Close Menu
tahukediri.idtahukediri.id
    What's Hot

    Ratusan Pedagang Pasar Bandar dan Pahing Belum Urus Legalitas, Perumda Beri Waktu 7 Hari

    24 September 2026 - 08:47

    Satgas Pangan Kediri Sidak Beras di Pare, Harga Gabah Jadi Sorotan

    23 September 2026 - 22:17

    Tak Hanya Bantuan, Kapolres Kediri Beri Dukungan Moril untuk Marfel, Bocah 11 Tahun yang Rawat Ibunya

    22 September 2026 - 20:43
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.id
    • Beranda
    • News
    • Travel
      • Wisata
      • Kuliner
      • Seni & Budaya
    • Multimedia
      • Foto
      • Video
    • Tahu Hukum
    • Tentang
    • Arsip
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.idtahukediri.id
    Home»News»Belum Final, Pemkab Kediri Masih Kaji Sistem 5 Hari Sekolah

    Belum Final, Pemkab Kediri Masih Kaji Sistem 5 Hari Sekolah

    Nanik Dwi JayantiNanik Dwi Jayanti News 23 Juni 2026 - 19:18
    WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Pinterest Email
    Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Kediri (tahukediri.id) – Wacana penerapan sistem lima hari sekolah di Kabupaten Kediri hingga kini masih belum ada keputusan final dari pemerintah daerah.

    Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menegaskan bahwa rencana penerapan sistem lima hari sekolah di Kabupaten Kediri sampai saat ini masih dalam tahap kajian dan penjaringan aspirasi aspirasi dari berbagai elemen masyarakat, termasuk guru Madrasah Diniyah (Madin), TPQ, organisasi keagamaan, hingga DPRD Kabupaten Kediri.

    “Perlu disampaikan bahwa, sampai dengan saat ini kebijakan 5 hari sekolah masih berada pada tahap penyusunan kajian dan penjaringan aspirasi masyarakat atau jika diperlukan kita lakukan uji publik. Sehingga belum ada keputusan final untuk menerapkan secara menyeluruh,” ujarnya dalam Penyampaian Jawaban Bupati Kediri Terhadap Pandangan Umum Fraksi-fraksi atas Raperda tentang Pertanggungjawaban pelaksanaan APBD tahun anggaran 2025, Selasa (23/6/2026).

    Banner Promo

    Ia mengapresiasi Forum Komunikasi Guru Madin (FKG) yang telah menyampaikan pandangan terkait rencana penerapan lima hari sekolah. Menurutnya, berbagai masukan tersebut menjadi bagian penting dalam proses penyusunan kebijakan.

    Mas Bupati, sapaan akrabnya mengakui, penerapan lima hari sekolah memiliki tantangan tersendiri di daerah yang memiliki aktivitas pendidikan keagamaan cukup kuat seperti Kabupaten Kediri. Karena itu, pemerintah daerah tidak ingin mengambil keputusan secara tergesa-gesa tanpa mempertimbangkan dampaknya terhadap keberlangsungan Madin dan TPQ.

    Ia juga menyebut telah menerima berbagai aspirasi, termasuk surat dari PCNU yang menyampaikan sikap terkait wacana tersebut.

    “Kemarin saya sudah menerima surat dari PCNU juga, bahwa PCNU secara tegas menolak. Saya menghargai itu. Pada prosesnya keputusan nanti akan kita musyawarahkan,” jelasnya.

    Menurutnya, meski kebijakan lima hari sekolah merupakan turunan dari regulasi pemerintah pusat yang telah diperkenalkan sejak 2017, menurut Mas Dhito kondisi di setiap daerah memiliki karakteristik yang berbeda sehingga membutuhkan pendekatan yang sesuai.

    “Di tingkat daerah ada beberapa perbedaan seperti guru madin dan TPQ yang mereka pasti akan terganggu jika diterapkan 5 hari sekolah,” ungkapnya.

    Untuk itu, Pemkab Kediri masih membuka ruang dialog seluas-luasnya sebelum menentukan kebijakan yang akan diterapkan. Baik opsi lima hari maupun enam hari sekolah masih menjadi bagian dari kajian yang sedang berjalan.

    “Kita uji publik dulu lah. Kita tunggu respon masyarakat seperti apa, pandangan dari teman-teman dewan seperti apa. Ini kita carikan formulanya, 6 hari sekolah atau 5 hari sekolah ini kita masih akan kaji,” tandasnya. [nik/ang]

    5 Hari Sekolah Berita Kediri Bupati Kediri
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticlePolres Kediri Rotasi Kasat Reskrim, AKP Angga Riatma Nahkodai Satreskrim
    Next Article Mas Dhito Ungkap Penyebab SiLPA Rp385,3 Miliar di APBD Kediri 2025

    Info Lainnya

    Ratusan Pedagang Pasar Bandar dan Pahing Belum Urus Legalitas, Perumda Beri Waktu 7 Hari

    24 September 2026 - 08:47

    Satgas Pangan Kediri Sidak Beras di Pare, Harga Gabah Jadi Sorotan

    23 September 2026 - 22:17

    Tak Hanya Bantuan, Kapolres Kediri Beri Dukungan Moril untuk Marfel, Bocah 11 Tahun yang Rawat Ibunya

    22 September 2026 - 20:43

    Lima Hari Sekolah di Kediri Belum Diputuskan, Disdik Siapkan 3 Alternatif

    22 September 2026 - 20:38

    Komisi B DPRD Kota Kediri Janji Kaji Regulasi Pasar Bandar dan Pahing, Pedagang Tunggu Langkah Konkret

    22 September 2026 - 20:30

    Mayat Perempuan Tanpa Identitas Gegerkan Bendungan Waruturi Kediri

    22 September 2026 - 17:05
    Leave A Reply Cancel Reply

    Info Menarik!

    Ratusan Pedagang Pasar Bandar dan Pahing Belum Urus Legalitas, Perumda Beri Waktu 7 Hari

    24 September 2026 - 08:47

    Satgas Pangan Kediri Sidak Beras di Pare, Harga Gabah Jadi Sorotan

    23 September 2026 - 22:17

    Tak Hanya Bantuan, Kapolres Kediri Beri Dukungan Moril untuk Marfel, Bocah 11 Tahun yang Rawat Ibunya

    22 September 2026 - 20:43

    Lima Hari Sekolah di Kediri Belum Diputuskan, Disdik Siapkan 3 Alternatif

    22 September 2026 - 20:38

    Komisi B DPRD Kota Kediri Janji Kaji Regulasi Pasar Bandar dan Pahing, Pedagang Tunggu Langkah Konkret

    22 September 2026 - 20:30
    © 2026 TahuKediri.ID | serba tahu soal Kediri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.