Kediri (tahukediri.id) – Pemerintah Kabupaten Kediri memastikan kesiapan menghadapi arus mudik dan libur panjang Idul Fitri 2026. Mulai dari pengamanan wilayah, stabilitas harga bahan pokok, hingga kesiapan destinasi wisata selama masa libur Lebaran, pada Kamis (12/3).
Dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Operasi Semeru 2026 yang digelar di Mapolres Kediri, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengapresiasi langkah kepolisian yang telah menyiapkan sejumlah titik pengamanan untuk mengantisipasi lonjakam aktivitas masyarakat selama periode mudik.
“Tadi sudah rakor dengan Pak Kapolres, dengan Pak Kasdim yang mewakili Pak Dandim. Jadi, Alhamdulillah Polres Kediri luar biasa ya, sudah menyiapkan lima titik pos pantau, satu posyan,” ujarnya.
Lebih lanjut Mas Dhito, sapaan akrabnya menjelaskan lima pos yang telah disiapkan untuk memantau arus lalu lintas sekaligus memberikan pelayanan kepada masyarakat, di antaranya berada di Mengkreng, Ngadiluwih, Pelemahan, Simpang Lima Gumul (SLG), dan Kandangan.
Selain pengamanan, Pemkab Kediri juga akan terus memastikan ketersediaan dan harga bahan pokok penting (bapokting) tetap aman.
Berdasarkan hasil monitoring hingga saat ini, harga sejumlah komoditas disebut masih relatif stabil. Mulai beras, jagung, bawang merah, bawang putih, cabai, minyak goreng, daging sapi, daging ayam, telur ayam, gula pasir hingga kedelai.
“Sampai hari ini alhamdulillah tidak ada komoditas yang inflasinya signifikan dan kita berdoa bersama semoga sampai dengan hari raya tidak ada sesuatu hal yang krusial,” jelasnya.
Pihaknya berharap, stabilitas harga bahan pokok tersebut dapat terus terjaga hingga Hari Raya Idul Fitri agar tidak memicu inflasi yang dapat memberatkan masyarakat.
Selain fokus pada pengamanan mudik, Pemkab Kediri juga mengantisipasi lonjakan kunjungan wisatawan selama masa libur panjang Lebaran. Hal ini menyusul adanya kebijakan work from anywhere bagi ASN yang berpotensi membuat masa libur lebih panjang.
Mas Dhito juga meminta Dinas Kesehatan menyiagakan tim medis di lokasi-lokasi wisata untuk mengantisipasi kondisi darurat, terutama bagi pengunjung yang mengalami kelelahan setelah perjalanan jauh.
“Saya minta tim kesehatan dari Dinkes di-standby-kan. Kita enggak ada yang tahu, mungkin ada yang kelelahan karena perjalanan jarak jauh dan sebagainya. Tolong di-standby-kan di tempat-tempat wisata, tim medis agar bisa membantu kalau ada hal-hal yang tidak diinginkan,” tegasnya.
Sementara itu, Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji menyampaikan bahwa pengamanan Lebaran tahun ini dilakukan melalui Operasi Ketupat Semeru 2026 yang berlangsung mulai 13 hingga 25 Maret 2026.
Dalam operasi tersebut, Polres Kediri menyiapkan 365 personel. Namun jika digabung dengan unsur TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat, total kekuatan personel mencapai 536 orang.
“Kita siap untuk melaksanakan pengamanan di 19 polsek wilayah hukum atau 21 kecamatan yang ada di timur sungai.” jelasnya.
Pihaknya juga mengingatkan masyarakat Kediri untuk menggunakan layanan 110 apabila membutuhkan penanganan darurat. Kapolres juga mengimbau masyarakat yang akan mudik untuk memastikan keamanan rumah sebelum ditinggalkan serta memanfaatkan fasilitas penitipan kendaraan di kantor polisi, baik di Polres maupun Polsek jika diperlukan.
“Silakan jangan sungkan-sungkan untuk menghubungi 110 apabila masyarakat Kediri maupun luar Kediri di mana pun berada saat melaksanakan aktivitas mudik, baik berlebaran maupun berliburan. Karena ini masanya juga nanti masa liburan setelah lebaran untuk bisa menyampaikan, menginformasikan melalui layanan hotline service 24 jam tanpa biaya,” tandasnya.
Apel Operasi Ketupat Semeru 2026 ditutup dengan penghancuran 1097 botol miras yang telah diamankan Polres Kediri. [nik/ang]

