Kediri (tahukediri.id) – Bulog Kediri memastikan distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke pasar akan kembali normal dalam waktu dekat.
Sebelumnya, sejak lebih dari sepekan beberapa kios di Pasar Pamenang Pare menyebut tidak menerima kiriman beras SPHP dari Bulog.
Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Kediri, Harisun, membenarkan tersendatnya pendistribusian tersebut. Ia enjelaskan, bahwa penghentian sementara pengiriman beras SPHP selama sekitar satu minggu tidak hanya terjadi di Pasar Pamenang Pare, tetapi juga di sejumlah titik distribusi lainnya.
“Betul, betul mbak sudah seminggu memang kami tidak mengirim karena keterbatasan plastik. Tidak hanya di pasar Pamenang saja,” ujarnya saat dikonfirmasi tahukediri.id, Selasa (16/6/2026).
Meski begitu, Harisun optimistis distribusi beras SPHP akan kembali berjalan normal mulai pekan depan sehingga masyarakat dapat kembali memperoleh beras dengan harga terjangkau.
“Mudah-mudahan aja minggu depan bisa normal kemabli, karena kemarin kita sudah terima plastik itu dari Jakarta,” ujarnya.
Terkait tren kenaikan harga beras di pasaran, Harisun memastikan kondisi tersebut tidak memengaruhi stok maupun program SPHP yang dijalankan Bulog. Ia menegaskan Bulog memiliki komitmen untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan beras bagi masyarakat.
HET Harga beras SPHP sendiri dibandrol Rp62.500 per 5kg. Harga tersebut tidak berubah dibanding harga beras lainnya yang mulai merangkak naik dikisaran Rp14.500 per kg.
Harisun menambahkan, Bulog masih terus melakukan penyerapan gabah dan beras dari petani hingga akhir tahun. Penyerapan yang berjalan lancar tersebut membuat akumulasi stok terus bertambah.
“Kita masih sekarang tetap melakukan penyerapan atau pembelian gabah dari petani tetap kita sampai akhir Desember, maka otomatis akumulasi stok itu kan tetap bertambah,” katanya.
Tak hanya mencukupi kebutuhan wilayah Kediri dan sekitarnya, Bulog Kediri juga berkontribusi memasok beras ke sejumlah daerah yang mengalami defisit pangan. Beras dari Kediri secara rutin dikirim ke berbagai wilayah seperti Papua, Madura, dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Kondisi beras di wilayah kami surplus. Karena itu, kami juga mengirim pasokan ke daerah-daerah yang membutuhkan seperti Papua, Madura, dan NTT,” jelas Harisun.
Harisun menyebut, stok beras yang dikuasi Bulog Kediri mencapai sekitar 97 ribu ton dan diprediksi akan aman sampai 14 bulan kedepan.
“Stok beras kita melimpah, 97.000 ton. InsyaAllah aman sampai 14 bulan kedepan,” pungkasnya. [nik/ang]

