Kediri (tahukediri.id) – Momen arus mudik dan balik libur lebaran juga berdampak pada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Kediri. Salah satunya usaha Getuk Pisang Kak Leman milik Muhammad Sulaiman yang terus menunjukkan geliat positif pada saat ini.
Warga Desa Kwadungan, Kecamatan Ngasem ini mengungkapkan bahwa usaha yang dirintisnya sejak tahun 2017 itu mengalami lonjakan penjualan 300-500 persen dari hari biasa.
“Untuk penjualan di hari momen lebaran ini menaik drastis enggak 100 persen bahkan 200 persen. Kalau saya bisa mengatakan hampir 300-500 persen kenaikannya penjualannya di momen lebaran ini,” katanya saat ditemui di tempat usahanya yang berlokasi di Jl. Raden Wijaya No.324, Kwadungan, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.
Sulaiman menceritakan, sebelum merintis usahanya, dirinya sempat berjualan pisang goreng keju yang diberi nama “Kak Leman” pada tahun 2015.
“Awal-awalnya tahun 2015 itu saya jualan pisang goreng, namanya Pisang Goreng Keju pakai tepung panir saya namai Kak Leman,” kenangnya
Seiring waktu, ia mulai melakukan observasi pasar dan belajar dari berbagai pengalaman, termasuk saat bekerja di toko oleh-oleh di Kediri. Dari situlah muncul ide untuk mengembangkan getuk pisang, jajanan khas yang memiliki nilai jual tinggi sebagai buah tangan.
“Saya belajar-belajar itu, ada ide untuk pembuatan getuk pisang yang salah satu ciri khas dari jajanan oleh-oleh di Kota Kediri. Saya belajar dari teman. Waktu itu saya juga lagi belajar di toko oleh-oleh di Kediri dan latihan-latihan, mempelajari bagaimana membuat ketuk pisang itu,” lanjutnya.

Setelah melalui proses belajar dan berbagai percobaan, Sulaiman akhirnya mulai fokus memproduksi getuk pisang pada tahun 2017.
Usahanya bukan berarti lancar terus. Pasang-surut, juga ia lalui hingga bertahan sampai sekarang.
“Waktu itu dari tahun-tahun awalnya belajarnya berhasil, tidak berhasil. Akhirnya saya bertahan sama sekarang 2026 ini. Alhamdulillah ya berjalan sampai baik ini,” ungkapnya.
Memasuki momen Lebaran, permintaan Getuk Pisang Kak Leman meningkat drastis. Jika pada hari biasa produksi berkisar 1.000 hingga 1.500 getuk pisang per hari, saat Lebaran bisa mencapai hingga 3.000 getuk pisang per hari.
Menurut Sulaiman, tingginya permintaan ini dipicu oleh banyaknya pemudik yang mencari oleh-oleh khas Kediri untuk dibawa ke daerah asal, bahkan hingga luar pulau.
Meski demikian, peningkatan penjualan juga diiringi dengan naiknya harga bahan baku. Mulai dari pisang, gula, daun pembungkus, hingga bahan pendukung lainnya mengalami kenaikan.
“Dari bahan-bahannya kalau momen lebaran naik dari daun, pisang, bahkan dari tali rafia yang untuk menali itu, itu aja sudah naik. Dari gula juga naik banyak. Dari gula sama gula pahling. Jadi bisa-gak bisa kita naikkan mengikuti dari kita pembelian bahan-bahannya itu,” jelasnya.
Harga getuk pisang yang semula sekitar Rp1.400 per buah kini naik menjadi Rp1.600 hingga Rp2.200, terutama saat momen Lebaran.
Dalam hal pemasaran, produk Getuk Pisang Kak Leman didistribusikan melalui berbagai toko oleh-oleh di wilayah Kediri, seperti di GTT Pusat Oleh-oleh Kediri di Ngasem, toko oleh-oleh daerah Plosoklaten, dan Wates.
Selain itu, penjualan juga dilakukan secara online melalui mitra yang mengambil produk langsung dari tempat produksi.
Dengan konsistensi dan inovasi, Sulaiman berharap usahanya terus berkembang dan mampu membawa getuk pisang sebagai ikon oleh-oleh khas Kediri yang semakin dikenal luas. [nik/ang]

