Close Menu
tahukediri.idtahukediri.id
    What's Hot

    Dari Jantung Pisang ke Pasar Nasional, Kisah Diah Bangkitkan Lagi UMKM-nya Usai Pandemi

    1 September 2026 - 20:04

    Ratusan Penambang Tradisional Kediri Raya Tuntut Tunggakan Pembayaran Proyek Tol

    1 September 2026 - 19:11

    Rotasi Tiga Kapolsek, Polres Kediri Dorong Energi Baru untuk Tingkatkan Pelayanan Masyarakat

    31 Agustus 2026 - 20:22
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.id
    • Beranda
    • News
    • Travel
      • Wisata
      • Kuliner
      • Seni & Budaya
    • Multimedia
      • Foto
      • Video
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Arsip
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.idtahukediri.id
    Home»News»800-1.000 Kuota SMP Negeri di Kabupaten Kediri Masih Kosong, Ini Strategi Disdik

    800-1.000 Kuota SMP Negeri di Kabupaten Kediri Masih Kosong, Ini Strategi Disdik

    Nanik Dwi JayantiNanik Dwi Jayanti News 13 Juli 2026 - 17:10
    WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Pinterest Email
    Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Mokhamat Muhsin
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Kediri (tahukediri.id) – Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri terus mengintensifkan upaya pencegahan Anak Tidak Sekolah (ATS) melalui program home visit yang melibatkan seluruh guru dan tenaga kependidikan.

    Langkah ini dilakukan untuk menjangkau anak-anak yang belum mengenyam pendidikan sekaligus mengisi kuota penerimaan peserta didik baru di sejumlah SMP Negeri yang masih belum terpenuhi.

    Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Mokhamat Muhsin, mengungkapkan bahwa hingga saat ini masih terdapat sekitar 800 hingga 1.000 kuota siswa yang belum terisi, terutama di sekolah-sekolah yang berada di wilayah pinggiran.

    “Kita masih kekurangan sekitar 1.000. Ya 800 sampai 1.000,” ujarnya, Senin (13/7/2026).

    Beberapa sekolah yang masih memiliki kekurangan peserta didik di antaranya SMP Negeri Papar 2, SMP Negeri Kras 3, SMP Negeri Semen 2, SMP Negeri Kandangan 2, SMP Negeri Plosoklaten 3, SMP Negeri Plemahan 2, serta SMP Negeri Purwoasri 1 dan 2.

    Menurut Muhsin, kondisi tersebut terjadi karena sebagian besar calon peserta didik lebih memilih mendaftar di sekolah-sekolah yang dianggap favorit. Akibatnya, sejumlah sekolah mengalami kelebihan peminat, sementara sekolah lain masih kekurangan siswa.

    “Kami menganalisis ini sebagian anak-anak ini berebut di sekolah-sekolah favorit ya sehingga menumpuk seperti SMP Ngasem 1 dan Ngasem 2 ini, kalau mereka mau berbagi sebenarnya ada yang ke Pagu, kemudian ke Gurah, Plosoklaten itu sebenarnya enggak akan terjadi.

    Lebih jauh Muhsin menjelaskan, Dinas Pendidikan menyisir kembali anak-anak yang belum bersekolah, baik yang belum diterima di sekolah negeri maupun swasta melalui program home visit cegah ATS. Data tersebut selanjutnya digunakan untuk mendistribusikan mereka ke sekolah yang masih memiliki daya tampung.

    Selain itu, para siswa juga dilibatkan untuk membantu mendata teman-temannya yang belum bersekolah agar dapat segera dijangkau oleh pemerintah.

    “Kita sedang melakukan penjangkauan kembali. Termasuk anak-anak ini nanti akan kita beri tugas ya. Siapa temanmu yang belum sekolah. Nanti akan kita data, kita akan jemput mereka,” terangnya.

