Close Menu
tahukediri.idtahukediri.id
    What's Hot

    Musim Kemarau, Peternak Ikan di Kediri Diminta Waspadai Penurunan Kualitas Air

    1 Agustus 2026 - 19:43

    Ratusan Penghobi Ramaikan Kediri Koi Show ke-13, Ajang Dongkrak Gairah Budidaya Koi Nasional

    1 Agustus 2026 - 19:10

    Kala Senja Bumi Panjalu 2026, Guru di Kediri Diajak Lestarikan Budaya dan Perkuat Pendidikan Berkualitas

    1 Agustus 2026 - 19:00
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.id
    • Beranda
    • News
    • Travel
      • Wisata
      • Kuliner
      • Seni & Budaya
    • Multimedia
      • Foto
      • Video
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Arsip
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.idtahukediri.id
    Home»News»Ratusan Penghobi Ramaikan Kediri Koi Show ke-13, Ajang Dongkrak Gairah Budidaya Koi Nasional

    Ratusan Penghobi Ramaikan Kediri Koi Show ke-13, Ajang Dongkrak Gairah Budidaya Koi Nasional

    Nanik Dwi JayantiNanik Dwi Jayanti News 1 Agustus 2026 - 19:10
    WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Pinterest Email
    Ajang Kediri Koi Show
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Kediri (tahukediri.id) – Ajang Kediri Koi Show kembali digelar untuk ke-13 kalinya sebagai agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Kediri Koi Club. Tahun ini, kontes ikan koi berskala nasional tersebut berhasil menarik antusiasme penghobi dari berbagai daerah di Indonesia dengan jumlah peserta yang mencapai lebih dari 868 orang dan masih berpotensi bertambah hingga penutupan pendaftaran, pada Sabtu (1/8/2026).

    Ketua Kediri Koi Club, Sahrul Munir, mengatakan penyelenggaraan tahun ini memiliki format yang berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Jika biasanya kategori lomba menggunakan ukuran ganjil, kali ini panitia menggunakan kategori ukuran genap hingga kelas 70 sentimeter.

    “Dari Jawa Timur, eh dari Jawa Barat, Bandung, Bogor, Tangerang, dari Sumatera juga ada, dari
    Palembang, dari Padang, dari Kalimantan juga ada. Sulawesi kemungkinan juga ada, belum ngecek tadi,” katanya.

    Dalam kompetisi ini, peserta memperebutkan Piala Bergilir Bupati Kediri yang untuk keempat kalinya diperebutkan. Piala tersebut sebelumnya telah tercatat dalam Rekor MURI sebagai piala terberat pada penyelenggaraan kontes koi.

    Penjurian dilakukan dalam dua sesi. Sesi pertama diperuntukkan bagi ikan berukuran 61–70 sentimeter yang akan memperebutkan gelar Grand Champion. Sementara sesi kedua dilakukan untuk ikan berukuran 12–60 sentimeter yang dinilai di dalam kantong khusus sesuai standar kontes.

    Sahrul berharap penyelenggaraan Kediri Koi Show mampu mendorong kembali geliat ekonomi para pembudidaya koi, khususnya di Kabupaten Kediri yang dikenal sebagai salah satu sentra penghasil ikan koi berkualitas nasional.

    “Untuk kali ini kita di bulan Agustus sekaligus memperingati hari kemerdekaan RI yang ke-81. Juga harapannya karena di Kediri itu banyak petani atau pembudidaya koi dengan adanya event yang digelar secara rutin otomatis akan
    penjualan dari petani koi karena suasana saat ini koi mungkin agak lesu tapi dengan adanya show ini kan bisa laku dan bisa laku sesuai harapan harganya bagus kalau ada show,” ujarnya.

    Ajang Kediri Koi Show

    Sahrul menambahkan, bahwa Kecamatan Wates menjadi salah satu daerah di Kabupaten Kediri yang memiliki breeder koi berprestasi hingga tingkat internasional. Selain itu, banyak peternak lokal lainnya turut ambil bagian dalam ajang tersebut.

    Meski berlangsung pada musim kemarau dengan suhu siang yang panas dan malam yang cukup dingin, para penghobi telah mengantisipasi kondisi tersebut melalui perawatan ekstra agar kualitas ikan tetap terjaga selama kontes berlangsung.

    Menurutnya dengan adanya show ikan koi juga akan meningkatkan harga jual. Harga ikan koi dipasaran sendiri dibandrol mulai dari Rp10 ribu hingga mencapai puluhan bahkan jutaan rupiah bagi koi kualitas tinggi terlebih telah meraih gelar juara seperti Grand Champions.

