Close Menu
tahukediri.idtahukediri.id
    What's Hot

    Kota Kediri Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Wushu Jatim dan Nasional, 1.306 Atlet Ambil Bagian

    16 Oktober 2026 - 20:40

    Diduga Akibat Pembakaran Daduk, Lahan Tebu di Papar Kediri Terbakar, Kerugian Capai Rp150 Juta

    16 Oktober 2026 - 20:36

    Disdagin Kediri Matangkan Penataan 715 Pedagang, Pengundian Lapak Pasar Ngadiluwih Dimulai 27 Oktober

    16 Oktober 2026 - 20:33
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.id
    • Beranda
    • News
    • Travel
      • Wisata
      • Kuliner
      • Seni & Budaya
    • Multimedia
      • Foto
      • Video
    • Tahu Hukum
    • Tentang
    • Arsip
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.idtahukediri.id
    Home»News»Cegah Bullying, Sekolah Rakyat Kediri Terapkan Pendampingan di Setiap Aktivitas Siswa

    Cegah Bullying, Sekolah Rakyat Kediri Terapkan Pendampingan di Setiap Aktivitas Siswa

    Nanik Dwi JayantiNanik Dwi Jayanti News 15 Juli 2026 - 17:42
    WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Pinterest Email
    MPLS di Sekolah Rakyat Kabupaten Kediri.
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Kediri (tahukediri.id) – Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) I Kabupaten Kediri pastikan tidak ada bullying maupun kekerasan selama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang dimulai sejak kemarin, Selasa (14/7/2026).

    Kepala SRT I Kabupaten Kediri, Fadeli mengatakan, pada masa pengenalan ini, sekolah memprioritaskan pembentukan karakter sosial dan spiritual peserta didik. Dalam hal ini, pembiasaan karakter menjadi fokus utama selama MPLS. Siswa dibimbing melalui berbagai aktivitas yang menanamkan nilai disiplin, kepedulian, hingga pembiasaan ibadah.

    “MPLS ampai dengan tanggal 31 Juli. Nah, itu nanti fokus pada penanaman karakter, terutama karakter-karakter yang sifatnya karakter sosial, karakter spiritual, artinya kami latih yang mula-mula tidak salat, kami ajak salat. Yang mula-mula salatnya sendirian, kita ajak berjamaah,” jelasnya.

    Banner Promo

    Selain itu, pihaknya juga memberikan perhatian serius terhadap pencegahan bullying, kekerasan fisik maupun seksual, serta intoleransi yang menjadi pelanggaran berat di lingkungan Sekolah Rakyat.

    Lebih lanjut, Fadeli menjelaskan, untuk mencegah hal tersebut, sekolah menerapkan pola pendampingan penuh terhadap seluruh aktivitas siswa.

    “Dosa besar yang ada di SR itu ada tiga. Satu bullying, kemudian kekerasan fisik maupun seksual, intoleransi. Nah, resep kami tidak satu tidak semenit pun anak tanpa kegiatan. Selalu ada kegiatan. Yang kedua, tidak sedetik pun kegiatan tanpa pendampingan. Udah itu aja,” tegasnya.

    Menurutnya, seluruh kegiatan siswa telah disusun secara terjadwal, termasuk saat waktu istirahat dan makan. Bahkan kegiatan makan dilakukan dengan sistem makan terbimbing agar interaksi antar siswa tetap terpantau.

    Guru dan pendamping juga diminta aktif mengamati kondisi psikososial peserta didik. Apabila ditemukan gejala seperti siswa yang mulai menyendiri atau hanya berinteraksi dengan kelompok tertentu, pihaknya akan segera melakukan pendampingan.

    “Jadi tidak semenit pun anak tanpa kegiatan, enggak ada waktu luang, tidak sedetik pun kegiatan tanpa pendampingan dan saya ingin anak, teman-teman saya sampaikan, kalau melihat gejala sosial sekecil apapun, misalnya ada anak menyendiri, misalnya ada ke setiap satu dengan dua orang ini saja, ah ini pantau kita masuk. Itu antisipasi kami,” terangnya.

