Kediri (tahukediri.id) – Bubur Kacang Ijo Umi, kedai bubur kacang hijau dengan inovasi baru yang tak hanya menarik perhatian Gen Z tetapi juga orang dewasa hingga paruh baya khususnya di Kecamatan Pare, yakni dengan memadukan bubur kacang hijau dan ketan hitam dengan berbagai topping seperti Oreo, nangka, durian, hingga es krim di atasnya.
Nadhiatul Khairunnisa, pemilik Bubur Kacang Ijo Umi mengatakan bahwa inovasi jajanan jadul ini bermula pada kegemarannya makan bubur kacang hijau khas buatan sang ibu. Namun semenjak menetap di Pare, ia merasa belum menemukan bubur dengan cita rasa serupa, hingga akhirnya memilih membuat sendiri di rumah.
“Kalau terinspirasi sebenarnya awalnya saya pecinta bubur, bubur kacang hijau. Tapi di Pare ini belum menemukan bubur yang seperti yang dibuat ibu, gitu. Jadi, terus tiap kali pengin harus buat sendiri gitu. Terus terinspirasinya ya karena di sini kebanyakan bubur kayak gitu, ya. Jadi, penginlah buat sendiri, tapi yang beda gitu,” ungkapnya.

Berbekal resep turun-temurun dari Tuban, daerah asalnya, Nadia kemudian berinisiatif menghadirkan bubur kacang hijau dengan konsep berbeda. Ia memadukan bubur tradisional dengan aneka topping kekinian agar lebih menarik bagi generasi muda.
“Karena kalau bubur kan identik dengan orang zaman dahulu gitu ya. Terus kalau gen z itu harus ada yang ada pernak-perniknya gitu, harus ada es krimnya, ada topping-toppingnya gitu kayaknya menarik gitu,” jelasnya.
Total ada enam varian bubur kacang hijau yang ditawarkan, mulai dari original hingga spesial full topping. Untuk selera pelanggan, menurutnya cukup beragam. Anak-anak cenderung memilih varian es krim, remaja dan Gen Z menyukai aneka topping seperti durian dan Oreo, sementara pelanggan lansia lebih memilih varian original. Namun menu yang paling laris adalah bubur kacang hijau dengan topping es krim durian dan es krim nangka.
“Kalau yang anak kecil biasanya es krim, terus yang menengah, remaja sampai Gen Z gitu ya aneka topping, itu hampir rata-rata durian, es krim, itu rata-rata. Kalau yang lansia itu yang ori,” terangnya.
Menurut Nadia, setelah kedainya viral di sosial media khususnya TikTok, penjualannya mengalami lonjakan yang signifikan. Sebelumnya Ia hanya menghabiskan sekitar satu kilogram bubur per hari. Kini Ia bisa menghabiskan sembilan kilogram per hari, terdiri dari tujuh kilogram kacang hijau dan dua kilogram ketan.

“Nah, sekarang setelah viral nih, 9 kilo per harinya. Jadi, ketan 2 kilo yang, kacang ijonya 7 kilo,” katanya.
Soal harga, Bubur Kacang Ijo Umi dibanderol terjangkau, mulai Rp7.000 untuk varian original hingga Rp16.000 untuk varian spesial full topping.
Bubur Kacang Ijo Umi sendiri berlokasi di Jl. Veteran, Pelem, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri atau tepat di sisi barat simpang tiga arah ke Kampung Inggris. Bukanya mulai pukul 13.00 hingga 21.00 WIB atau sehabisnya bergantung tingginya permintaan. [nik/ang]

