Close Menu
tahukediri.idtahukediri.id
    What's Hot

    Bukan Cuma Harga Beras Naik, Kemarau Kini Ancam Produksi Penggilingan di Kediri

    15 September 2026 - 20:18

    Gerebek Judi Sabung Ayam di Kandat Kediri, Polisi Bakar Bekas Perlengkapan

    15 September 2026 - 18:01

    Kasus Pencabulan di Ponpes Mojo Kediri, Santri Dituntut 2 Bulan Pembinaan

    15 September 2026 - 17:50
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.id
    • Beranda
    • News
    • Travel
      • Wisata
      • Kuliner
      • Seni & Budaya
    • Multimedia
      • Foto
      • Video
    • Tahu Hukum
    • Tentang
    • Arsip
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.idtahukediri.id
    Home»News»Bukan Cuma Harga Beras Naik, Kemarau Kini Ancam Produksi Penggilingan di Kediri

    Bukan Cuma Harga Beras Naik, Kemarau Kini Ancam Produksi Penggilingan di Kediri

    Nanik Dwi JayantiNanik Dwi Jayanti News 15 September 2026 - 20:18
    WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Pinterest Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Kediri (tahukediri.id) – Dampak kemarau panjang, hasil panen padi nasional turut mengalami penurunan. Sehingga membuat harga beras mengalami kenaikan, tak terkecuali di Kediri. Hal tersebut lantaran pasokan gabah ke penggilingan beras ikut menyusut.

    Sebelumnya kondisi tersebut turut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan saat memberikan bantuan pangan pada warga Desa Gogorante, Kecamatan Ngasem, pada Kamis (10/9/2026) lalu.

    “Nah, sekarang musim kemarau. Produksi turun banyak, tadi ada yang tanya ke saya ini. Ada sawah… ada sawah-sawah yang tetap menanam karena di titik kali yang di atas ada airnya, pompa air, atau ambil air tanah. Tapi yang tak ada itu tidak bisa tanam padi, kering. Banyak yang kering, jadi produksinya turun. Ya, yang mampu aja tak nanam, apalagi yang tak mampu beli,” ujarnya di hadapan awak media.

    Banner Promo

    Di Kediri sendiri, pasokan gabah ke penggilingan juga mulai mengerut. Salah satunya dirasa CV Jodo, Desa Kerkep, Kecamatan Gurah.

    Pelaku usaha penggilingan beras tersebut harus menghadapi kenaikan harga bahan baku sekaligus ancaman terganggunya produksi dalam beberapa pekan ke depan.

    Operasional Manager CV Jodo Gurah, Adam Hidafi Yusuf, mengatakan penurunan pasokan gabah mulai terasa sejak sekitar Agustus. Bahkan, kondisi di lapangan saat ini menunjukkan aktivitas bongkar gabah jauh lebih sepi dibandingkan biasanya.

    “Ini sudah, ya, satu bulanan mungkin ya, yang benar-benar kosong gitu,” ujarnya saat ditemui Selasa (15/9/2026).

    Menurutnya, penggilingan masih bisa mendapatkan gabah apabila berani membeli dengan harga lebih tinggi. Namun, keputusan tersebut tidak mudah karena harus disesuaikan dengan biaya produksi dan harga jual beras.

    “Mungkin kita masih bisa dapat suplai kalau berani beli harga yang mahal. Tapi kan kita juga harus ngitung produksi kita. Kalau harganya terlalu mahal untuk hitungan produksi kita, ya masa kita akan tekor,” jelasnya.

    Adam bahkan memperkirakan persediaan bahan baku yang saat ini masih dimiliki penggilingan hanya mampu menopang kegiatan produksi sekitar dua hingga tiga pekan.

    “Kita masih mengandalkan stok yang masih ada. Tapi ini mungkin cuma sampai 2 minggu ke depan stok dan saya kebetulan responsible di produksi. Jadi produksi kita itu paling ya 2 minggu, maksimal 3 minggu mungkin enggak sampai,” terangnya.

    Adam menyebut kondisi kemarau diduga menjadi salah satu faktor yang membuat pasokan gabah menurun. Ketika suplai berkurang, sementara kebutuhan tetap berjalan, harga bahan baku pun ikut terdorong naik.

    “Kalau ketersediaan barang turun, harganya naik,” katanya.

    Harga beras di CV Jodo sendiri dibandrol dengan harga Rp14.800. Harga tersebut nyaris menyentuh angka HET yang kisaran Rp14.900 per kilogramnya.

    Menurut Adam, harga tersebut sudah menjadi upaya penggilingan untuk mempertahankan pasar dan pelanggan.

    “Harga kita sekarang 14.800. Itu yang bisa kita, itu pun saya bilang ini hanya untuk mempertahankan brand,” tuturnya.

    Adam menegaskan, penggilingan tidak bisa seenaknya menentukan harga. Harga jual harus memperhitungkan harga gabah yang diperoleh dari pemasok serta berbagai biaya produksi lainnya.

    Menurutnya, kondisi tersebut juga berbeda dengan harga yang ditemui konsumen di toko atau grosir. Penggilingan tidak memiliki kendali atas harga yang kemudian ditetapkan pedagang.

