Close Menu
tahukediri.idtahukediri.id
    What's Hot

    Digitalisasi Bisnis Kuliner Nganjuk, Djoglo Bercakap Catat 102 Transaksi per Hari Bersama BRI Merchant

    30 Agustus 2026 - 06:01

    BRI Nganjuk Salurkan KUR Rp789 Miliar hingga Agustus 2026, Fokus Dorong UMKM dan Sektor Produktif

    29 Agustus 2026 - 21:21

    F She Cell Mobaile Sukomoro Nganjuk, dari Konter Pulsa Jadi Agen BRILink Andalan Warga

    29 Agustus 2026 - 19:52
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.id
    • Beranda
    • News
    • Travel
      • Wisata
      • Kuliner
      • Seni & Budaya
    • Multimedia
      • Foto
      • Video
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Arsip
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.idtahukediri.id
    Home»News»Sensus Ekonomi Kediri Hampir Rampung, Usaha Online Jadi Salah Satu Tantangan

    Sensus Ekonomi Kediri Hampir Rampung, Usaha Online Jadi Salah Satu Tantangan

    Nanik Dwi JayantiNanik Dwi Jayanti News 29 Agustus 2026 - 19:48
    WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Pinterest Email
    Kepala BPS Kabupaten Kediri, Bambang Indarto
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Kediri (tahukediri.id) – Pelaksanaan Sensus Ekonomi di Kabupaten Kediri terus dikebut Badan Pusat Statistik (BPS). Hingga saat ini, proses pendataan di lapangan secara keseluruhan disebut tinggal menyisakan sekitar 2 persen lagi.

    Kepala BPS Kabupaten Kediri, Bambang Indarto, mengatakan pihaknya terus mendorong petugas untuk menyelesaikan pendataan sesuai target pada 31 Agustus 2026.

    “Mudah-mudahanlah kita masih berupaya terus di 31 Agustus ini bisa selesai. Mohon doanya,” katanya, pada Sabtu (29/8/2026).

    Menurut Bambang, salah satu tantangan dalam pelaksanaan sensus kali ini adalah menemukan dan mendata usaha yang tidak terlihat secara langsung. Kondisi tersebut termasuk usaha yang dijalankan secara online.

    Ia memastikan usaha online tetap menjadi bagian dari pendataan Sensus Ekonomi. Tidak ada pembedaan berdasarkan besar maupun kecilnya skala usaha.

    “Prinsipnya semua usaha tidak melihat besar kecilnya, semuanya didata. Usaha online sepanjang dia memang sebagai pengusahanya, gitu ya. Artinya dia menanggung risiko, ya. Aartinya risiko itu risiko untung dan dia rugi juga. Kan gitu. Itu didata,” jelasnya.

    Meski begitu, BPS Kabupaten Kediri saat ini belum dapat menyampaikan berapa jumlah usaha online yang telah terdata. Pasalnya, proses pendataan di lapangan masih berlangsung dan data yang terkumpul masih harus melalui tahapan pengecekan.

    Bambang menjelaskan, pendataan Sensus Ekonomi dilakukan menggunakan sistem digital. Petugas di lapangan tidak lagi membawa formulir kertas, melainkan menggunakan telepon seluler yang telah dilengkapi aplikasi khusus.

    Data yang diperoleh petugas kemudian dikirimkan ke server untuk diproses dan dilakukan pengecekan.

    Bambang menambahkan, secara umum kegiatan usaha dalam pendataan dikelompokkan ke dalam sektor pertanian dan nonpertanian dengan berbagai karakteristik usaha di dalamnya.

    Pihaknya berharap setelah seluruh proses selesai, data Sensus Ekonomi dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi usaha di Kabupaten Kediri, termasuk perkembangan usaha yang memanfaatkan platform digital.

    Menurut Bambang, penggunaan internet dan sistem digital juga menjadi bagian dari pertanyaan yang diajukan petugas kepada setiap pelaku usaha.

    “Tapi kalau prinsip sistem menggunakan HP, menggunakan internet itu bagian dari pertanyaan di setiap usaha yang kami datang, Mbak dan spesifik usaha yang memang dia online itu ya memang ya kan dia ada KBLI ya kalau sudah sempat tahu ya KBLI 2025, itu kan ada kode sendiri,” tuturnya.

    Menariknya, BPS menemukan tantangan tersendiri saat mendata usaha berbasis online. Tidak semua usaha tersebut mudah diketahui keberadaannya.

