Kediri (tahukediri.id) – Sebanyak 75 paskibraka Kabupaten Kediri mulai menjalani masa karantina sebagai persiapan pengibaran bendera pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, pada Jumat (7/8/2026).
Berkumpul di lapangan Canda Bhirawa, pasukan pengibar bendera tersebut mulai uji mental dengan berjalan kaki membawa barang bawaan menuju ke Asrama Sanjaya di Kampung Inggris Pare.
Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Kediri, Yuli Marwantoko, mengatakan karantina berlangsung mulai hari ini hingga 18 Agustus 2026.
“Jadi untuk kegiatan Paskibraka Kabupaten Kediri tahun 2026 atau kita sebut Garuda 13. Insyaallah akan kita mulai untuk karantina hari ini sampai berakhir tanggal 18 Agustus. 18 jelas enggak kayak karantina karena dia sudah purna, sudah menjalankan tugas,”
Yuli menegaskan seluruh peserta tidak diperbolehkan membawa maupun menggunakan telepon genggam selama masa karantina. Kebijakan tersebut diterapkan agar peserta lebih fokus mengikuti seluruh rangkaian latihan.
“Untuk handphone, karena dia karantina tidak boleh, karena dia tidak kita ketemukan dengan orang dekatnya, maksudnya orang tua atau teman atau guru, di bawah di panitia nanti mungkin kalau ada hal-hal yang urgen panitia lah yang akan menghubungi orang tua,” jelasnya.
Sementara kebutuhan seragam latihan, sepatu, kaus kaki, sarung tangan hingga perlengkapan lainnya telah disediakan oleh Pemerintah Kabupaten Kediri. Peserta hanya diminta membawa perlengkapan pribadi seperti pakaian dalam.

“Insyaallah kalau asupan gizinya ya kita eh standar sehat lima sempurna. Karena apa? Kalau sampai tidak gizinya enggak terpenuhi, jelas fisiknya akan kendor, lemah. Dan karena ini pembinanya dari baik TNI, Polri maupun senior-senior BPI, makan harus habis. Itu. Tidak ada boleh yang tersisa,” terangnya.
Selain itu, seluruh peserta telah didaftarkan sebagai peserta BPJS Kesehatan. Kesbangpol juga menyiapkan satu tim kesehatan dan satu ambulans di lokasi latihan fisik di Lapangan Canda Bhirawa serta bekerja sama dengan rumah sakit terdekat apabila terjadi kondisi darurat.
“Kalau yang di sini, 75 ini akan mendapat beasiswa dari MasBup. Cuma tidak membatasi beasiswa ini mohon maaf kan ada yang luar kota. Kan yang man-man itu kan kebanyakan luar kota. Maaf dari Jombang, dari Malang, kasembon Malang, terus dari Nganjuk selama dia mau pindah KK ke Kabupaten Kediri, dia akan bisa menerima beasiswa karena itu hak karena dia sudah apa ditugaskan untuk di wilayah Kabupaten Kediri,” pungkasnya. [nik/ang]

