Nganjuk (tahukediri.id) – Toko Kiss milik Fitri Mujanah di Desa Kendal, Ngrengket, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, tak sekadar menjadi toko kelontong. Sejak 2018, toko tersebut juga menjadi Agen BRILink yang membantu warga memenuhi berbagai kebutuhan transaksi keuangan.
Kehadiran Agen BRILink di wilayah tersebut memberikan alternatif layanan perbankan bagi masyarakat yang membutuhkan akses transaksi lebih dekat, terutama warga yang tinggal jauh dari kantor bank atau belum terbiasa menggunakan mesin ATM.
Toko Kiss sendiri mulai berdiri sebagai usaha toko kelontong pada 2018. Pada tahun yang sama, Fitri mulai menjalankan layanan Agen BRILink. Sejak itu, warga tidak hanya datang untuk membeli kebutuhan sehari-hari, tetapi juga melakukan berbagai transaksi keuangan.
“Sejak awal buka toko tahun 2018, kami juga mulai menjadi Agen BRILink. Banyak warga yang terbantu, terutama untuk pembayaran listrik dan pembelian pulsa,” ujar Fitri Mujanah.
Seiring berjalannya waktu, layanan BRILink di Toko Kiss semakin dikenal masyarakat. Dalam sehari, rata-rata terdapat sekitar 40 transaksi yang dilakukan pelanggan.
Jenis layanan yang tersedia cukup beragam, mulai dari transfer, tarik tunai, pembayaran PLN, hingga top up dompet digital. Lokasi toko yang berada di dekat jalan raya juga membuatnya relatif mudah dijangkau masyarakat sekitar maupun warga yang sedang melintas.
Akses kendaraan yang mudah menjadi salah satu faktor pendukung keberadaan Toko Kiss sebagai tempat transaksi keuangan masyarakat Desa Kendal dan sekitarnya.
Bagi warga sekitar, Agen BRILink seperti Toko Kiss juga menjadi pilihan ketika kantor unit bank tidak beroperasi, terutama pada Sabtu dan Minggu.
Fitri mengatakan masyarakat kerap datang ke tokonya untuk melakukan transaksi ketika layanan kantor bank sedang tutup. Selain itu, sebagian warga masih merasa khawatir atau kurang terbiasa bertransaksi menggunakan mesin ATM.
Kondisi tersebut terutama dirasakan pelanggan lanjut usia yang cenderung lebih nyaman melakukan transaksi melalui agen karena dapat memperoleh bantuan secara langsung.
“BRILink sangat membantu. Apalagi kalau BRI Unit Sabtu dan Minggu tutup, masyarakat banyak yang datang ke BRILink. Ada juga warga yang takut atau kurang nyaman bertransaksi menggunakan mesin ATM, sehingga lebih memilih datang ke sini,” ungkap Fitri.
Tak hanya menyediakan layanan transaksi, Toko Kiss juga memberikan apresiasi kepada pelanggan melalui program kupon transaksi. Pelanggan yang telah melakukan transaksi sebanyak 10 kali dapat menukarkan kupon dengan kebutuhan pokok, seperti minyak dan barang kebutuhan lainnya.
Program tersebut menjadi daya tarik tambahan bagi pelanggan karena mereka mendapatkan kemudahan transaksi sekaligus apresiasi atas aktivitas transaksi yang dilakukan.
Dalam menjalankan layanan BRILink, Fitri juga mengaku mendapatkan dukungan dari BRI, terutama ketika menghadapi kendala dalam proses transaksi.
Menurutnya, dukungan tersebut penting karena dalam pelayanan transaksi perbankan terkadang muncul kondisi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut. Salah satunya ketika transaksi sedang berlangsung, uang sudah keluar, tetapi dana belum diterima oleh pihak penerima.
Dalam situasi tersebut, agen dapat memperoleh bantuan dari BRI untuk mendapatkan informasi dan solusi sehingga kendala transaksi dapat segera ditangani.
“BRI sangat mendukung agen BRILink. Kalau ada kendala yang belum kami pahami, misalnya transaksi sedang diproses, uang sudah keluar tetapi penerima belum menerima, kami bisa mendapatkan bantuan untuk menyelesaikannya,” jelas Fitri.
Ke depan, Fitri berharap Toko Kiss semakin berkembang, baik sebagai toko kelontong maupun sebagai Agen BRILink yang dapat diandalkan masyarakat.
Menurutnya, keberadaan BRILink memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus bagi usaha yang dijalankannya. Warga mendapatkan akses transaksi yang lebih dekat dan praktis, sementara toko memperoleh layanan tambahan yang dapat meningkatkan kunjungan pelanggan.
Dengan lokasi strategis, akses yang mudah, dan layanan transaksi yang beragam, Toko Kiss berupaya terus memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Bagi Fitri, Agen BRILink bukan sekadar layanan tambahan di toko kelontong. Keberadaannya menjadi bagian dari upaya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan transaksi sehari-hari secara lebih mudah dan praktis.
“Intinya memudahkan transaksi, lebih cepat, lebih oke, dan pelanggan juga bisa mendapatkan hadiah,” pungkas Fitri.
Sementara itu, Branch Office Head BRI Nganjuk, Iga Aditya, mengatakan Agen BRILink merupakan salah satu wujud komitmen BRI dalam memperluas inklusi keuangan sekaligus memberdayakan pelaku UMKM agar mampu tumbuh bersama BRI. ***

