Kediri (tahukediri.id) – Usianya baru 15 tahun, namun prestasi yang ditorehkan Yusri Ananda Fitria dalam cabang olahraga Ju-Jitsu Kabupaten Kediri ini patut diperhitungkan.
Atlet muda yang akrab disapa Nanda atau Dugcil ini telah mengoleksi lima medali emas dan satu medali perak dari sejumlah event kejuaraan yang diikutinya.
Nanda yang kini duduk dibangku kelas 3 SMP ini mulai mengikuti olahraga beladiri Ju-Jitsu sejak akhir tahun 2023. Menurutnya, dengan ikut seni bela diri asal Jepang tersebut dapat membentuk mental dan fisiknya.
“Motivasi atau alasan ikut Ju-Jitsu untuk mengukir prestasi, memperkuat mental dan fisik,” ujarnya.
Selain itu, lanjutnya, salah salah satu hal paling menarik dari Ju-Jitsu adalah ketika dirinya mendapatkan teknik baru dari pelatih, kemudian mencoba dan mengasah teknik tersebut bersama teman latihan.
“Menurut ku paling menarik dari Ju-Jitsu adalah saat aku belajar teknik baru dengan bimbingan aspel dan mencoba teknik tersebut dengan teman,” serunya.
Bagi Nanda, Ju-Jitsu bukan sekadar olahraga pertandingan. Ada proses belajar yang membuatnya terus tertarik untuk berkembang.
Hingga saat ini, ia telah mengikuti empat event dengan enam kategori pertandingan.
Catatan prestasinya dimulai pada Kejurkab Kediri 2024, ketika Nanda meraih medali perak di kategori Fighting System (FS).
Setelah itu, performanya semakin meningkat. Pada Mojokerto JOT 2026, Nanda berhasil meraih dua medali emas sekaligus, masing-masing dari kategori Fighting System (FS) dan Ne-Waza System (NS).
Prestasi gemilang kembali ditorehkannya di Ngawi Championship 2026. Turun di dua kategori, FS dan NS, Nanda sukses menyabet dua medali emas.
Terakhir pada Kejurda Gresik 2026 yang digelar 29-30 Agustus kemarin, Nanda kembali menunjukkan konsistensinya dengan meraih medali emas di kategori NS.
Menurut Nanda tak ada even kejuaraan yang dianggapnya paling berat. Namun, ia mengaku lawan tersulit yang pernah dihadapinya saat menghadapi final kategori FS Mojokerto JOT 2026.
Tantangan lain justru muncul dari situasi di dalam arena. Ketika pertandingan berlangsung, Nanda terkadang kesulitan mendengar suara official yang memberikan arahan.
Meski begitu, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangatnya. Ia terus berusaha fokus dan menjalankan strategi yang telah dipersiapkan melalui latihan.
Bagi atlet muda ini, ada tiga hal yang menjadi kunci dalam menghadapi pertandingan yakni ambisi untuk menang, percaya pada proses, dan berdoa.
“Harus punya ambisi yang kuat untuk menang, percaya dengan proses dan berdoa,” tegas Nanda.
Prinsip tersebut menjadi pegangan Nanda dalam menjalani setiap pertandingan. Baginya, hasil di arena merupakan bagian dari proses panjang yang dimulai dari latihan dan persiapan.
Ke depan, Nanda tidak ingin cepat puas dengan pencapaiannya. Ia berencana terus meningkatkan intensitas latihan dan mempersiapkan diri untuk menghadapi event berikutnya.
Targetnya pun cukup tinggi. Nanda ingin mampu meraih medali emas di setiap event maupun kategori yang diikutinya.
“Target kedepan pastinya harus dapet emas setiap event atau kategori, harapan nya peforma saya lebih meningkat dan semakin meningkat,” pungkasnya. [nik/ang]

