Kediri (tahukediri.id) – Kenaikan harga cabai di awal tahun 2026 belum mampu menggerakkan roda perdagangan di Pasar Setono Betek, Kota Kediri. Meski sejumlah komoditas hortikultura mengalami lonjakan harga, daya beli masyarakat justru cenderung melemah (19/01).
Harga cabai rawit dan lombok kecil tercatat mengalami kenaikan signifikan. Lombok kecil kini dijual hingga Rp50.000 per kilogram, naik dari sebelumnya Rp30.000. Sementara cabai rawit berada di kisaran Rp48.000 per kilogram, dari harga sebelumnya Rp40.000.
Har, salah satu pedagang sayur di Pasar Setono Betek, menyebut fluktuasi harga cabai dipicu oleh faktor cuaca yang tidak menentu.
“Kadang hujan, kadang panas, jadi berbuahnya sedikit. Sempat turun, tapi sekarang naik lagi,” ujarnya.
Menurut Har, kenaikan harga tersebut tidak berbanding lurus dengan tingkat penjualan. Permintaan pembeli justru menurun, terutama di awal tahun.
“Penjualan masih sepi. Cabe per hari kadang cuma laku 4 kilogram, kadang 5 kilogram, tidak menentu,” kata pedagang yang telah berjualan lebih dari 20 tahun dan berdomisili di Kelurahan Kaliombo itu.
Berbeda dengan cabai, sejumlah komoditas sayuran lain justru mengalami penurunan harga. Wortel kini dijual di kisaran Rp15.000-Rp18.000 per kilogram dari sebelumnya Rp20.000, sementara tomat turun menjadi Rp10.000 per kilogram dari harga Rp12.000.
Dina, pedagang sayur lainnya, mengatakan harga cabai merah besar dan cabai keriting relatif stabil sejak akhir tahun lalu. Ia mengakui sempat memprediksi akan terjadi kenaikan harga saat momentum Natal dan Tahun Baru (Nataru), namun perkiraan tersebut tidak terbukti.
“Saat akhir tahun kami prediksi harga naik, tapi ternyata dari libur Nataru sampai awal 2026 ini tidak ada perubahan signifikan,” ujarnya. Dina diketahui berdomisili di Kelurahan Pojok.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa meski harga beberapa bahan pokok mengalami kenaikan, perputaran ekonomi di pasar tradisional belum sepenuhnya pulih. Sepinya pembeli di awal tahun menjadi tantangan tersendiri bagi pedagang Pasar Setono Betek untuk menjaga kestabilan pendapatan. [tan/ang]

