Close Menu
tahukediri.idtahukediri.id
    What's Hot

    Kirab Agung Budaya Dorok Tutup Rangkaian Bulan Suro, Toleransi Jadi Pesan Utama

    12 Juli 2026 - 17:45

    Ratusan Warga Semarakkan Tradisi Unduh-Unduh GKJW Sidorejo, Lelang Hasil Panen Jadi Daya Tarik

    12 Juli 2026 - 17:30

    Bullying Anak di Kediri Meningkat Tajam, Korban Didominasi Pelajar SMP hingga SMK

    10 Juli 2026 - 17:40
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.id
    • Beranda
    • News
    • Travel
      • Wisata
      • Kuliner
      • Seni & Budaya
    • Multimedia
      • Foto
      • Video
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Arsip
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.idtahukediri.id
    Home»Seni dan Budaya»Ratusan Warga Semarakkan Tradisi Unduh-Unduh GKJW Sidorejo, Lelang Hasil Panen Jadi Daya Tarik

    Ratusan Warga Semarakkan Tradisi Unduh-Unduh GKJW Sidorejo, Lelang Hasil Panen Jadi Daya Tarik

    Nanik Dwi JayantiNanik Dwi Jayanti Seni dan Budaya 12 Juli 2026 - 17:30
    WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Pinterest Email
    tradisi Unduh-unduh yang digelar Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Sidorejo
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Kediri (tahukediri.id) – Suasana kemeriahan dan kebersamaan mewarnai perayaan tradisi Unduh-unduh yang digelar Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Sidorejo, Desa Sidorejo, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Minggu (12/7/2026).

    Berbeda dengan tahun sebelumnya yang menyuguhkan gunungan hasil bumi yang dimakan bersama, tradisi ungkapan syukur hasil panen tahun ini hanya dimeriahkan dengan arak-arakan, pertunjukan tari, dan pelelangan hasil bumi yang mendapat antusias tinggi dari masyarakat.

    Ketua Panitia Unduh-Unduh GKJW Sidorejo, Lulus Nugreheni, mengatakan kegiatan tersebut merupakan tradisi tahunan yang digelar setiap bulan Juli sebagai ungkapan syukur jemaat kepada Tuhan atas hasil panen yang diterima.

    “Jadi masyarakat Sidorejo mengadakan syukuran untuk hasil bumi dan ditandai dengan perayaan unduh-unduh. Kami melaksanakan setiap tahun, setiap bulan Juli,” katanya.

    Lulus melanjutkan, perayaan tahun ini juga merupakan rangkaian perayaan usia GKJW Jemaat Sidorejo yang genap 128 tahun. Gereja yang berdiri pada tanggal 2 Juli 1898 itu awalnya berada di wilayah bernama Parerejo dan berganti nama Sidorejo pada 11 November 1936.

    “Acara ini sudah lama, sebenarnya sejak nenek moyang kami. Tetapi kali ini kami mulai tahun 2017 itu mengadakan ara-arakan supaya mengangkat budaya lokal di Kediri,” jelasnya.

    Lulus menjelaskan, setiap arak-arakan gunungan maupun kreasi hasil bumi yang dibawa peserta menjadi simbol rasa syukur atas berkat panen. Sementara tarian yang ditampilkan mengandung pesan semangat bekerja, gotong royong, serta kebersamaan masyarakat desa.

    tradisi Unduh-unduh yang digelar Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Sidorejo

    Sementara tarian yang ditampilkan mengandung pesan semangat bekerja, gotong royong, serta kebersamaan masyarakat desa. KegiatanUsai prosesi pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pelelangan parsel buah dan hasil bumi. Lelang menjadi salah satu agenda yang paling dinanti karena menawarkan berbagai paket hasil panen dengan harga terjangkau.

    Salah seorang pembeli lelang, Okta (25), mengaku membeli enam parsel sekaligus untuk dibagikan kepada keluarganya.

