Kediri (tahukediri.id) – Harga cabai naik seiring berkurangnya pasokan dan menurunnya kualitas hasil panen akibat cuaca panas yang melanda sejumlah sentra produksi di Kediri.
Salah satu pedagang cabai rawit Siti Muzdalifah (54) mengatakan harga cabai naik karena faktor cuaca dan stok barang yang berkurang.
“Cuacanya panas kualitas berkurang, trus yang dipanen nggak ada, sehingga ngaruh ke harga,” ujarnya, Selasa (28/7/2026).
Harga cabai rawit saat ini berkisar Rp38 ribu hingga Rp40 ribu bergantung jenis cabai. Sebelumnya dibandrol Rp30 ribu sampai Rp38 ribu.
Senada dengan Muzdalifah, pedagang cabai lainnya Nggor (40) menyebutkan, bahwa harga cabai kriting saat ini naik menjadi Rp24 ribu – Rp25 ribu. Sementara harga cabai merah besar turun di harga Rp22 ribu.
“Stok cabe kriting berkurang, kalau cabe besar InsyaAllah mencukupi, kiriman juga aman,” jelasnya.
Sementara itu, Koordinator Cabai Merah Besar Pasar Induk Pare, Henry Ariyawan mengatakan, faktor fluktuasi harga cabai naik saat ini dipengaruhi pada produksi yang berkurang dan kualitas cabai.
“Musim panas banyak cabe yang kempot-kempot, sing kenting-kenting jarang. Sing apik-apik malah larang. produksi berkurang karena cuaca panas seperti ini, kulak-kulak berkurang, seluruh titik sentra berkurang. Harga naik-turun. Kualitas menentukan harga untuk hari-hari ini,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (28/7/2026).
Menurut Henry, selama cuaca panas masih berlangsung, pergerakan harga cabai diperkirakan masih akan fluktuatif.
“Harga naik turun, tapi ini kita beruntung dapat kiriman dari Jawa Tengah,” pungkasnya.

