Kediri (tahukediri.id) – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana meninjau pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMPN 2 Ngasem, Senin (13/7/2026).
Pada kesempatan tersebut, Bupati yang akrab disapa Mas Bup itu memberikan sejumlah pesan penting kepada para siswa baru, mulai dari penggunaan gawai secara bijak, menghentikan praktik perundungan (bullying) hingga pentingnya berbakti kepada orang tua.
“Jadi ingat, belajar yang rajin, kalau gunakan handphone yang bijak, kurangi main gadget. Yang terakhir jangan lakukan bullying. Tiga pesan itu tolong kalian pegang. Yang terakhir yang paling penting nih, berbakti sama orang tuanya,” ujarnya di hadapan siswa baru.
Dalam kunjungannya, selain memberikan motivasi kepada siswa, Mas Bup juga menyoroti persoalan yang masih banyak ditemui di Kabupaten Kediri, salah satunya pelajar di bawah umur yang mengendarai sepeda motor ke sekolah.
“Ini yang menjadi dilema dan persoalan yang harus diselesaikan oleh pemerintah dan orang tua murid di seluruh Kabupaten Kediri yang pertama adalah penggunaan kendaraan bermotor yang digunakan oleh siswa-siswi di bawah umur. Jadi belum punya SIM, belum boleh bawa motor, sudah bawa motor dan rata-rata enggak pakai helm. Tadi itu banyak banget,” terangnya.
Mas Bup juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Kediri agar tidak ada siswa yang terkendala memperoleh seragam sekolah karena faktor ekonomi. Ia meminta masyarakat segera melapor apabila menemukan pungutan yang membebani orang tua.
“Jadi enggak mau saya dengar di semua sekolah di kabupaten, khususnya SMP ke bawah, karena itu yang menjadi kewenangan kita, keberatan karena harus beli baju sekolah dan kalau ada yang keberatan atau mungkin ada pungutan-pungutan yang dilakukan oleh oknum sekolah, tolong kami dilaporkan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri Mokhamat Muhsin menjelaskan MPLS tahun ini dilaksanakan selama lima hari dengan mengusung konsep MPLS Ramah. Seluruh sekolah telah mendapatkan pedoman pelaksanaan dan melakukan sosialisasi kepada orang tua sebelum kegiatan dimulai.
“Tema MPLS tahun ini adalah MPLS yang ramah ya. Artinya tidak ada perpeloncoan, tidak ada apa bullying itu tidak boleh ya, tidak boleh. Kemudian juga tidak boleh ada iuran apapun ya terkait MPLS. Anak-anak diberikan stimulasi bagaimana mengenal temannya, menghargai dengan temannya, bermain, membangun kebersamaan, kemudian ada apa ya, juga ee
upaya-upaya bagaimana memupuk kekompakan, keberanian dengan berbagai kegiatan permainan yang ada,” jelasnya.
Plt. Kepala SMPN 2 Ngasem Sulistyo Wulandari mengatakan tahun ajaran baru ini sekolah menerima 128 siswa baru yang terbagi dalam empat rombongan belajar, masing-masing berisi 32 siswa sesuai ketentuan.
Ia mengungkapkan minat masyarakat terhadap SMPN 2 Ngasem cukup tinggi. Dari 167 pendaftar, sekolah hanya dapat menerima 128 siswa karena keterbatasan kuota.
“Kuotanya memang berlebih, yang kemarin kelas 8 sama 9 karena peminat yang datang di sini banyak, akhirnya kami boleh membuka kelas gemuk. Iya, kelas gemuknya kan sudah awalnya 32, boleh ditambahin menjadi kelas gemuk menjadi 40. Yang kelas 7 ini kami harus sesuai aturan. Sebenarnya 32 per kelas,” jelasnya.
MPLS di Kabupaten Kediri sendiri berlangsung selama lima hari. Pihaknya berharap, selama masa pengenalan lingkungan sekolah tersebut bisa berjalan dengan lancar tanpa ada masalah berarti. [nik/ang]

