Close Menu
tahukediri.idtahukediri.id
    What's Hot

    319 Atlet Ikuti Kejuaraan Pencak Silat Piala Bupati Kediri 2026

    18 Juli 2026 - 18:54

    Universitas Kadiri Lepas 770 Wisudawan, Targetkan Rintisan Program S3 dan Perluas Jaringan Global

    18 Juli 2026 - 18:49

    Apel Akbar Pramuka di Kediri Libatkan 10 Ribu Peserta, Dorong Generasi Muda Cinta Pertanian

    18 Juli 2026 - 08:50
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.id
    • Beranda
    • News
    • Travel
      • Wisata
      • Kuliner
      • Seni & Budaya
    • Multimedia
      • Foto
      • Video
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Arsip
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.idtahukediri.id
    Home»Seni dan Budaya»Beda Tegowangi, Candi Surowono Kediri Lebih Diminati Malam Hari, Kenapa?

    Beda Tegowangi, Candi Surowono Kediri Lebih Diminati Malam Hari, Kenapa?

    Nanik Dwi JayantiNanik Dwi Jayanti Seni dan Budaya 7 Mei 2025 - 20:30
    WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Pinterest Email
    Foto TahuKediri ID
    Candi Surowono adalah warisan Budaya Kediri. [foto : Nanik Dwi Jayanti/tahukediri.id]
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    [Kediri (tahukediri.id) – Candi Tegowangi dan Candi Surowono adalah warisan Budaya Kediri dengan nilai sejarah yang menarik untuk dikunjungi.

    Meski begitu, kedua wisata budaya Kediri tersebut memiliki daya tarik tersendiri di mata wisatawan, bukan hanya pada reliefnya tetapi juga latar belakang sejarah yang menyertainya.

    Dari pantauan tahukediri.id, pada Rabu (7/5/2025), Candi Surowono lebih sepi pengunjung dibanding dengan Candi Tegowangi.

    Bapak Malik, juru kunci Candi Surowono menjelaskan, ada beberapa faktor pengunjung Candi Surowoni ini tidak seramai Candi Tegowangi. Di antaranya karena lokasi candi yang lebih panas terlebih saat pagi dan siang hari.

    “Jumlah pengunjung tahun ini lebih sepi dibanding tahun kemarin. Biasaya anak-anak kampung Inggris dibawanya ke sini, sekarang sepi. Hanya ada beberapa seperti pelajar dan pengunjung luar. Kalau sekitar sini nggak ada,” terangnya.

    Juri kunci berusia 45 tahun tersebut melanjutkan, bahwa pengunjung Candi Surowoni ini lebih sering diminati pada malam hari, terutama bagi orang yang memiliki hajat.

    Candi Surowono adalah warisan Budaya Kediri [foto : Nanik Dwi Jayanti/tahukediri.id]
    “Kalau malam hari malah lebih sering, biasanya orang yang mau punya hajat seperti mau nikah. Waktu pemilihan kemarin juga banyak yang kesini malam hari, utusan spiritual Pak Prabowo kemarin juga kesini, utusan pak Jokowi juga sering kesini. Utusannya aja tapi, karena kan pejabat nggak berani ke Kediri,” imbuhnya.

    Disebutkan, terakhir ada rombongan dari Bali yang melakukan ritual di Candi Surowono pada malam hari.

    Di kesempatan yang sama, Ladiya seorang pelajar yang sedang melakukan tugas sekolah di Candi Surowono mengatakan bahwa Candi Surowono ini sebenarnya menarik karena tak hanya sejarah tetapi juga ada cerita rakyat dengan nilai-nilai moral di dalamnya seperti cerita Gubuksa dan Gagang Aking yang tergambar pada relief candi.

    “Candi Serowono ini menarik sih, tapi itu sepi, panas juga, yang rindang kan bagian sini aja (sebelah timur candi) gazebonya juga cuma ada satu. Kalau di Candi Tegowangi kan lebih rindang, ada banyak jajanan juga, trus tempatnya luas. Biasanya dibuat camping juga,” terang Ladiya.

    Jadi gimana, lebih tertarik berkunjung ke Candi Tegowangi atau Candi Surowono atau kunjungi keduanya untuk mendapatkan pengalaman yang berbeda mengingat jaraknya lokasi tak begitu jauh. ***

    Reporter : Nanik Dwi Jayanti

    Candi Surowono jatim kediri
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleHidden Gem Ramen di Kampung Inggris Pare, Konsep Khas Kedai Jepang
    Next Article Ikuti Munas APEKSI, Mbak Wali Pererat Sinergi Antar Kota untuk Wujudkan Kota Kediri MAPAN

    Info Lainnya

    Candi Tegowangi Jadi Panggung Sastra Saraswati Sewana Yatra 2026

    16 Juli 2026 - 20:07

    Kirab Agung Budaya Dorok Tutup Rangkaian Bulan Suro, Toleransi Jadi Pesan Utama

    12 Juli 2026 - 17:45

    Ratusan Warga Semarakkan Tradisi Unduh-Unduh GKJW Sidorejo, Lelang Hasil Panen Jadi Daya Tarik

    12 Juli 2026 - 17:30

    Wisatawan Jepang Ikut Jamasan Arca Totok Kerot Kediri, Tertarik Pelestarian Budaya dan Sejarah Lokal

    9 Juli 2026 - 19:41

    Ribuan Warga Meriahkan Larung Sesaji Gunung Kelud 2026, Tradisi Leluhur Kian Diminati Generasi Muda

    28 Juni 2026 - 16:04

    Keliling Desa 3 Kilometer, Warga Kandangan Lestarikan Tradisi Mendhem Golekan Bulan Suro

    19 Juni 2026 - 15:52
    Leave A Reply Cancel Reply

    Info Menarik!

    319 Atlet Ikuti Kejuaraan Pencak Silat Piala Bupati Kediri 2026

    18 Juli 2026 - 18:54

    Universitas Kadiri Lepas 770 Wisudawan, Targetkan Rintisan Program S3 dan Perluas Jaringan Global

    18 Juli 2026 - 18:49

    Apel Akbar Pramuka di Kediri Libatkan 10 Ribu Peserta, Dorong Generasi Muda Cinta Pertanian

    18 Juli 2026 - 08:50

    Rumah di Purwoasri Kediri Terbakar Saat Pemilik Terlelap, Kerugian Capai Rp250 Juta

    18 Juli 2026 - 08:06

    Tak Sekadar Lulus, Mas Bup Ingatkan Peserta PBK 2026 Harus Mampu Berkarya di Dunia Kerja

    17 Juli 2026 - 22:38
    © 2026 TahuKediri.ID | serba tahu soal Kediri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.