    “Ya tergantung ya tapi ya kalau sudah juara ya pasti lakunya jutaan, 1 juta lebih lah. Itu kalaupun ikan kecil, apalagi kalau ikan besar bisa puluhan juta sampai ratusan,” terangnya.

    Sementara itu, peserta dari Samurai Koi Center, Kiki Sutarki, mengaku hampir selalu mengikuti Kediri Koi Show sejak pertama kali digelar. Menurutnya, target utama setiap keikutsertaan adalah meraih gelar Grand Champion. Tahun ini ia mengikut sertakan koi jenis Showa dengan ukuran 70 cm.

    “Persaingannya sendiri dengan peserta-peserta lain seperti apa? Persaingannya kebetulan untuk size 70 tadi ada berapa challenger ya? Itu kan antara 70 sama 65 kan diadu. Tadi saya lihat mungkin ada ada 8 ekor ya untuk perebutan Grand Champion-nya. Cukup ketat ya,” ungkapnya.

    Kiki menjelaskan, keberhasilan membudidayakan koi sangat ditentukan oleh kualitas perawatan, mulai dari sistem filtrasi kolam, kualitas air, hingga pemberian pakan yang tepat. Ia juga menyebut hanya tiga varietas yang dapat memperebutkan gelar Grand Champion Piala Bupati tahun ini, yakni Kohaku, Sanke, dan Showa.

    Menurutnya, Kediri Koi Show telah berkembang menjadi salah satu kontes koi bergengsi di Indonesia dengan jumlah peserta yang terus meningkat setiap tahunnya.

    “Saya harapkan koi show di Indonesia akan semakin maju dan semakin banyak tentunya dan budidaya Indonesia semakin maju juga, semakin sukses,” pungkasnya.

    Penyerahan piala bergilir Piala Bupati Kediri Koi Show ini akan diserahkan pada Minggu (2/8/2026). [nik/ang]

    Berita Kediri Kediri Koi Show Kontes Ikan Koi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleKala Senja Bumi Panjalu 2026, Guru di Kediri Diajak Lestarikan Budaya dan Perkuat Pendidikan Berkualitas
    Next Article Musim Kemarau, Peternak Ikan di Kediri Diminta Waspadai Penurunan Kualitas Air

    Info Lainnya

    Musim Kemarau, Peternak Ikan di Kediri Diminta Waspadai Penurunan Kualitas Air

    1 Agustus 2026 - 19:43

    Kala Senja Bumi Panjalu 2026, Guru di Kediri Diajak Lestarikan Budaya dan Perkuat Pendidikan Berkualitas

    1 Agustus 2026 - 19:00

    Usai Tender, Renovasi Stadion Candra Bhirawa Pare Kediri Dimulai dengan Anggaran Rp3,605 Miliar

    31 Juli 2026 - 17:38

    Meski Sempat Diguyur Hujan, BMKG Pastikan Kediri Masih Memasuki Puncak Musim Kemarau

    31 Juli 2026 - 17:34

    Diduga Ulah Orgil, Situs Kereta Mbah Gleyor di Kandat Jadi Korban Vandalisme

    31 Juli 2026 - 17:29

    Kisah Dwi Ratfita, UMKM Kediri yang Sukses Berkembang Berkat KUR BRI hingga Jadi Agen BRILink

    30 Juli 2026 - 22:13
    Leave A Reply Cancel Reply

    Info Menarik!

    Musim Kemarau, Peternak Ikan di Kediri Diminta Waspadai Penurunan Kualitas Air

    1 Agustus 2026 - 19:43

    Ratusan Penghobi Ramaikan Kediri Koi Show ke-13, Ajang Dongkrak Gairah Budidaya Koi Nasional

    1 Agustus 2026 - 19:10

    Kala Senja Bumi Panjalu 2026, Guru di Kediri Diajak Lestarikan Budaya dan Perkuat Pendidikan Berkualitas

    1 Agustus 2026 - 19:00

    Usai Tender, Renovasi Stadion Candra Bhirawa Pare Kediri Dimulai dengan Anggaran Rp3,605 Miliar

    31 Juli 2026 - 17:38

    Meski Sempat Diguyur Hujan, BMKG Pastikan Kediri Masih Memasuki Puncak Musim Kemarau

    31 Juli 2026 - 17:34
    © 2026 TahuKediri.ID | serba tahu soal Kediri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.