Kediri (tahukediri.id) – Dinas Pendidikan bersama Baznas Kota Kediri Kediri menyalurkan santunan kepada ratusan anak yatim mulai dari jenjang TK, SD, dan SMP di Kota Kediri, pada Senin (14/9/2026).
Berlokasi di Dinas Pendidikan Kota Kediri, santunan tersebut menjadi salah satu rangkaian kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang mempertemukan berbagai unsur pendidikan di Kota Kediri, mulai dari kepala sekolah, guru, pengawas hingga organisasi pendidikan seperti K3S, MKKS, IGTKI dan HIMPAUDI.
Wakil Wali Kota Kediri K.H Qowimuddin Thoha yang turut hadir dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasinya atas kepedulian jajaran pendidikan terhadap anak yatim. Ia menilai pendidikan dan pembentukan generasi masa depan merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya orang tua.
“Kami atas nama pemerintah mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada Dinas Pendidikan yang kemudian menginisiasi acara Maulid ini yang mengumpulkan dan kemudian akan ada pencerahan yang nantinya akan menjadi semangat bagi kita semua untuk mengabdikan diri, mencurahkan, menguatkan kemampuan terbaik kita dan kita memiliki tidak lain tidak bukan dalam rangka bagaimana anak-anak kita, putra-putri kita yang ada di Kota Kediri betul-betul mendapat asupan ilmu,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Gus Qowim juga mengajak para pendidik meneladani cara Rasulullah SAW dalam mendidik generasi. Ia menyampaikan tiga metode tarbiyah, yakni tarbiyah bil kalam melalui penyampaian ilmu, tarbiyatul hal melalui keteladanan, dan tarbiyah bid-doa melalui doa.
Menurutnya, membentuk generasi yang saleh dan salehah membutuhkan proses panjang yang melibatkan ilmu, keteladanan, ikhtiar dan doa.
“Insyaallah kalau kita juga melibatkan Allah dalam proses mengajar-mengajar dalam proses transformasi ilmu bisa berjalan dengan lancar sesuai dengan harapan kita,” katanya.
Ia berharap kolaborasi antara pemerintah, sekolah, guru, orang tua dan masyarakat terus diperkuat demi menyiapkan generasi terbaik Kota Kediri.
“Harapan kita sama menjadikan putra-putri kita menjadi putra-putri yang soleh-solehah yang bisa dibanggakan oleh kedua orang tuanya, mengangkat derajat kedua orang tuanya sekaligus membanggakan kepada diri khususnya dan tentunya menjadi bermanfaat bagi nusa, bangsa dan agama,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Mandung Sulaksono, mengatakan dalam kesempatan itu, sebanyak 400 siswa mulai dari TK, SD, hingga SMP menerima santunan tersebut. Masing-masing siswa mendapat Rp200.000 ribu.
Menurutnya, pemberian santunan tersebut merupakan bentuk kepedulian insan pendidikan terhadap anak-anak yatim di Kota Kediri.
Santunan tersebut berasal dari tasaruf Unit Pengumpul Zakat dan Infak (UPZ). Dana dihimpun dari kepedulian berbagai pihak di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Kediri, termasuk staf, kepala sekolah dan guru.
“Santunan anak yatim ini, ini tasaruf dari kita kan pengelola Unit Pengumpul Zakat sama Infaq. Nah, teman-teman ada pemikiran, “Pak, ada santunan.” Oke, bagus itu. Tunjukkan,” ujarnya.
Mandung menegaskan, kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni. Ia berharap semangat berbagi dan kebersamaan di lingkungan pendidikan dapat terus dilanjutkan melalui kegiatan-kegiatan berikutnya.Seperti dalam kegiatan menyambut bulan Ramadan nanti.
Menurutnya, kegiatan sosial seperti santunan dapat menjadi bagian dari upaya membangun kepedulian di antara insan pendidikan sekaligus memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Kegiatan Maulid Nabi ini sendiri digelar atas inisiatif bersama K3S, MKKS, IGTKI dan HIMPAUDI. Tidak hanya menjadi ajang penguatan spiritual, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan untuk mempererat komunikasi antarinsan pendidikan dari tiga kecamatan di Kota Kediri.
“Alhamdulillah, nanti akan kita tindak lanjuti juga dengan kebersamaan ini nanti menyambut Ramadan. Insyaallah lah, dari apa kebersamaan ini nanti kita ada satu persepsi itu. Bahwa pendidikan itu podo, kualitasnya podo, ora enek favorit meneh, kabeh favorit, harap-harap kita,” tandasnya. [nik/ang]

