Kediri (tahukediri.id) – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H, sebanyak kurang lebih 1.000 warga di sekitar lingkungan Pare, Kabupaten Kediri menerima zakat fitrah dari Polres Kediri, Kamis (19/3/2026).
Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji menjelaskan, bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan yang dilakukan setiap Ramadan. Zakat fitrah yang disalurkan berasal dari anggota Polres Kediri beserta keluarga, yang dihimpun melalui panitia dari Bag SDM dan Takmir Masjid Al-Aman.
“Kami berikan dalam bentuk beras yang tadi secara simbolis juga kami sampaikan kepada pimpinan maupun pengurus yayasan dan juga kemasan 3 kiloan yang kami berikan langsung kepada mustahik atau yang berhak, masyarakat sekitar Polres Kediri, sekitar lingkungan Pare,” katanya.
AKBP Bramastyo menjelaskan, pembagian dilakukan menggunakan kupon yang telah didistribusikan oleh panitia, sehingga proses penyaluran berjalan tertib dan tepat sasaran.
Selain kegiatan sosial, AKBP Bramastyo juga menyampaikan sejumlah imbauan kepada masyarakat menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri. Ia mengajak warga untuk melaksanakan takbiran secara khusyuk di tempat ibadah seperti masjid, musala, atau lingkungan masing-masing.
“Kalau di jalan dengan sound system yang berlebih, selain juga mungkin dapat mengganggu ketertiban umum, juga mungkin bisa menghambat arus lalu lintas,” terangnya.
Lebih lanjut, masyarakat juga diimbau untuk menjaga keamanan saat meninggalkan rumah, berhati-hati dalam berkendara, serta tidak membawa muatan berlebihan saat bersilaturahmi di hari raya.
Tak luput, Kapolres Kediri dengan tegas juga mengingatkan agar masyarakat tidak menyalakan atau memproduksi petasan, mengingat potensi bahaya yang ditimbulkan. Menurutnya, Hari Raya Idul Fitri sejatinya merupakan momen penuh sukacita yang seharusnya dirayakan dengan aman dan damai. Jangan sampai dihari bersukacita berubah menjadi dukacita.
“Jadi, beberapa tempat juga sudah ada, didapati di wilayah kabupaten lain, menimbulkan korban jiwa karena menyimpan ataupun juga memproduksi, ya. Nah, ini kita sarankan supaya bermain yang lain, masih banyak mainan yang lain sehingga tidak mengancam keselamatan kita, baik luka ringan, luka berat, ataupun perban jiwa,” tegasnya. [nik/ang]

