Close Menu
tahukediri.idtahukediri.id
    What's Hot

    Sekolah Rakyat Kabupaten Kediri Mulai MPLS, Mas Dhito Soroti Kesiapan Asrama hingga Kebutuhan Siswa

    14 Juli 2026 - 17:45

    248 Siswa Mulai Belajar di Sekolah Rakyat Kabupaten Kediri, Sistem Multi Entry Masih Dibuka

    14 Juli 2026 - 17:39

    Diduga Korsleting Listrik, Kandang Ayam di Wates Kediri Terbakar, Kerugian Capai Rp400 Juta

    14 Juli 2026 - 17:33
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.id
    • Beranda
    • News
    • Travel
      • Wisata
      • Kuliner
      • Seni & Budaya
    • Multimedia
      • Foto
      • Video
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Arsip
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.idtahukediri.id
    Home»News»Sekolah Rakyat Kabupaten Kediri Mulai MPLS, Mas Dhito Soroti Kesiapan Asrama hingga Kebutuhan Siswa

    Sekolah Rakyat Kabupaten Kediri Mulai MPLS, Mas Dhito Soroti Kesiapan Asrama hingga Kebutuhan Siswa

    Nanik Dwi JayantiNanik Dwi Jayanti News 14 Juli 2026 - 17:45
    WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Pinterest Email
    Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menghadiri Open House dan Pembukaan MPLS Kabupaten Kediri.
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Kediri (tahukediri.id) – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) I Kabupaten Kediri resmi dimulai hari ini, pada Selasa (14/7/2026).

    Open House dan Pembukaan MPLS Kabupaten Kediri tersebut menjadi langkah awal penyelenggaraan program Sekolah Rakyat yang diinisiasi pemerintah untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga yang membutuhkan.

    Bupati Kediri Hanidhito Himawan Pramana, menegaskan bahwa kesiapan Sekolah Rakyat tidak hanya diukur dari fasilitas utama, tetapi juga aspek-aspek pendukung yang menentukan kenyamanan peserta didik selama tinggal di asrama.

    “Tadi ada beberapa hal yang kita lihat bersama Pak Kapolres, Pak Dandim, Mbak Wabup, Bu Kajari, Ketua PKK, baik dari asrama, kamar mandi, tadi ditanya catering-nya dari mana, karena sekolah boarding school problem-nya
    biasanya di hal-hal yang sifatnya minor, makanan, lalu nanti sampahnya, nanti bisa listriknya kalau mati gimana, hal-hal yang sifatnya minor-minor itulah yang nanti harus diperhatikan ya,” jelasnya.

    Terkait jumlah peserta didik jenjang sekolah dasar yang masih belum memenuhi kuota, Mas Dhito memastikan Pemerintah Kabupaten Kediri akan melakukan pendekatan jemput bola kepada calon siswa yang menjadi sasaran program.

    Kuota siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi Kabupaten Kediri sendiri berjumlah 270 siswa, sementata total siswa yang tergabung saat ini berjumlah 248 siswa. Jumlah tersebut terdiri dari 23 siswa SD, 107 siswa SMP, dan 188 siswa SMA.

    Menurutnya, Sekolah Rakyat tidak menerapkan sistem pendaftaran, melainkan sistem penjangkauan terhadap anak-anak yang berasal dari keluarga desil 1 hingga 4, termasuk anak putus sekolah maupun mereka yang belum melanjutkan pendidikan.

    “Sebenarnya bukan persoalan kuotanya saja, tapi persoalan utamanya atau tantangan utamanya adalah sekolah bisa berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan oleh Bapak Presiden. Percuma siswa SD-nya ada 2.000 tapi kalau tidak bisa diaplikasikan, diimplementasikan dengan baik,” jelasnya.

    Mas Dhito, sapaan akrabnya mengingatkan bahwa pengelolaan sekolah berasrama memiliki tantangan yang cukup kompleks, mulai dari pemenuhan kebutuhan makan, kebersihan lingkungan, hingga pembinaan karakter dan hubungan antarsiswa dari berbagai jenjang pendidikan.

    Bupati Kediri bersama Forkopimda melihat kesiapan fasilitas Sekolah Rakyat. [Nanik/tahukediri.id]

    Meski begitu, Mas Dhito menegaskan keyakinannya bahwa setiap anak memiliki potensi untuk berkembang apabila mendapatkan metode pembelajaran yang tepat.

