Ringkasan Berita:
- Kloter 112 menjadi rombongan terakhir pemberangkatan haji Kabupaten Kediri tahun 2026.
- Jemaah haji tertua se-Indonesia berusia 105 tahun ikut berangkat dari Kediri.
- Bupati Kediri meminta jemaah muda membantu jemaah lanjut usia selama di Tanah Suci.
- Dinas Kesehatan mengingatkan pentingnya menjaga cairan tubuh di cuaca panas Arab Saudi.
Kediri (tahukediri.id) – Suasana haru dan penuh doa mengiringi pelepasan Kloter 112 jemaah haji Kabupaten Kediri di kawasan Simpang Lima Gumul, Rabu, 20 Mei 2026.
Kloter terakhir pemberangkatan haji tahun ini menjadi perhatian karena di dalamnya terdapat jemaah haji tertua se-Indonesia yang berusia 105 tahun.
Jemaah tersebut adalah Marsiah, warga Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, yang tampak bahagia saat bersiap berangkat menuju Tanah Suci.
“Nggih ayem, seneng,” katanya ketika ditemui saat pelepasan jemaah haji di kawasan Simpang Lima Gumul.
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengaku bersyukur seluruh proses pemberangkatan jemaah haji Kabupaten Kediri berjalan lancar hingga kloter terakhir.
“Ya, ini alhamdulillah tadi jemaah tertua usia 105 berangkat di kloter 112. Total jemaah haji Kabupaten Kediri tahun ini ada di 1219 kalau saya tidak salah,” ujarnya.
Kloter 112 sendiri memberangkatkan sebanyak 147 jemaah haji dengan rentang usia yang cukup jauh, mulai dari jemaah termuda berusia 22 tahun hingga jemaah tertua berusia 105 tahun.
Melihat kondisi tersebut, Mas Dhito, sapaan akrab Bupati Kediri, berpesan agar seluruh jemaah saling membantu selama menjalankan ibadah di Arab Saudi, khususnya bagi jemaah yang lebih muda kepada lansia.
“Tadi dalam satu base, ada yang usianya 105 tahun, ada yang usianya 22 tahun. Nah, artinya yang 22 tahun ini membantu yang 105 tahun kalau ada hal-hal yang diperlukan nantinya di saudi,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri Ahmad Khotib mengingatkan pentingnya menjaga kondisi kesehatan selama menjalankan rangkaian ibadah haji.
Ia mengimbau para jemaah untuk menjaga kebersihan diri, mengatur aktivitas agar tidak terlalu lelah, serta memperhatikan asupan cairan mengingat cuaca panas di Tanah Suci.
“Jangan lupa menyediakan waktu untuk istirahat dan yang paling penting adalah asupan makanan, minuman, dan terutama minum. Kondisi karena cuaca panas, minum tidak boleh diabaikan. Minimal 2 jam sekali harus minum, ya. Satu gelas atau kalau lebih bisa dua gelas dan sebagainya. Minimal 2 jam sekali harus minum untuk mencegah berbagai dampak daripada cuaca yang panas di tanah suci,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Kediri berharap seluruh jemaah haji tahun ini dapat menjalankan ibadah dengan lancar, sehat, dan kembali ke tanah air dengan selamat serta memperoleh predikat haji mabrur.
“Saya titip satu lagi, Kabupaten Kediri didoakan supaya tetap menjadi kabupaten yang guyub, rukun, ayem tentrem, gemah ripah loh jinawi,” tandas Mas Dhito. [nik/ang]

