Kediri (tahukediri.id) – Seorang perempuan paruh baya diduga membawa kabur empat tabung LPG 3 kilogram dari sebuah toko kelontong di Kelurahan Ketami, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, Jumat (10/7/2026).
Korban menduga pelaku pencurian LPG 3 kilogram itu bukan pemain baru. Sebab, perempuan tersebut tampak sangat tenang menjalankan aksinya dan diduga telah melakukan modus serupa di sejumlah lokasi lain. Kasus itu kini telah dilaporkan ke pihak kepolisian.
Peristiwa bermula ketika perempuan tersebut datang ke toko untuk mencari kertas minyak. Karena barang yang dicari tidak tersedia, ia kemudian membeli 22 bungkus mi instan dan meminta seluruhnya dikemas ke dalam 11 kantong plastik.
Di sela transaksi, pelaku sempat mengaku sebagai mertua salah seorang tetangga pemilik toko yang tinggal di gang berbeda. Tak lama kemudian, ia berpamitan dengan alasan hendak membeli roti.
“Katanya mau beli roti dulu. Setelah balik lagi, dia minta jumlah mi instannya ditambah jadi 25 bungkus. Karena stok di toko habis, ibu saya keluar untuk membeli tambahan mi. Saat itu toko ditutup, tapi saya masih ada di dalam rumah,” ujar anak pemilik toko.
Mengetahui masih ada orang di rumah, pelaku kembali mendatangi toko melalui pintu samping. Ia membeli garam dan kembali memesan jajanan seperti Nabati dan Qtela yang diminta dikemas menjadi 10 kantong.
Saat pesanan sedang dibungkus, perempuan itu beberapa kali berbicara melalui telepon sambil mengalihkan perhatian penjaga toko. Dalam percakapan tersebut, ia sempat menyinggung tabung gas kosong di rumahnya dan menyarankan agar ditukar di toko, bukan dikembalikan ke pangkalan.
Di saat penjaga toko fokus mengemas pesanan, pelaku diduga mengambil sendiri empat tabung LPG 3 kilogram yang berada di toko, lalu meninggalkan lokasi.
“Saya seperti dialihkan perhatiannya untuk membungkus jajanan. Tahu-tahu dia ambil sendiri tabung gas itu,” ungkapnya.
Tak lama berselang, pemilik toko kembali usai membeli tambahan mi instan. Pesanan yang telah selesai dikemas kemudian hendak diantarkan ke rumah tetangga yang sebelumnya disebut sebagai mertua pelaku.
Namun sesampainya di lokasi, rumah tersebut dalam keadaan kosong dan tidak ditemukan orang yang dimaksud. Korban pun menyadari telah menjadi korban penipuan sekaligus pencurian, kemudian melaporkan kejadian itu ke polisi.
Saat ini polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas pelaku serta menelusuri dugaan aksi serupa di lokasi lain.

