Kediri (tahukediri.id) – Puluhan pedagang Pasar Bandar Kota Kediri berdialog dengan Perumda Pasar Joyoboyo Kota Kediri, pada Rabu (3/9/2026). Menyusul aksi mogok berjualan pedagang akibat dari sejumlah kebijakan yang dinilai memberatkan.
Sayangnya, dialog membuahkan hasil. Sebab, empat pilar Kota Kediri sebagai pengambil keputusan tidak hadir dalam forum pertemuan tersebut.
Direktur Utama Perumda Pasar Joyoboyo Kota Kediri, Djauhari Luthfi mengatakan, ketidak hadiran Pemkot Kediri dalam forum tersebut karena berbenturan dengan agenda mutasi pejabat.
“Memang sebetulnya hari ini kita dengan pemerintah kota, tapi sore kemarin kan ada sertijab mutasi. Sehingga beberapa gerbong yang membidangi BUMD terutama itu kan ikut masuk gerbong mutasi. Makanya dengan adanya mutasi ini, akhirnya hari ini tertunda,” ujarnya.
Namun pihaknya akan mengupayakan agar keluhan atau aspirasi yang disuarakan dalam forum akan diajukan ke pihak terkait, dalam hal ini Pemerintah Kota Kediri bidang BUMD.
“Ya kami menjanjikan 1 sampai 2 hari ini bisa kami komunikasikan dengan pemerintah kota,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu pedagang Pasar Bandar Kota Kediri, Yunus berharap bisa bertatap muka langsung dengan empat pilar antara lain, Pemerintah Kota Kediri, PD Pasar, pihak pengawas regulasi DPRD Kota Kediri dan pedagang sendiri agar dapat mencapai kesepakatan yang diinginkan.
“Kami kalau dengan dua sisi dengan pihak PD saja kita belum bisa menerima untuk membuat kesepakatan – kesepakatan apapun. Jadi dikhawatirkan nanti kurang kuat, ada kepastiannya dan lain-lain itu kurang kuat seperti itu, insyaallah sementara,” terangnya.
Menurut Yunus, pertemuan tidak menghasilkan kesepakatan-kesepakatan apapun dengan pihak PD Pasar. Mereka hanya menyampaikan aspirasi yang menjadi keluhan.
“Kita tidak membahas pokok dari poin-poin yang kami keluhkan. Jadi kita menunda,” terangnya.
Lebih jauh Yunus menjelaskan, salah satu point penting yang diutarakan dalam forum tersebut adalah ketidaksetujun para pedagang terkait regulasi yang wajib membayar iuran harian meski tidak buka lapak.
Menurutnya hal tersebut memberatkan para pedagang terlebih dengan kondisi ekonomi dan situasi pasar yang cenderung sepi.
“Intinya kami dari para pedagang menolak regulasi-regulasi yang dikeluarkan dari pihak PD Pasar. Dengan kondisi ekonomi yang saat ini kita cari uang saja sudah perjuangannya semakin susah, tapi penarikan-penarikan semakin banyak. Itu yang kami keluhkan,” ungkapnya.
Meski diskusi bersama empat pilar gagal, pihaknya berharap apa yang diutarakan para pedagang ini bisa disampaikan kepada Pemerintah Kota Kediri.
“Kami berharap bisa menyampaikan keluhan kami yang sampaikan sebelum-sebelumnya. Insyaallah enggak jauh dari itu, tetap fokus utama itu,” tandasnya. [nik/ang]

