Kediri (tahukediri.id) – Dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, sebanyak 51 grup drumband dari Madrasah Ibtidaiyah (MI) se-Kabupaten Kediri tampil memukau dalam Parade Drumband, Sabtu (29/8/2026).
Bertajuk Harmoni Drumband Menuju Kediri Berbudaya, suara tabuhan drum dan tiupan pianika menggema tersebut menggema dari dari halaman depan kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri hingga menuju finish di Depan Kantor Dishub Kabupaten Kediri.
Salah satu peserta yang turut ambil bagian adalah Drumband Nurisanda dari MI Baitul Hikmah, Kecamatan Ngancar.
Gita Pati Nurisanda, Vanessa Safia Aurora, mengatakan persiapan penampilan dilakukan selama kurang lebih satu bulan. Selain latihan drumband, para siswa juga menjalani latihan fisik dan mental.
“Selain latihan fisik, mental juga,” ujarnya ketika ditemui saat mempersiapkan diri untuk tampil.
Dalam parade tersebut, Nurisanda menampilkan tiga lagu, yakni Gugur Bunga, Stecu-Stecu, dan DJ Terompet.
Vanessa mengaku kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru baginya. Ia berharap keikutsertaannya dapat menambah wawasan dan pengalaman dalam dunia drumband.
“Harapannya menambah wawasan dan pengalaman,” tutur Vanessa.
Sementara itu, Pembina Drumband Nurisanda, Ferry Agung Nugroho, menjelaskan persiapan dilakukan secara penuh selama satu bulan.
Total terdapat sekitar 71 siswa yang terlibat dalam penampilan tersebut. Mereka mengisi berbagai posisi, mulai dari pembawa banner, Gita Pati, paramanandi, pemain pianika, senar drum, bagian bendera, hingga penari.
“Lengkap full personel untuk hari ini. Kurang lebih 71 anak totalnya,” katanya.
Bagi Ferry, drumband bukan hanya soal kemampuan bermusik. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana melatih kedisiplinan anak, mulai dari kedisiplinan waktu latihan hingga kemampuan berbaris dan bekerja dalam satu tim.
“Drumband itu selain untuk musik, juga untuk melatih kedisiplinan anak. Mulai dari berbarisnya dan disiplin untuk waktu latihannya,” ujarnya.
Nurisanda sendiri memiliki rekam jejak prestasi di bidang drumband. Pada 2014, tim dari MI Baitul Hikmah tersebut pernah mengikuti Lomba Unjuk Gelar (LUG) tingkat Karesidenan Kediri dan berhasil membawa pulang 12 trofi dari 12 cabang yang dilombakan.
Ferry berharap kegiatan seperti parade drumband ini dapat menjadi agenda tahunan.
“Harapan kalau untuk event-event seperti ini, eh bisa dijadikan agenda tahunan untuk merangsang anak-anak lebih semangat, apa perform,” harapnya.
Antusiasme juga ditunjukkan peserta dari MI Raden Fatah, Selorejo, Kecamatan Ringinrejo. Salah satu peserta, Mahira, mengatakan timnya melakukan persiapan dengan latihan intensif.
“Persiapannya latihan aja terus, sama apa ya kayak ya belajar banyak,” ungkapnya.
Selain mempersiapkan fisik dan kekompakan, para peserta juga fokus mempelajari lagu yang akan ditampilkan, yakni Bunda dan Kasih Ibu.
Mahira berharap keikutsertaan dalam parade tersebut dapat membawa pengalaman positif bagi dirinya dan tim.
“Semoga ke depannya tambah sukses dan maju,” ujarnya.
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Kediri, H. Achmad Fa’iz, mengatakan parade drumband tersebut bukan hanya sekedar memeriahkan HUT ke-81 RI tetapi sekaligus ruang bagi siswa madrasah untuk menunjukkan bakat, kreativitas, kekompakan, dan keberanian tampil di hadapan masyarakat.