    Pendekatan tersebut, lanjutnya, terbukti efektif. Selama satu tahun penyelenggaraan Sekolah Rakyat di Kabupaten Kediri, tidak ditemukan kasus bullying maupun kekerasan terhadap peserta didik.

    “Alhamdulillah, setahun kemarin kita aman, ndak ada kekerasan, ndak ada bullying, bahkan bahkan anak-anak ini sudah nyaman,” ujarnya.

    Terkait kurikulum, Sekolah Rakyat tetap mengacu pada Kurikulum Nasional dari Kementerian Pendidikan. Namun, penerapannya menggunakan sistem multi-entry dan multi-exit, sehingga penerimaan peserta didik dilakukan secara bertahap sesuai kesiapan masing-masing sekolah.

    “Makanya ini kalau MPLS ini kan tanggal 14 ini yang MPLS Indonesia, tanggal 19. Mungkin nanti tanggal 31 Juli ada lagi MPLS angkatan kedua. Kemudian tanggal 15 Agustus ada lagi, 30 Agustus ada lagi. Melihat kesiapan masing-masing. Kesiapan maksudnya kesiapan sekolah masing-masing,” jelasnya.

    Melalui sistem tersebut, Sekolah Rakyat Terintegrasi I Kabupaten Kediri berharap mampu menghadirkan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, serta mampu membentuk peserta didik yang berkarakter dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi. [nik/ang]

    Berita Kediri Kabupaten Kediri MPLS Kediri Sekolah Rakyat Kediri
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleBNN Kediri Wanti-wanti Ancaman Narkoba dalam Liquid Vape pada Pelajar
    Next Article Diduga Tersengat Listrik, Wanita Muda Ditemukan Tak Bernyawa di Rumah Kontrakan Gampengrejo

    Info Lainnya

    Kota Kediri Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Wushu Jatim dan Nasional, 1.306 Atlet Ambil Bagian

    16 Oktober 2026 - 20:40

    Diduga Akibat Pembakaran Daduk, Lahan Tebu di Papar Kediri Terbakar, Kerugian Capai Rp150 Juta

    16 Oktober 2026 - 20:36

    Disdagin Kediri Matangkan Penataan 715 Pedagang, Pengundian Lapak Pasar Ngadiluwih Dimulai 27 Oktober

    16 Oktober 2026 - 20:33

    Buntut Protes Warga, Tambang PT EPAS di Puncu Ditutup Sementara hingga Kajian Independen Keluar

    16 Oktober 2026 - 15:55

    Sasar Dua Kafe Karaoke di Kras, Polres Kediri Temukan Satu Orang Diduga Positif Narkoba

    15 Oktober 2026 - 19:21

    Kunjungi KDMP Sonorejo, Menko Pangan Tekankan Penyaluran Subsidi Tepat ke Masyarakat

    15 Oktober 2026 - 19:17
    Leave A Reply Cancel Reply

    Info Menarik!

    Kota Kediri Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Wushu Jatim dan Nasional, 1.306 Atlet Ambil Bagian

    16 Oktober 2026 - 20:40

    Diduga Akibat Pembakaran Daduk, Lahan Tebu di Papar Kediri Terbakar, Kerugian Capai Rp150 Juta

    16 Oktober 2026 - 20:36

    Disdagin Kediri Matangkan Penataan 715 Pedagang, Pengundian Lapak Pasar Ngadiluwih Dimulai 27 Oktober

    16 Oktober 2026 - 20:33

    Buntut Protes Warga, Tambang PT EPAS di Puncu Ditutup Sementara hingga Kajian Independen Keluar

    16 Oktober 2026 - 15:55

    Sasar Dua Kafe Karaoke di Kras, Polres Kediri Temukan Satu Orang Diduga Positif Narkoba

    15 Oktober 2026 - 19:21
    © 2026 TahuKediri.ID | serba tahu soal Kediri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.