    Bambang menyebut, dalam beberapa kasus bahkan orang tua tidak mengetahui jika anak mereka memiliki usaha yang dijalankan secara online.

    “Ada beberapa usaha orang yang enggak kelihatan. Ditanya keluarganya. Bahkan ada juga kondisi yang bapak ibunya nggak tahu kalau anaknya punya usaha online dan tempat-tempat yang kami kunjungi itu kan ya memang berupaya ya melakukan probing atau bertanya lebih detail untuk memastikan usaha yang ada di keluarga itu pada akhirnya terdata,” jelasnya.

    Namun, lanjutnya, tantangan tersebut memang sudah menjadi perhatian sejak awal pelaksanaan Sensus Ekonomi, terutama untuk mengidentifikasi usaha yang secara fisik tidak tampak.

    Selain itu, petugas juga menemukan adanya usaha baru maupun keluarga baru di wilayah RT yang belum tercantum dalam data awal. Data tersebut kemudian ditambahkan dalam sistem.

    “Dalam konteks untuk menggali usaha keluarga itu juga, ketika ada keluarga baru di wilayah RT itu juga ditambahkan gitu ya. Sehingga otomatis kami berhitung kan tambahannya berapa gitu ya,” ujarnya.

    Dengan sisa waktu beberapa hari menuju batas akhir pendataan, BPS Kabupaten Kediri terus mendorong seluruh petugas untuk menyelesaikan tugasnya.

    “Jadi hitungan kasar kami itu masih butuh 2% lagi untuk selesai. Memang berapa yang mengelompok di petugas-petugas tertentu karena memang ini kegiatan terpusat, sehingga memang 2% itu, 2% kabupaten,” tandasnya. [nik/ang]

    Berita Kediri Kabupaten Kediri Sensus Ekonomi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleToko Kiss Jadi Andalan Warga Desa Kendal Nganjuk, Layani Transaksi BRILink hingga Tarik Tunai
    Next Article F She Cell Mobaile Sukomoro Nganjuk, dari Konter Pulsa Jadi Agen BRILink Andalan Warga

    Info Lainnya

    Digitalisasi Bisnis Kuliner Nganjuk, Djoglo Bercakap Catat 102 Transaksi per Hari Bersama BRI Merchant

    30 Agustus 2026 - 06:01

    BRI Nganjuk Salurkan KUR Rp789 Miliar hingga Agustus 2026, Fokus Dorong UMKM dan Sektor Produktif

    29 Agustus 2026 - 21:21

    F She Cell Mobaile Sukomoro Nganjuk, dari Konter Pulsa Jadi Agen BRILink Andalan Warga

    29 Agustus 2026 - 19:52

    Toko Kiss Jadi Andalan Warga Desa Kendal Nganjuk, Layani Transaksi BRILink hingga Tarik Tunai

    29 Agustus 2026 - 17:10

    Gema Drum dan Pianika Warnai HUT ke-81 RI, 51 Grup Drumband MI Unjuk Aksi di Kediri

    29 Agustus 2026 - 16:59

    Dorong Aksesibilitas Warga, BRI Peduli Salurkan Bantuan Rp50 Juta untuk Pavingisasi Jalan Desa Ngumpul Nganjuk

    29 Agustus 2026 - 14:54
    Leave A Reply Cancel Reply

    Info Menarik!

    Digitalisasi Bisnis Kuliner Nganjuk, Djoglo Bercakap Catat 102 Transaksi per Hari Bersama BRI Merchant

    30 Agustus 2026 - 06:01

    BRI Nganjuk Salurkan KUR Rp789 Miliar hingga Agustus 2026, Fokus Dorong UMKM dan Sektor Produktif

    29 Agustus 2026 - 21:21

    F She Cell Mobaile Sukomoro Nganjuk, dari Konter Pulsa Jadi Agen BRILink Andalan Warga

    29 Agustus 2026 - 19:52

    Sensus Ekonomi Kediri Hampir Rampung, Usaha Online Jadi Salah Satu Tantangan

    29 Agustus 2026 - 19:48

    Toko Kiss Jadi Andalan Warga Desa Kendal Nganjuk, Layani Transaksi BRILink hingga Tarik Tunai

    29 Agustus 2026 - 17:10
    © 2026 TahuKediri.ID | serba tahu soal Kediri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.