    “Saya selalu percaya enggak ada yang namanya anak yang bodoh. Enggak ada. Yang ada hanyalah guru yang belum menemukan metode untuk mengajarkan anak tersebut,” ujarnya.

    Ia juga mengajak para orang tua untuk memberikan kepercayaan kepada pemerintah dalam mendampingi pendidikan putra-putri mereka melalui sistem sekolah berasrama.

    “Percayakan apa yang sudah dipercayakan kepada kami, mempercayakan anaknya kepada pemerintah, insyaallah pemerintah Kabupaten Kediri dan pemerintah pusat akan berkolaborasi untuk memberikan yang terbaik bagi anak-anak tersebut,” tegasnya.

    Sementara itu, PIC Sekolah Rakyat dari Kementerian Sosial RI, Sumarno Sri Wibowo, menyampaikan, bahwa pelaksanaan MPLS menjadi momentum penting dalam membangun lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik.

    Kementerian Sosial juga menekankan bahwa seluruh Sekolah Rakyat harus menjadi lingkungan pendidikan yang bebas dari segala bentuk perundungan.

    “MPLS harus menjunjung tinggi prinsip sekolah yang bebas dari perundungan. Ini pesan yang sangat nyata dari Bapak eh Menteri Sosial dari Kemenkes. Tidak ada perundungan terhadap anak-anak baru. Itu yang selalu ditekankan oleh beliau. Setiap anak harus merasa nyaman, merasa aman baik pada saat pembelajaran maupun berada di kehidupan sehari-hari,” tegasnya.

    Sumarno juga memastikan para orang tua tetap diberikan ruang untuk menjalin komunikasi dengan anak-anak mereka selama mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat.

    MPLS MPLS SRT I Kabupaten Kediri akan berlangsung sampai 31 Juli. Kemudian 1 Agustus akan dilanjutkan dengan Martikulasi. [nik/ang]

    Berita Kediri Mas Dhito MPLS Kediri Sekolah Rakyat Kediri
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous Article248 Siswa Mulai Belajar di Sekolah Rakyat Kabupaten Kediri, Sistem Multi Entry Masih Dibuka

    Info Lainnya

    248 Siswa Mulai Belajar di Sekolah Rakyat Kabupaten Kediri, Sistem Multi Entry Masih Dibuka

    14 Juli 2026 - 17:39

    Diduga Korsleting Listrik, Kandang Ayam di Wates Kediri Terbakar, Kerugian Capai Rp400 Juta

    14 Juli 2026 - 17:33

    Kakorbinmas Polri Cek GPM di Mapolsek Ngasem Kediri, Pastikan Distribusi Pangan Berjalan Baik

    14 Juli 2026 - 08:21

    Kebakaran Beruntun di Kediri, Gudang Rumah dan Lahan Tebu 8 Hektare Ludes, Kerugian Tembus Rp1 Miliar

    14 Juli 2026 - 08:16

    800-1.000 Kuota SMP Negeri di Kabupaten Kediri Masih Kosong, Ini Strategi Disdik

    13 Juli 2026 - 17:10

    Mas Bup Tinjau MPLS di SMPN 2 Ngasem, Tekankan Anti-Bullying dan Bijak Gunakan Gadget

    13 Juli 2026 - 17:04
    Leave A Reply Cancel Reply

    Info Menarik!

    Sekolah Rakyat Kabupaten Kediri Mulai MPLS, Mas Dhito Soroti Kesiapan Asrama hingga Kebutuhan Siswa

    14 Juli 2026 - 17:45

    248 Siswa Mulai Belajar di Sekolah Rakyat Kabupaten Kediri, Sistem Multi Entry Masih Dibuka

    14 Juli 2026 - 17:39

    Diduga Korsleting Listrik, Kandang Ayam di Wates Kediri Terbakar, Kerugian Capai Rp400 Juta

    14 Juli 2026 - 17:33

    Kakorbinmas Polri Cek GPM di Mapolsek Ngasem Kediri, Pastikan Distribusi Pangan Berjalan Baik

    14 Juli 2026 - 08:21

    Kebakaran Beruntun di Kediri, Gudang Rumah dan Lahan Tebu 8 Hektare Ludes, Kerugian Tembus Rp1 Miliar

    14 Juli 2026 - 08:16
    © 2026 TahuKediri.ID | serba tahu soal Kediri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.