Kediri (tahukediri.id) – Pertama kalinya Apel Akbar Pramuka Penggerak Ketahanan Pangan digelar di Kota Kota Kediri, Jumat (17/7/2026).
Kegiatan hasil kolaborasi Pemerintah Kota Kediri, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dan Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Kediri yang diselenggarakan di Stadion Brawijaya Kota Kediri tersebut diikuti oleh 10.000 anggota Gerakan Pramuka dari jenjang SMP, MTs, SMA, SMK, hingga MA se-Kota Kediri.
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengatakan, kegiatan ini bukan hanya sekedar seremonial saja, tetapi menjadi momentum membangun karakter generasi muda sekaligus menanamkan kepedulian terhadap sektor pertanian.
“Selama ini mungkin banyak orang mengenal pramuka dengan kegiatan berkemah, tali-temali, atau baris-berbaris. Tapi pada hari ini, peran pramuka harus jauh lebih besar daripada itu. Pramuka harus hadir menjawab tantangan zaman, salah satunya adalah tantangan ketahanan pangan,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, Pemkot Kediri akan mendorong sekolah-sekolah, khususnya jenjang SD dan SMP, memanfaatkan lahan yang tersedia menjadi kebun produktif. Menurutnya, pengelolaan lahan dapat dilakukan melalui hidroponik maupun teknologi pertanian lainnya.
“Kalau kami tingkat SD, SMP nanti kita akan menggerakkan anak-anak agar supaya nanti bisa memanfaatkan lahan yang ada di sekolahnya untuk bisa menjadi lahan produktif
baik melalui hidroponik ataupun nanti melalui teknologi lainnya. Jadi anak-anak sejak dini harus diajarkan tentang pentingnya ketahanan pangan,” jelasnya.
Selain membangun kepedulian terhadap pangan, Mbak Wali juga mengingatkan pentingnya karakter sebagai jati diri seorang Pramuka.
“Sejatinya seorang pramuka tidak cukup dikenal dari seragam coklat, tetapi juga dari sikap, perilaku, dan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari. Jadilah pramuka yang keren, keren dalam penampilan, kemudian rapi, disiplin, percaya diri, dan keren dalam berkarakte,” tegasnya.
Kegiatan apel akbar pramuka yang diikuti ribuan peserta itu turut diapresiasi oleh Kepala Dinas Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai.
Menurutnya, kegiatan tersebut selaras dengan upaya pemerintah dalam menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap dunia pertanian sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan nasional.
“Kita harapkan anak-anak muda kita terutama di Pramuka lebih mengenal kembali bahwa negara kita ini negara agraris yang harus kembali bahwa kita harus mencintai tentang pertanian.
dengan melalui program ketahanan pangan,” ujarnya.
Lebih lanjut Aries menjelaskan, saat ini sekolah-sekolah SMA dan SMK di Jawa Timur juga mulai mengembangkan program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP). Program tersebut mengajak siswa belajar mulai dari proses menanam, merawat hingga memanen tanaman produktif sebagai bagian dari pembelajaran.
“Ini adalah proses pendidikan yang kita lakukan di lingkungan sekolah. Jadi dengan adanya ketahanan pangan, bukan hanya menanamnya, terus mendapatkan hasil, mereka panen bukan tapi prosesnya mulai dari tanam sampai dengan tumbuh berkembang itu adalah proses dari deplaining yang diinisiasi oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah. Jadi prosesnya ada yang dilalui oleh anak-anak kita,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Kediri berharap Gerakan Pramuka mampu melahirkan generasi muda yang berkarakter, mandiri, inovatif, sekaligus memiliki kepedulian terhadap ketahanan pangan demi masa depan Indonesia.
Pihaknya juga berharap kegiatan ini bisa menjadi agenda tahunan yang didukung Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
“Harapan kami nanti Dinas Provinsi bisa mengadakan tiap tahun, syukur-syukur nanti Bu Gubernur juga bisa hadir di sini memberikan motivasi bagi anak-anak yang ada di Kota Kediri,” pungkas Mbak Wali. [nik/ang]