    “Kita tidak bisa mengontrol mereka. Mereka bisa menjual berapa pun,” ujarnya.

    Adam mengatakan, secara umum terdapat sejumlah wilayah yang menjadi kantong produksi gabah di Jawa Timur.
    Di wilayah timur, antara lain terdapat Lumajang, Jember, dan Banyuwangi. Sedangkan wilayah barat mencakup Ngawi, Madiun, Lamongan, Bojonegoro hingga Tuban.

    Berkurangnya pasokan dari wilayah-wilayah tersebut akan berdampak langsung terhadap penggilingan yang membutuhkan gabah secara rutin untuk menjaga kegiatan produksi.

    “Kita masih mengandalkan stok yang masih ada,” katanya.

    CV Jodo sendiri memiliki kapasitas mesin terpasang sekitar 20 ton per jam. Namun, kapasitas tersebut tidak otomatis digunakan secara maksimal karena produksi tetap bergantung pada ketersediaan bahan baku.

    Persoalan pasokan gabah bukan hanya menyangkut keberlangsungan usaha penggilingan. Adam juga mengkhawatirkan dampaknya terhadap para pekerja apabila produksi sampai terhenti.

    “Berapa ratus orang nanti yang terdampak di situ kan juga ee saya dibilang tega ya gimana?
    Masa kita mau juga gaji orang yang enggak kerja kan enggak mungkin,” lanjutnya.

    Adam berharap pemerintah dapat mencari jalan keluar atas persoalan harga gabah dan beras dengan mempertimbangkan seluruh mata rantai, mulai dari petani hingga konsumen.

    Ia menilai jika harga beras di tingkat konsumen dibatasi, maka harga bahan baku di tingkat bawah juga perlu mendapat perhatian agar penggilingan tidak berada dalam posisi tertekan.

    “Kalau bawah enggak dibantu, ya atasnya ya dibuka paling. Sehingga ada keseimbangan gitu,” tegasnya.

    Ia juga mempertanyakan sejauh mana pemerintah daerah dapat berperan karena kebijakan HET berada di tingkat pemerintah pusat.

    “Masalah utama itu suplai bahan, baik volume maupun harga. Volumenya tipis karena mungkin bencana, kemarau panjang, iklim dan sebagainya. Harganya juga langsung ikut,” ungkap Adam.

    Adam berharap pemerintah segera menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi pasokan gabah terus menurun. Sebab, jika stok di penggilingan habis sementara pasokan baru tidak masuk, dampaknya bukan hanya terhadap produksi beras, tetapi juga terhadap pekerja dan rantai pasok hingga konsumen.

    “Harapan saya ya harus ada jalan keluar, gimana. Kalau memang dilepas ya ini disesuaikan, kan gitu. Terus untuk harga gimana, Ya nanti kan customer yang menentukan. Customernya bisa beli enggak, kan gitu. Kalau customernya sudah jeri-jeri, ya sudah yang bawah juga harus dibatasi, jangan dilepas terus,” pungkasnya. [nik/ang]

    Berita Kediri Kemarau Kediri Penggilingan Padi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleGerebek Judi Sabung Ayam di Kandat Kediri, Polisi Bakar Bekas Perlengkapan

    Info Lainnya

    Gerebek Judi Sabung Ayam di Kandat Kediri, Polisi Bakar Bekas Perlengkapan

    15 September 2026 - 18:01

    Kasus Pencabulan di Ponpes Mojo Kediri, Santri Dituntut 2 Bulan Pembinaan

    15 September 2026 - 17:50

    Wali Kota Vinanda Serahkan Bantuan Alat Mobilitas untuk Penyandang Disabilitas di Kediri

    15 September 2026 - 17:37

    Angin Kencang Picu Dua Kebakaran di Kediri, Lahan Tebu hingga Area RWS Terbakar

    14 September 2026 - 18:20

    Jaga Ketahanan Pangan, Polsek Kandat Dampingi Peternak Ayam di Desa Karangrejo

    14 September 2026 - 18:14

    Semarak Maulid Nabi, 400 Anak Yatim di Kota Kediri Terima Santunan Rp200 Ribu

    14 September 2026 - 18:06
    Leave A Reply Cancel Reply

    Info Menarik!

    Bukan Cuma Harga Beras Naik, Kemarau Kini Ancam Produksi Penggilingan di Kediri

    15 September 2026 - 20:18

    Gerebek Judi Sabung Ayam di Kandat Kediri, Polisi Bakar Bekas Perlengkapan

    15 September 2026 - 18:01

    Kasus Pencabulan di Ponpes Mojo Kediri, Santri Dituntut 2 Bulan Pembinaan

    15 September 2026 - 17:50

    Wali Kota Vinanda Serahkan Bantuan Alat Mobilitas untuk Penyandang Disabilitas di Kediri

    15 September 2026 - 17:37

    Angin Kencang Picu Dua Kebakaran di Kediri, Lahan Tebu hingga Area RWS Terbakar

    14 September 2026 - 18:20
    © 2026 TahuKediri.ID | serba tahu soal Kediri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.