Kediri (tahukediri.id) – Kepanikan sempat menyelimuti SDN 3 Krecek, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri, Kamis (30/7/2026). Kobaran api yang diduga berasal dari pembakaran sampah nyaris merembet ke ruang kelas saat aktivitas belajar mengajar masih berlangsung. Beruntung, aksi cepat guru, warga, dan petugas pemadam kebakaran berhasil mencegah kebakaran meluas.
Guru Kelas 4 SDN 3 Krecek, Muchlisin, mengaku awalnya tidak menaruh curiga saat melihat kepulan asap dari luar sekolah ketika mengajar matematika usai jam istirahat.
“Setahu saya tadi saya pas ngajar habis istirahat itu sudah ada kobaran apa asap dari kayaknya memang dari tumpukan sampah yang memang sangat kering. Nah, ketika ngajar, kebetulan ngajar matematikan saya kan sempat keluar, benar tadi di ruang itu, saya kira memang pembakaran sampah. Saya masuk lagi. Nah, kira-kira mau mengoreksi kerjaan anak-anak, ibu-ibu pada datang, ternyata sudah membara apinya,” ujarnya.
Mendengar kabar tersebut, guru bersama para siswa langsung berhamburan keluar. Dengan peralatan seadanya, mereka berusaha menyiram api sambil menunggu bantuan datang.
“Ya kita panik ya apa adanya tadi. Iya, kita sirami sama anak-anak. Anak-anak kan ngelobar semua tadi. Sirami bareng-bareng ya sekenanya gitu,” ungkapnya.
Peristiwa itu diperkirakan terjadi sekitar pukul 11.55 WIB, hanya beberapa menit sebelum jam pulang sekolah. Guru-guru kemudian membagi tugas, sebagian memadamkan api, sementara yang lain menghubungi petugas pemadam kebakaran.
Tak hanya warga sekitar, seorang kurir paket yang kebetulan melintas juga ikut membantu proses pemadaman sebelum mobil Damkar tiba di lokasi.
Beruntung, titik kebakaran berada di area parkir yang dijadikan tempat penyimpanan kayu bekas material renovasi sekolah. Api tidak sampai merembet ke gedung utama sehingga ruang untuk proses belajar mengajar tidak mengalami kerusakan.
Plt. Kepala Satpol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, mengatakan tim Damkar langsung menuju lokasi usai menangani kebakaran rumah di wilayah Bukoh, Kecamatan Kayen Kidul.
Berdasarkan tinjauan di lapangan, api diduga berasal dari pembakaran sampah di sebelah gudang tumpukan kayu, meja, kursi yang berad di belakang sekolah.
“Diduga penyebabnya karena pembakaran sampah di belakang balik halaman sekolah ini,” jelasnya.
Menurut Kaleb, respons cepat petugas bersama guru dan warga menjadi faktor utama yang menyelamatkan ruang-ruang kelas dari amukan api.
“Ya, alhamdulillah dengan mohon maaf dengan gerak cepatnya dari teman-teman Damkar ini tidak sampai merembet ke kelas. Kalau mungkin kurang tepat atau agak terlambat ya pasti merembet ke kelas dan bisa mengganggu belajar mengajar itu,” terangnya.
Akibat kejadian tersebut, tumpukan kayu bekas material bangunan di area parkir hangus terbakar. Kerugian ditaksir sekitar Rp5 juta, sementara tidak ada korban jiwa maupun korban luka.
Pihak Satpol PP dan Damkar Kabupaten Kediri kembali mengimbau masyarakat agar tidak membakar sampah selama musim kemarau. Selain mudah memicu kebakaran, kobaran api dapat dengan cepat menjalar ke bangunan di sekitarnya ketika disertai embusan angin kencang.
“Kami menghimbau di musim-musim kemarau seperti ini, di mana angin cukup kencang, sebaiknya tidak melakukan pembakaran sampah. Baik itu sampah rumah tangga, sampah maupun sampah hasil pertanian,” tandasnya. [nik/ang]

