Close Menu
tahukediri.idtahukediri.id
    What's Hot

    319 Atlet Ikuti Kejuaraan Pencak Silat Piala Bupati Kediri 2026

    18 Juli 2026 - 18:54

    Universitas Kadiri Lepas 770 Wisudawan, Targetkan Rintisan Program S3 dan Perluas Jaringan Global

    18 Juli 2026 - 18:49

    Apel Akbar Pramuka di Kediri Libatkan 10 Ribu Peserta, Dorong Generasi Muda Cinta Pertanian

    18 Juli 2026 - 08:50
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.id
    • Beranda
    • News
    • Travel
      • Wisata
      • Kuliner
      • Seni & Budaya
    • Multimedia
      • Foto
      • Video
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Arsip
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.idtahukediri.id
    Home»News»Harga Cabai di Kediri Anjlok, Petani Hanya Balik Modal

    Harga Cabai di Kediri Anjlok, Petani Hanya Balik Modal

    Nanik Dwi JayantiNanik Dwi Jayanti News 15 Januari 2026 - 07:46
    WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Pinterest Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Kediri (tahukediri.id) – Harga cabai merah di Kabupaten Kediri mengalami penurunan signifikan dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini membuat petani cabai hanya berada di titik impas atau Break Even Point (BEP), bahkan sebagian terancam merugi.

    Ketua Asosiasi Petani Cabai Indonesia (APCI) Kabupaten Kediri, Suyono, mengatakan saat ini seluruh jenis cabai sudah berada di bawah harga normal. Meski harga cabai rawit merah (CRM) dan cabai merah keriting (CMK) sempat mengalami kenaikan tipis, kondisi tersebut tidak bertahan lama.

    “Hari ini harga cabe rawit merah (CRM) dan cabe merah keriting (CMK) sedikit naik, biarpun pasokan bertambah. Sedangkan harga cabe merah besar (CMB) masih tetap dan pasokan berkurang,” katanya, pada Senin (12/1/2026).

    Lebih lanjut, Suyono menjelaskan, berkurangnya pasokan cabe merah besar hanya terjadi kemarin. Namun menurutnya yang membuat harga cabe merah menurun saat ini adalah panen raya di sejumlah daerah, dimana menyebabkan kelebihan pasokan di pasaran.

    “Pasokan berkurang hanya kemarin, tetapi saat ini harganya hancur Mbak, karena Kediri dan Banyuwangi panen raya terjadi upper supply,” jelasnya.

    Menurut Yono, kondisi tersebut membuat harga cabai jatuh di bawah biaya produksi. Akibatnya, petani tidak lagi memperoleh keuntungan.

    “Harga aneka cabai semuanya sudah di bawah harga normal. Artinya sudah di BEP. Jadi petani sudah tidak dapat keuntungan,” jelasnya.

    Yono menambahkan, harga cabai rawit merah di Kediri juga cenderung terus menurun karena wilayah dataran tinggi mulai memasuki masa panen. Bahkan, panen raya diperkirakan akan terjadi pada pertengahan bulan Ramadhan.

    “Harga CRM di Kediri cenderung turun karena dataran tinggi sudah mulai panen dan panen raya akan terjadi di pertengahan bulan Ramadhan,” katanya.

    Sebelumnya, harga cabai merah besar sempat menyentuh Rp45.000 per kilogram pada awal Desember, mulai turun memasuki akhir Desember dan semakin anjlok sejak awal Januari. Padahal, BEP cabai merah besar berada di angka Rp17.600 per kilogram.

    Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih menilai, penurunan harga tidak semata-mata disebabkan oleh produksi berlebih, melainkan lebih karena menurunnya permintaan pasca libur panjang.

    “Kalau kami amati di pasar Induk juga memang tidak seramai waktu Nataru kemarin. Ada sedikit penurunan permintaan masyarakat. Jadi waktu Nataru, waktu saya mau monev itu sudah tidak yang naik lagi sudah mulai turun. Karena memang produksi dari beberapa daerah waktu itu juga banyak,” jelasnya.

    Kami menyarankan kepada rekan-rekan pelaku usaha untuk berbelanja dengan bijak, ya. Terus gunakan produk lokal, jangan gunakan produk luar, baik pelaku usaha maupun masyarakat. Bahkan cabai pun juga diusahakan untuk membeli produk dalam negeri, setidaknya itu. Dan untuk teman-teman petani, tetap semangat dalam kondisi apa pun karena sangat membantu garda terdepan demi ketahanan pangan,” tandasnya. [nik/ang]

    Berita Kediri Cabai Kediri jatim Sayuran Kediri
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleMbak Vinanda Gowes Bersama Wali Kota Madiun, Melihat Berbagai Potensi Kota Kediri
    Next Article Persik Kediri Siap Rekrut 6 Pemain Asing dan Lokal di Bursa Transfer Paruh Musim

    Info Lainnya

    319 Atlet Ikuti Kejuaraan Pencak Silat Piala Bupati Kediri 2026

    18 Juli 2026 - 18:54

    Universitas Kadiri Lepas 770 Wisudawan, Targetkan Rintisan Program S3 dan Perluas Jaringan Global

    18 Juli 2026 - 18:49

    Apel Akbar Pramuka di Kediri Libatkan 10 Ribu Peserta, Dorong Generasi Muda Cinta Pertanian

    18 Juli 2026 - 08:50

    Rumah di Purwoasri Kediri Terbakar Saat Pemilik Terlelap, Kerugian Capai Rp250 Juta

    18 Juli 2026 - 08:06

    Tak Sekadar Lulus, Mas Bup Ingatkan Peserta PBK 2026 Harus Mampu Berkarya di Dunia Kerja

    17 Juli 2026 - 22:38

    Labfor Polda Jatim Olah TKP Pembakaran Rumah Janda di Plosoklaten Kediri

    17 Juli 2026 - 22:25
    Leave A Reply Cancel Reply

    Info Menarik!

    319 Atlet Ikuti Kejuaraan Pencak Silat Piala Bupati Kediri 2026

    18 Juli 2026 - 18:54

    Universitas Kadiri Lepas 770 Wisudawan, Targetkan Rintisan Program S3 dan Perluas Jaringan Global

    18 Juli 2026 - 18:49

    Apel Akbar Pramuka di Kediri Libatkan 10 Ribu Peserta, Dorong Generasi Muda Cinta Pertanian

    18 Juli 2026 - 08:50

    Rumah di Purwoasri Kediri Terbakar Saat Pemilik Terlelap, Kerugian Capai Rp250 Juta

    18 Juli 2026 - 08:06

    Tak Sekadar Lulus, Mas Bup Ingatkan Peserta PBK 2026 Harus Mampu Berkarya di Dunia Kerja

    17 Juli 2026 - 22:38
    © 2026 TahuKediri.ID | serba tahu soal Kediri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.