Close Menu
tahukediri.idtahukediri.id
    What's Hot

    319 Atlet Ikuti Kejuaraan Pencak Silat Piala Bupati Kediri 2026

    18 Juli 2026 - 18:54

    Universitas Kadiri Lepas 770 Wisudawan, Targetkan Rintisan Program S3 dan Perluas Jaringan Global

    18 Juli 2026 - 18:49

    Apel Akbar Pramuka di Kediri Libatkan 10 Ribu Peserta, Dorong Generasi Muda Cinta Pertanian

    18 Juli 2026 - 08:50
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.id
    • Beranda
    • News
    • Travel
      • Wisata
      • Kuliner
      • Seni & Budaya
    • Multimedia
      • Foto
      • Video
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Arsip
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.idtahukediri.id
    Home»Seni dan Budaya»Dekranasda Kabupaten Kediri Perkenalkan Batik Trinayana

    Dekranasda Kabupaten Kediri Perkenalkan Batik Trinayana

    Nanik Dwi JayantiNanik Dwi Jayanti Seni dan Budaya 12 November 2025 - 20:17
    WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Pinterest Email
    Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Timur, Arumi Bachsin Dardak yang hadir dalam rangkaian pengukuhan dan peluncuran SIM (Sistem Imformasi Management) PKK Kabupaten Kediri. [Nanik/tahukediri.id]
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Kediri (tahukediri.id) – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengukuhkan kepengurusan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) masa bakti 2025-2030, pada Selasa (11/11).

    Pada kesempatan tersebut pihaknya juga me-launching Batik Trinayana dalam rangkaian Faishion Batik Festival di Convention Hall SLG (Simpang Lima Gumul).

    Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana dalam sambutannya menegaskan komitmennya dalam mendukung penuh kegiatan PKK maupun Dekranasda Kabupaten Kediri.

    “Saya tidak mau lagi mendengar alasan urusan PKK atau Dekranasda tidak ada anggaran. Kalau ada yang bilang begitu, akan saya tindak tegas,” ujar Bupati yang akrab disapa Mas Dhito itu disambut tepuk tangan hadirin.

    Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mengembangkan industri kreatif di Kabupaten Kediri, terutama dengan dibukanya bandara yang menjadi pintu baru pertumbuhan ekonomi daerah.

    “Artinya yang terpenting itu adalah, oh ini punya-nya kabupaten, ini punya-nya kota, ini punya-nya kita saling menyaingi itu yang kadang malah menghambat majunya sebuah daerah, justru kolaborasi katakanlah modelnya misalkan dari kabupaten, desainnya dari kota, itu yang harus dilakukan secara swakelola dan swadaya,” jelasnya.

    Mas Dhito, sapaan akrabnya juga meminta agar para pengrajin mempertahankan motif batik seperti Trinayana yang dinilainya kini tak hanya estetik tapi juga mulai rapi.

    “Motifnya itu dulu ada yang gambarnya estetik, terus sebelahnya gambar nanas, nggak jelas kalau urutannya. Sekarang sudah mulai rapi motifnya dan ini tolong dipertahankan, setiap motif itu punya makna, punya filosofi. Setiap motif itu juga pasti akan dilihat sama pembeli, itu tolong dijaga betul,” tegasnya.

    Menurutnya, Trinayana ini bukan hanya motif tetapi juga membawa pesan bagi simbol kesatuan keluarga dalam masa depan budaya negeri di mana bisa dimaknai sebagai pengingat agar pelestarian batik tidak hanya menjadi tugas pengrajin atau pemerintah, namun bagaimana dari rumah nilai-nilai diajarkan sejak kecil, diwariskan dan diberdayakan untuk masa depan nanti.

    Ketua Harian Dekranasda Tutik Purwaningsih menambahkan, saat ini ada 300 pengrajin di Kediri dan hampir setiap tahun dua kali mereka ikutan Inacraf di Jakarta. Beberapa produk bahkan sudah berhasil diekspor keluar.

    “Jadi industri kecil sampai menengah atau semuanya mendapatkan perhatian, apalagi komitmen beliau (Bupati Kediri) tadi paling tidak ada stimulus anggaran meskipun tidak full. Artinya kan efisiensi tetap ada, tapi bagaimana meskipun sedikit itu mempunyai dampak di teman-teman pengrajin,” imbuhnya.

    Tutik menegaskan, bahwa Dekranasda Kediri berkomitmen mendorong kreativitas dan inovasi melalui peluncuran motif batik terbaru bertajuk Trinayana Kediri, hasil penggalian dari nilai-nilai budaya dan sejarah kerajaan Kediri.