    Muhsin menambahkan, kegiatan home visit juga berhasil mengungkap berbagai kendala yang menyebabkan anak tidak melanjutkan pendidikan, mulai dari persoalan ekonomi hingga biaya transportasi.

    “Dari kegiatan home visit cegah ATS itu anak-anak yang memang belum diterima di sekolah ya, ada yang karena alasan ekonomi ya, nanti bayarnya ndak ada, terus bensinnya bagaimana. Padahal anak itu ranking satu di
    di SD dan alhamdulillah kita temukan berkat kegiatan home visit cegah ATS dan sekarang masuk di SMP 1 Plemahan ya. Nah ini ini salah satu apa yang ditemukan oleh guru dan tenaga kependidikan saat melaksanakan kegiatan home visit cegah ATS,” jelasnya.

    Pihaknya berharap pengalaman tersebut menjadi bukti bahwa kolaborasi antara sekolah, guru, dan pemerintah mampu membuka akses pendidikan bagi seluruh anak di Kabupaten Kediri.

    Ke depan, Dinas Pendidikan juga akan meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat agar memilih sekolah terdekat yang masih memiliki kuota, sehingga pemerataan peserta didik dapat terwujud.

    “Ini menjadi catatan kami bagaimana tahun depan bisa memberikan sosialisasi kepada masyarakat agar memilih sekolah yang terdekat ya dimanapun,” pungkasnya. [nik/ang]

    Berita Kediri Disdik Kediri Kabupaten Kediri Sekolah Kekurangan Siswa
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleMas Bup Tinjau MPLS di SMPN 2 Ngasem, Tekankan Anti-Bullying dan Bijak Gunakan Gadget
    Next Article Kebakaran Beruntun di Kediri, Gudang Rumah dan Lahan Tebu 8 Hektare Ludes, Kerugian Tembus Rp1 Miliar

    Info Lainnya

    Dari Jantung Pisang ke Pasar Nasional, Kisah Diah Bangkitkan Lagi UMKM-nya Usai Pandemi

    1 September 2026 - 20:04

    Ratusan Penambang Tradisional Kediri Raya Tuntut Tunggakan Pembayaran Proyek Tol

    1 September 2026 - 19:11

    Rotasi Tiga Kapolsek, Polres Kediri Dorong Energi Baru untuk Tingkatkan Pelayanan Masyarakat

    31 Agustus 2026 - 20:22

    Wali Kota Kediri Turun Tangan Dampingi Korban Kekerasan Seksual, Minta Polisi Tegas

    31 Agustus 2026 - 20:18

    7 Atlet, 10 Medali! Ju-Jitsu Kabupaten Kediri Ukir Prestasi di Piala Gubernur Jatim 2026

    31 Agustus 2026 - 13:56

    Waspada Penipuan Investasi Bodong, BRI Nganjuk Ingatkan Warga Jangan Tergiur Imbal Hasil Tinggi Tak Wajar

    31 Agustus 2026 - 13:45
    Leave A Reply Cancel Reply

    Info Menarik!

    Dari Jantung Pisang ke Pasar Nasional, Kisah Diah Bangkitkan Lagi UMKM-nya Usai Pandemi

    1 September 2026 - 20:04

    Ratusan Penambang Tradisional Kediri Raya Tuntut Tunggakan Pembayaran Proyek Tol

    1 September 2026 - 19:11

    Rotasi Tiga Kapolsek, Polres Kediri Dorong Energi Baru untuk Tingkatkan Pelayanan Masyarakat

    31 Agustus 2026 - 20:22

    Wali Kota Kediri Turun Tangan Dampingi Korban Kekerasan Seksual, Minta Polisi Tegas

    31 Agustus 2026 - 20:18

    7 Atlet, 10 Medali! Ju-Jitsu Kabupaten Kediri Ukir Prestasi di Piala Gubernur Jatim 2026

    31 Agustus 2026 - 13:56
    © 2026 TahuKediri.ID | serba tahu soal Kediri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.