Close Menu
tahukediri.idtahukediri.id
    What's Hot

    Kota Kediri Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Wushu Jatim dan Nasional, 1.306 Atlet Ambil Bagian

    16 Oktober 2026 - 20:40

    Diduga Akibat Pembakaran Daduk, Lahan Tebu di Papar Kediri Terbakar, Kerugian Capai Rp150 Juta

    16 Oktober 2026 - 20:36

    Disdagin Kediri Matangkan Penataan 715 Pedagang, Pengundian Lapak Pasar Ngadiluwih Dimulai 27 Oktober

    16 Oktober 2026 - 20:33
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.id
    • Beranda
    • News
    • Travel
      • Wisata
      • Kuliner
      • Seni & Budaya
    • Multimedia
      • Foto
      • Video
    • Tahu Hukum
    • Tentang
    • Arsip
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.idtahukediri.id
    Home»Seni dan Budaya»Jamasan Arca Totok Kerot Kembali Digelar Usai 5 Tahun Vakum, Gunakan Air Tujuh Sumber

    Jamasan Arca Totok Kerot Kembali Digelar Usai 5 Tahun Vakum, Gunakan Air Tujuh Sumber

    Nanik Dwi JayantiNanik Dwi Jayanti Seni dan Budaya 24 Juli 2025 - 20:14
    WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Pinterest Email
    Prosesi jamasan Arca Totok Kerot Kediri. [Nanik Dwi Jayanti/tahukediri.id]
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Kediri (tahukediri.id) – Setelah lima tahun vakum akibat pandemi Covid-19, tradisi jamasan atau pembersihan Arca Totok Kerot kembali dilaksanakan di Dusun Kunir, Desa Bulupasar, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri, pada Kamis, 24 Juli 2025.

    Koordinator Juru Pelihara se-Kabupaten Kediri yang juga bertugas di situs Totok Kerot, Edris, menjelaskan bahwa jamasan kali ini menjadi penutup bulan Suro yang bertepatan dengan Jumat Pon, 25 Juli 2025.

    “Sebenere sempet terputus cuma ini ngulang lagi karena era Covid dulu, cuma acaranya intern sini saja sih, cuma karena didukung dan di support oleh Bidang Janggala dan Dinas Pariwisata jadi di follow up seperti ini,” katanya.

    Banner Promo

    Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri. Kepala Bidang Sejarah dan Purbakala, Eko Priyatno, menegaskan pentingnya jamasan sebagai bagian dari pelestarian warisan budaya yang tidak hanya fisik, tetapi juga nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya.

    Prosesi jamasan Arca Totok Kerot Kediri. [Nanik Dwi Jayanti/tahukediri.id]

    “Momentum ini adalah momentum yang baik untuk mengenalkan ke generasi muda, bahwa selain arca berbentuk patung raksasa Dwarapala gitu ada pesan moral cerita rakyat yang terkandung dalam arca ini,” terangnya.

    Secara arkeologis, Totok Kerot adalah arca Dwarapala laki-laki. Namun dalam cerita rakyat yang berkembang, arca ini dipercaya sebagai seorang putri dari daerah selatan yang dikutuk oleh Sri Aji Joyoboyo karena sikap kurang santun saat hendak melamar sang raja.

    “Secara kebudayaan kita memang menghargai itu semua karena itu menjadi bagian yang penting dalam berbudaya dalam masyarakat,” ujar Eko.

    Proses jamasan dilakukan dengan menyiramkan air dari tujuh sumber mata air yang dianggap keramat, yaitu Tirto Kamandanu, Sumber Menang, Sumber Bendo, Sumber Wonorejo, Sumber Sumberejo, Kendung di Bendo, dan Tengger. Air tersebut dicampur bunga melati sebagai pewangi. Penyiraman dimulai dari kaki kanan arca, mengelilingi tubuh, lalu dilanjutkan dengan pencucian menyeluruh.

    Acara ditutup dengan makan tumpeng bersama setelah sebelumnya dilakukan doa bersama. ***

    Reporter : Nanik Dwi Jayanti

    Jamasan kediri Totok Kerot
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticlePolres Kediri Kota Ungkap Kasus Pengeroyokan Remaja Usai Pencak Dor di Blitar
    Next Article Raih Tiga Penghargaan Sekaligus, Kota Kediri Tunjukkan Komitmen Tinggi dalam Reformasi ASN

    Info Lainnya

    Tak Sekadar Peringatan, Hotel Lotus Garden Kediri Hadirkan Pengalaman Membatik untuk Tamu

    2 Oktober 2026 - 19:05

    Lukis Kisah Panji, Puluhan Pelajar Kediri Asah Kreativitas di Museum Sri Aji Joyoboyo

    28 September 2026 - 07:34

    Dewata Keling Carnival Pertahankan Tradisi di Tengah Maraknya Karnaval Sound System

    7 September 2026 - 12:53

    Pameran Abhirama 2 di Kediri Kenalkan Pesona Barongan dari Masa ke Masa kepada Generasi Muda

    19 Agustus 2026 - 20:10

    Kala Senja Bumi Panjalu 2026, Guru di Kediri Diajak Lestarikan Budaya dan Perkuat Pendidikan Berkualitas

    1 Agustus 2026 - 19:00

    Candi Tegowangi Jadi Panggung Sastra Saraswati Sewana Yatra 2026

    16 Juli 2026 - 20:07
    Leave A Reply Cancel Reply

    Info Menarik!

    Kota Kediri Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Wushu Jatim dan Nasional, 1.306 Atlet Ambil Bagian

    16 Oktober 2026 - 20:40

    Diduga Akibat Pembakaran Daduk, Lahan Tebu di Papar Kediri Terbakar, Kerugian Capai Rp150 Juta

    16 Oktober 2026 - 20:36

    Disdagin Kediri Matangkan Penataan 715 Pedagang, Pengundian Lapak Pasar Ngadiluwih Dimulai 27 Oktober

    16 Oktober 2026 - 20:33

    Buntut Protes Warga, Tambang PT EPAS di Puncu Ditutup Sementara hingga Kajian Independen Keluar

    16 Oktober 2026 - 15:55

    Sasar Dua Kafe Karaoke di Kras, Polres Kediri Temukan Satu Orang Diduga Positif Narkoba

    15 Oktober 2026 - 19:21
    © 2026 TahuKediri.ID | serba tahu soal Kediri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.