Kediri (tahukediri.id) – Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri terus memperkuat langkah pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak sapi. Hingga 30 Januari 2026, tercatat dari total 156 kasus PMK di Kabupaten Kediri, 91 ekor sapi berhasil mencapai kesembuhan.
Plt Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih melalui Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner DKPP Kabupaten Kediri, Yuni Ismawati, menjelaskan dari 156 kasus PMK di Kabupaten Kediri, yang paling tinggi berada di wilayah Tarokan yakni, 84 ekor. Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor.
“Selain karena faktor musim dimana virus mudah berkembang disaat musim sepertii ini, awal kasus di Tarokan karena ada sapi baru yang dibeli dari blantik, blantik infonya beli dari Nganjuk. Sapi yang dibeli tidak diketahui status vaksinnya, sementara sapi yg lama juga tidak divaksin (peternak tidak mau sapinya divaksin),” terangnya, Selasa (3/2/2026).
Yuni menambahkan, sebagian besar sapi yang sudah ada di kandang juga belum divaksin PMK. Bahkan, saat program vaksinasi digulirkan kembali, masih banyak peternak yang menolak.
“Kalau pun ada yang sudah vaksin vaksinnya masih satu kali dan itu sudah sangat lama. Ketika ada program vaksin lagi peternak banyak menolaknya,” lanjutnya.
Saat ini, DKPP Kediri memprioritaskan pengobatan ternak sakit, peningkatan biosekuriti kandang, serta vaksinasi pada ternak yang masih sehat. Langkah ini dinilai efektif untuk menekan laju penularan dan mempercepat pemulihan.
Terkait adanya sapi mati dan potong paksa, DKPP juga memberikan pendampingan kepada peternak terdampak. “Jika masih punya ternak yang lain, tentunya dibantu dengan pengobatan, pemberian vitamin, desinfectan dan pemberian pemahaman terkait dampak PMK dan pentingnya vaksin,” jelasnya.
Berdasarkan data DKPP, dari total 156 kasus PMK, tercatat 59 ekor sapi masih sakit, 6 ekor mati (termasuk 5 ekor potong paksa), dan 91 ekor sembuh.
Selain tercatat angka PMK paling banyak, Kecamatan Tarokan juga mencatat angka kesembuhan tertinggi dengan 40 ekor sapi sembuh, disusul Ngancar 32 ekor dan Plemahan 9 ekor.
Sebagai upaya pencegahan agar PMK tidak semakin meluas, DKPP Kabupaten Kediri mengimbau peternak dan masyarakat untuk menerapkan langkah-langkah sederhana namun penting, antara lain membatasi lalu lintas orang, barang, dan ternak di kandang yang terkonfirmasi PMK, memastikan ternak baru sudah divaksin dan dikarantina sebelum dicampur, serta segera mengajukan vaksinasi bagi ternak yang sehat kepada petugas setempat.
“Batasi lalulintas orang,barang dan ternak di kandang yg positif PMK. Jika membeli ternak baru pastikan yang sudah vaksin PMK dan pisahkan dulu dengan ternak yg sudah ada di kandang (dikarantina dulu). Ternak sehat segera minta divaksin ke petugas setempat,” tandasnya. [nik/ang]