    “Saya ambil enam parsel karena keluarganya banyak. Menurut saya harganya murah, isinya juga banyak,” katanya.

    Sementara itu, peserta pelelangan, Gawit (54), menyebut antusias masyarakat tahun ini meningkat dibanding tahun sebelumnya. Dari 10 parsel yang dibawa hingga pertengahan acara menyisihkan empat parsel.

    “Tahun ini lebih ramai. Kalau tahun lalu ada gunungan yang dimakan bersama, sekarang masyarakat lebih fokus ke pelelangan,” tuturnya.

    Terdapat dua pilihan lelang yang ditawarkan pada perayaan tersebut yakni lelang tunai yang dibanderol mulai Rp75 ribu hingga Rp300 ribu setiap parselnya. Kemudian lelang kelompok yang merupakan gunungan hasil bumi yang diarak.

    Melalui tradisi Unduh-Unduh, GKJW Sidorejo berharap kegiatan keagamaan dapat berjalan berdampingan dengan pelestarian budaya lokal. Selain mempererat kebersamaan warga, kegiatan ini juga menjadi pengingat pentingnya menjaga semangat gotong royong, kreativitas, dan rasa syukur dalam kehidupan bermasyarakat.

    “Di dalam kegiatan-kegiatan spiritual, kegiatan religi, kita bisa mengangkat budaya lokal yang kemudian diintegrasikan, dikolaborasikan, sehingga akan membuat kreatifitas warga semakin tinggi. Dan disini ada muatan-muatan pesan-pesan moral yang arahnya pada ucapan kepada Tuhan,” tandas Lulus. [nik/ang]

    Berita Kediri Kabupaten Kediri Tradisi Unduh Unduh
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleBullying Anak di Kediri Meningkat Tajam, Korban Didominasi Pelajar SMP hingga SMK
    Next Article Kirab Agung Budaya Dorok Tutup Rangkaian Bulan Suro, Toleransi Jadi Pesan Utama

    Info Lainnya

    Kirab Agung Budaya Dorok Tutup Rangkaian Bulan Suro, Toleransi Jadi Pesan Utama

    12 Juli 2026 - 17:45

    Bullying Anak di Kediri Meningkat Tajam, Korban Didominasi Pelajar SMP hingga SMK

    10 Juli 2026 - 17:40

    Hadapi Lonjakan Permintaan Bulan Suro, Stok LPG 3 Kg di Kediri Dipastikan Aman

    10 Juli 2026 - 17:37

    Lawan Fenomena Fatherless, Pemkot Kediri Perkuat Peran Ayah dalam Keluarga

    10 Juli 2026 - 17:32

    Wisatawan Jepang Ikut Jamasan Arca Totok Kerot Kediri, Tertarik Pelestarian Budaya dan Sejarah Lokal

    9 Juli 2026 - 19:41

    KONI Kabupaten Kediri Mulai Tes Parameter Atlet, Matangkan Persiapan Menuju Porprov Jatim 2027

    9 Juli 2026 - 10:42
    Leave A Reply Cancel Reply

    Info Menarik!

    Kirab Agung Budaya Dorok Tutup Rangkaian Bulan Suro, Toleransi Jadi Pesan Utama

    12 Juli 2026 - 17:45

    Ratusan Warga Semarakkan Tradisi Unduh-Unduh GKJW Sidorejo, Lelang Hasil Panen Jadi Daya Tarik

    12 Juli 2026 - 17:30

    Bullying Anak di Kediri Meningkat Tajam, Korban Didominasi Pelajar SMP hingga SMK

    10 Juli 2026 - 17:40

    Hadapi Lonjakan Permintaan Bulan Suro, Stok LPG 3 Kg di Kediri Dipastikan Aman

    10 Juli 2026 - 17:37

    Lawan Fenomena Fatherless, Pemkot Kediri Perkuat Peran Ayah dalam Keluarga

    10 Juli 2026 - 17:32
    © 2026 TahuKediri.ID | serba tahu soal Kediri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.