangnya.

    Fajri juga mengimbau anak-anak maupun masyarakat agar tidak ragu melaporkan apabila menemukan atau mengalami tindakan bullying maupun kekerasan terhadap anak.

    “Jadi kalau misalnya ada kasus apapun, monggo bisa dilaporkan ke Satgas PPPA yang ada di 46 kelurahan se-Kota Kediri, baik melalui Halo Mbak Wali 112 atau ke SAPA 129 milik kementerian, itu biasanya akan langsung disalurkan ke UPTD PPPA, kalau memang jadi kasus. Insyaallah kami bisa segera gercep, gerak cepat untuk penanganan supaya tidak jadi kasus-kasus yang seperti yang terjadi sebelumnya,” tandasnya. [nik/ang]

    Berita Kediri Kasus Bullying Kediri Kota Kediri
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleHadapi Lonjakan Permintaan Bulan Suro, Stok LPG 3 Kg di Kediri Dipastikan Aman

    Info Lainnya

    Hadapi Lonjakan Permintaan Bulan Suro, Stok LPG 3 Kg di Kediri Dipastikan Aman

    10 Juli 2026 - 17:37

    Lawan Fenomena Fatherless, Pemkot Kediri Perkuat Peran Ayah dalam Keluarga

    10 Juli 2026 - 17:32

    Wisatawan Jepang Ikut Jamasan Arca Totok Kerot Kediri, Tertarik Pelestarian Budaya dan Sejarah Lokal

    9 Juli 2026 - 19:41

    KONI Kabupaten Kediri Mulai Tes Parameter Atlet, Matangkan Persiapan Menuju Porprov Jatim 2027

    9 Juli 2026 - 10:42

    HUT ke-37 GOW Kota Kediri, Mbak Wali Ajak Perempuan Perkuat Peran Strategis untuk Wujudkan Kota Mapan

    8 Juli 2026 - 19:44

    Museum Passport Hadir di Museum Sri Aji Jayabaya Kediri, Pengunjung Kini Bisa Berburu Stempel Koleksi Nasional

    8 Juli 2026 - 19:25
    Leave A Reply Cancel Reply

    Info Menarik!

    Bullying Anak di Kediri Meningkat Tajam, Korban Didominasi Pelajar SMP hingga SMK

    10 Juli 2026 - 17:40

    Hadapi Lonjakan Permintaan Bulan Suro, Stok LPG 3 Kg di Kediri Dipastikan Aman

    10 Juli 2026 - 17:37

    Lawan Fenomena Fatherless, Pemkot Kediri Perkuat Peran Ayah dalam Keluarga

    10 Juli 2026 - 17:32

    Wisatawan Jepang Ikut Jamasan Arca Totok Kerot Kediri, Tertarik Pelestarian Budaya dan Sejarah Lokal

    9 Juli 2026 - 19:41

    KONI Kabupaten Kediri Mulai Tes Parameter Atlet, Matangkan Persiapan Menuju Porprov Jatim 2027

    9 Juli 2026 - 10:42
    © 2026 TahuKediri.ID | serba tahu soal Kediri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.