“Tentu acara parade drumband ini maksud dan tujuannya adalah pertama untuk memeriahkan hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81. Di samping kita juga ingin berupaya untuk mengapresiasi semangat teman-teman yang ada di madrasah dan langkah untuk mengembangkan aktivitas anak-anak terutama dalam apa seni yaitu dramben,” terangnya.
Pihaknya berharap, kegiatan perdana tersebut tidak berhenti sebagai seremoni, tetapi dapat berlanjut menjadi agenda rutin setiap tahun dalam rangka memperingati Hari Besar Nasional, khususnya HUT Kemerdekaan RI.
Menurut Fa’iz, parade tersebut juga menjadi bentuk apresiasi terhadap kreativitas dan inovasi siswa madrasah. Melalui kegiatan ini, anak-anak mendapat ruang untuk mengembangkan potensi di luar bidang akademik.
Ia menilai pengalaman tampil dalam parade dapat menjadi semangat baru bagi siswa untuk terus belajar, berkarya, sekaligus membangun karakter dan rasa percaya diri.
“Mudah-mudahan dengan parade ini, anak-anak semakin bersemangat untuk terus belajar mengembangkan kreativitas, menjadi semangat baru untuk kita terutama dalam rangka untuk merayakan sekaligus meramaikan pelaksanaan hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia,” terangnya.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kediri sekaligus Ketua PHBN Kabupaten Kediri, Subur Widono, mewakili Bupati Kediri mengapresiasi Kemenag Kabupaten Kediri yang telah menginisiasi kegiatan tersebut.
Menurutnya, kegiatan parade drumband tersebut merupakan panggung untuk menghidupkan kembali semangat perjuangan para pahlawan melalui karya, prestasi, dan kebersamaan.
“Hari ini bukan hanya sekedar unjuk kebolehan meniup trompet atau memukul drum, melainkan wujud perpaduan antara semangat perjuangan, kedisiplinan, seni, kreativitas, dan kearifan lokal yang memperkaya identitas Kabupaten Kediri,” terangnya.
Ia menilai tema “Kediri Berbudaya” memiliki pesan bahwa pembangunan dan kemajuan daerah harus tetap berpijak pada tradisi serta nilai-nilai luhur budaya.
“Melalui parade Harmoni Drumband Menuju Kediri Berbudaya ini, anak-anak kita belajar banyak hal yang penting untuk masa depan mereka. Drumband mengajarkan bahwa musik yang indah lahir dari kerja sama, gotong royong, harmonisasi, kedisiplinan, dan ketepatan tempo bersama, bukan hanya menonjolkan individu,” jelasnya.
Subur menambahkan, parade tersebut menunjukkan bahwa siswa madrasah tidak hanya tekun dalam bidang agama dan akademik, tetapi juga mampu tampil kreatif, tangguh, dan percaya diri di depan publik.
Parade Drumband “Harmoni Drumband Menuju Kediri Berbudaya” menjadi warna tersendiri dalam perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kabupaten Kediri.
Tak hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat, kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang pendidikan karakter bagi generasi muda melalui seni dan kerja sama.
Kemenag Kabupaten Kediri berharap kegiatan perdana ini dapat terus dilaksanakan pada tahun-tahun mendatang dengan jumlah peserta yang semakin bertambah. Sehingga, madrasah tidak hanya menjadi tempat siswa mengembangkan kemampuan agama dan akademik, tetapi juga menjadi ruang tumbuh bagi kreativitas, seni, kedisiplinan, keberanian, dan rasa percaya diri generasi muda Kabupaten Kediri.
“Mudah-mudahan kita tentu berharap event ini tidak hanya menjadi event yang pertama perdana saja, tetapi nanti untuk di tahun-tahun berikutnya juga bisa kita laksanakan berkelanjutan dan untuk terus memberikan kesempatan kepada anak-anak kita berkreasi agar mereka menjadi anak-anak yang lebih baik, lebih berkarakter, lebih percaya diri dan insyaallah menjadi anak-anak yang luar biasa yang nanti akan juga memberikan peran terbaik,” tandasnya. [nik/ang]

