Nganjuk (tahukediri.id) – BRI Nganjuk, Jawa Timur, telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp789 miliar hingga Agustus 2026 untuk memperkuat kapasitas pelaku UMKM sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kabupaten Nganjuk.
Penyaluran KUR tersebut menjadi bagian dari peran BRI sebagai perpanjangan tangan pemerintah dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan melalui akses pembiayaan bagi pelaku usaha. Sebagian besar penyaluran KUR BRI Nganjuk didominasi sektor mikro, terutama usaha produktif yang menjadi penopang perekonomian masyarakat.
Branch Office Head BRI Nganjuk Iga Aditya mengatakan sektor produksi yang mendapat dukungan pembiayaan KUR antara lain pertanian, peternakan, perkebunan dan industri jasa lainnya.
Menurutnya, sektor-sektor tersebut memiliki peran penting terhadap aktivitas ekonomi masyarakat Kabupaten Nganjuk sehingga akses permodalan yang memadai diharapkan dapat membantu pelaku usaha mengembangkan kapasitas bisnisnya.
Dengan pembiayaan melalui KUR, pelaku usaha di Kabupaten Nganjuk memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan kapasitas usaha, membuka lapangan kerja dan memperkuat daya saing ekonomi daerah.
“Ini merupakan upaya nyata BRI dalam mendukung perekonomian masyarakat di wilayah Kabupaten Nganjuk melalui penyaluran pendanaan usaha. Kami juga melihat ada banyak potensi di wilayah Kabupaten Nganjuk di bidang pertanian bawang dan pertanian palawija yang tentunya BRI memliki peran untuk mendukung pelaku usaha dalam pendanaan usaha maupun peningkatan kapasitas usaha”
Iga Aditya menambahkan, dukungan BRI kepada pelaku usaha tidak hanya dilakukan melalui penyaluran pembiayaan. BRI Nganjuk juga memberikan pemberdayaan, pendampingan usaha dan edukasi finansial agar nasabah mampu mengelola usahanya secara berkelanjutan dan bertanggung jawab.
Pendekatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya BRI dalam mendukung pemberdayaan UMKM, memperluas kesempatan kerja dan mendorong pemerataan pembangunan ekonomi di tingkat daerah.
Potensi sektor pertanian menjadi salah satu perhatian BRI Nganjuk karena Kabupaten Nganjuk dikenal memiliki aktivitas ekonomi yang kuat di sektor pertanian, termasuk komoditas bawang dan palawija. Dukungan pembiayaan di sektor produktif diharapkan dapat membantu pelaku usaha mengembangkan skala dan kapasitas bisnisnya.
Selain akses modal, kemampuan pelaku UMKM dalam memanfaatkan teknologi digital juga menjadi perhatian. BRI Nganjuk mendorong pelaku usaha untuk memahami layanan digital serta memanfaatkan berbagai platform penjualan online guna memperluas akses pasar.
“Kami berkomitmen untuk terus mendampingi dan membantu pelaku UMKM, tidak hanya berupa modal usaha saja tapi juga melalui pendampingan usaha dan program pemberdayaan lainnya. Kami juga terus mengedukasi pelaku usaha untuk melek digital dan memanfaatkan platform-platform penjualan online sehingga bisa mendorong kapasitas usaha dan bisa naik kelas” tegasnya.
Dengan fokus pada sektor produktif, penyaluran KUR BRI Nganjuk hingga Rp789 miliar sampai Agustus 2026 diharapkan dapat terus memperluas akses pembiayaan sekaligus memperkuat peran UMKM sebagai salah satu penggerak ekonomi masyarakat Kabupaten Nganjuk. ***