    “Setiap motif memiliki makna mendalam. Ini bagian dari upaya menggali kembali kekayaan budaya lokal agar terus hidup dan berkembang bersama zaman,” imbuhnya.

    Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Timur, Arumi Bachsin Dardak yang hadir dalam rangkaian pengukuhan dan peluncuran SIM (Sistem Imformasi Management) PKK sebelumnya memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah Kabupaten Kediri.

    “Bu Cicha (sapaan akrab Ketua Dekranasda Kabupaten Kediri Eriani Annisa Hanindhito) luar biasa. Pembinaan dan pelatihan untuk pengrajin berjalan baik, dan sinergi antara PKK, Dekranasda, dan dinas-dinas terkait sangat kompak. Harapannya, semangat ini terus dijaga agar produk-produk UMKM Kediri bisa melangkah ke kancah nasional bahkan internasional,” tutur Arumi.

    Menurut Bu Arumi, sapaan akrabnya batik Kediri memiliki keunikan tersendiri mulai dari warna, karakteristik hingga DNA pembuatannya.

    “Batik di sini kelihatan warna, karakteristiknya, dan DNA pembuatnya. Karena itu yang biasanya susah. Banyaknya saya melihat di daerah-daerah tertentu yang satu kota atau kabupaten, itu batik kan sama semua, walaupun yang buat beda-beda. Tapi di sini ada warna DNA dari pembuatnya juga sehingga itu yang membuat warna di Kabupaten Kediri jadi lebih beragam,” ungkapnya.

    Mas Dhito berharap kepengurusan Dekranasda yang baru ini bisa semakin solid dan memberikan dampak pertumbuhan ekonomi khususnya di Kabupaten Kediri.

    “Di kesempatan hari ini dalam periode kepengurusan Dekranasda 2025-2030, semoga pengurusnya semakin solid, bisa memberikan dampak yang luar biasa terhadap pertumbuhan ekonomi, khususnya di Kabupaten Kediri,” tutup Mas Dhito. ***

    Reporter : Nanik Dwi Jayanti

    Batik Trinayana jatim kediri
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleLumpur Bakar Nduk D’tha, Jajanan Jadul Rasa Kekinian Pertama di Pare Kediri
    Next Article Tuntut Kejelasan TKD untuk Proyek Tol Kediri – Tulungagung, Warga Tiron dan LSM GPN Geruduk DPRD

    Info Lainnya

    Candi Tegowangi Jadi Panggung Sastra Saraswati Sewana Yatra 2026

    16 Juli 2026 - 20:07

    Kirab Agung Budaya Dorok Tutup Rangkaian Bulan Suro, Toleransi Jadi Pesan Utama

    12 Juli 2026 - 17:45

    Ratusan Warga Semarakkan Tradisi Unduh-Unduh GKJW Sidorejo, Lelang Hasil Panen Jadi Daya Tarik

    12 Juli 2026 - 17:30

    Wisatawan Jepang Ikut Jamasan Arca Totok Kerot Kediri, Tertarik Pelestarian Budaya dan Sejarah Lokal

    9 Juli 2026 - 19:41

    Ribuan Warga Meriahkan Larung Sesaji Gunung Kelud 2026, Tradisi Leluhur Kian Diminati Generasi Muda

    28 Juni 2026 - 16:04

    Keliling Desa 3 Kilometer, Warga Kandangan Lestarikan Tradisi Mendhem Golekan Bulan Suro

    19 Juni 2026 - 15:52
    Leave A Reply Cancel Reply

    Info Menarik!

    319 Atlet Ikuti Kejuaraan Pencak Silat Piala Bupati Kediri 2026

    18 Juli 2026 - 18:54

    Universitas Kadiri Lepas 770 Wisudawan, Targetkan Rintisan Program S3 dan Perluas Jaringan Global

    18 Juli 2026 - 18:49

    Apel Akbar Pramuka di Kediri Libatkan 10 Ribu Peserta, Dorong Generasi Muda Cinta Pertanian

    18 Juli 2026 - 08:50

    Rumah di Purwoasri Kediri Terbakar Saat Pemilik Terlelap, Kerugian Capai Rp250 Juta

    18 Juli 2026 - 08:06

    Tak Sekadar Lulus, Mas Bup Ingatkan Peserta PBK 2026 Harus Mampu Berkarya di Dunia Kerja

    17 Juli 2026 - 22:38
    © 2026 TahuKediri.ID | serba tahu soal Kediri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.