Close Menu
tahukediri.idtahukediri.id
    What's Hot

    Dari Jantung Pisang ke Pasar Nasional, Kisah Diah Bangkitkan Lagi UMKM-nya Usai Pandemi

    1 September 2026 - 20:04

    Ratusan Penambang Tradisional Kediri Raya Tuntut Tunggakan Pembayaran Proyek Tol

    1 September 2026 - 19:11

    Rotasi Tiga Kapolsek, Polres Kediri Dorong Energi Baru untuk Tingkatkan Pelayanan Masyarakat

    31 Agustus 2026 - 20:22
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.id
    • Beranda
    • News
    • Travel
      • Wisata
      • Kuliner
      • Seni & Budaya
    • Multimedia
      • Foto
      • Video
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Arsip
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.idtahukediri.id
    Home»News»Khofifah Tinjau Operasi Pasar Murah di Kediri, Pastikan Harga Sembako Stabil Jelang Lebaran

    Khofifah Tinjau Operasi Pasar Murah di Kediri, Pastikan Harga Sembako Stabil Jelang Lebaran

    Nanik Dwi JayantiNanik Dwi Jayanti News 2 Maret 2026 - 08:24
    WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Pinterest Email
    Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kunjungi Operasi Pasar Murah di Kediri. [Nanik/tahukediri.id]
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Kediri (tahukediri.id) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kunjungi Operasi Pasar Murah yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Kediri sebagai upaya pengendalian inflasi dan stabilisasi harga kebutuhan pokok menjelang hari raya Idul Fitri, tepatnya di halaman Gedung Serbaguna Kelurahan Pare, Kabupaten Kediri, Minggu (1/3/2026).

    Khofifah mengatakan, program ini merupakan bentuk intervensi komplementer dari Pemprov untuk mendukung program pasar murah yang telah dijalankan pemerintah kabupaten/kota.

    “Jadi, penjangkauan pasar murah ini upaya untuk pengendalian inflasi sekaligus stabilisasi harga,” katanya.

    Sejumlah bahan pokok dijual dengan harga murah di Operasi Pasar tersebut. Di antaranya ayam yang rata-rata Rp42.000 per kilogram, di pasar murah dijual Rp30.000. Telur yang di pasar sekitar Rp30.000, di sini Rp22.000. Gula di pasar Rp17.000 dijual Rp14.000, Minyak Kita rata-rata Rp16.800 dijual kita jual Rp13.000.

    Sementara untuk komoditas cabai rawit yang di pasaran mencapai Rp80.000 hingga Rp85.000 per kilogram, di pasar murah dijual Rp40.000 per kilogram (penjualan per ons).

    Menurut Khofifah, pasar murah ini bukan untuk menjadi pesaing pasar tradisional. Karena itu, lokasi pelaksanaan diupayakan tidak berdekatan dengan pasar tradisional dan lebih difokuskan di tengah permukiman warga.

    “Diharapkan pasar-pasar murah seperti ini betul-betul tempatnya itu di tengah-tengah permukiman masyarakat, sehingga kemampuan penjangkauan terhadap pemenuhan kebutuhan logistik relatif bisa kita lakukan substitusinya,” terangnya.

    Pada kesempatan itu, wanita nomor satu di Provinsi Jawa Timur tersebut juga menyampaikan bahwa menjelang Lebaran, Pemprov Jatim bersama Bank Indonesia juga meluncurkan Mobil EPIC (Etalase Pengendalian Inflasi Kabupaten/Kota). Mobil tersebut membawa sembako seperti beras, gula, dan Minyak Kita untuk didistribusikan secara keliling ke berbagai daerah.

    Khofifah menjelaskan, pengendalian inflasi ditentukan oleh empat faktor utama, yakni ketersediaan stok, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif antar daerah.

    “Kalau daging ayam mungkin Kediri sangat stabil. Tapi, mungkin ada daerah-daerah lain, harga daging ayam relatif mengalami pelonjakan. Nah, itulah pentingnya komunikasi efektif dan itu di dalam koridor KAD, kerjasama antar daerah,” jelasnya.

    Operasi Pasar Murah yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Kediri diserbut masyarakat. [Nanik/tahukediri.id]

    Khofifah menambahkan, selama Ramadan ini, pihaknya memastikan stok sembako di Jawa Timur dalam kondisi sangat aman.

    Sementara itu, Wakil Kepala Bulog Kediri, Hestiana Peni Utami, juga menyebut stok beras di Kediri selama Ramadan dalam kondisi aman, bahkan diklaim surplus untuk dua tahun ke depan.

    “Insyaallah aman. Untuk 2 tahun ke depan, Insyaallah juga masih oke. Surplus,” katanya.

    Dalam kegiatan tersebut pihaknya membawa 5 ton beras, 30 karton minyak goreng, dan 500 kilogram beras premium dengan harga yang juga dibawah harga pasaran. Untuk beras SPHP dijual Rp55.000, biasanya di pasar Rp57.000 sampai Rp60.000. Sementara beras premium yang biasanya di pasaran kisaran Rp74.500, di pasar murah dijual di harga Rp70.000.

    Hesti menambahkan, operasi pasar dan Gerakan Pangan Murah (GPM) rutin digelar setiap minggu dengan lokasi berpindah-pindah bekerja sama dengan pemerintah daerah.

    “Alhamdulillah luar biasa, ramainya seperti yang Bapak, Ibu lihat. Jadi, antusiasme masyarakat ini dan waktunya memang timing-nya tepat ya. Jadi, kebutuhan menjelang hari raya, juga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari Ramadan,” tambahnya.

    Terlihat ratusan warga rela antri menunggu giliran untuk membeli kebutuhan sehari-hari. Salah satunya adalah Siti Sundari (63), warga Pare ini mengaku senang dengan adanya pasar murah tersebut. Ia mendapatkan beras SPHP dari pembagian sembako gratis bagi lansia oleh Gubernur Jatim Khofifah, sementara keluarganya juga memperoleh telur untuk balita.

    “Ya, membantu, lebih murah kan. Kalau di pasar Rp36 ribu ayamnya, gulanya Rp17.000. Ya, membantu sedikit untuk persiapan nanti lebaran,” terangnya.

    Ia menilai program ini cukup membantu kebutuhan keluarga, terutama bagi lansia, balita, dan ibu hamil yang mendapat prioritas layanan.

    “Senang, bisa membantu selama 1 minggu,” imbuhnya.

    Dengan sinergi antara Pemprov Jatim, pemerintah kabupaten/kota, Bulog, dan Bank Indonesia, diharapkan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di wilayah Kediri dan sekitarnya tetap terjaga hingga Idul Fitri.

    “Jadi, penjangkauan pasar murah ini upaya untuk pengendalian inflasi sekaligus stabilisasi harga,” tandas Khofifah. [nik/ang]

    Berita Kediri Gubernur Khofifah Operasi Pasar OPM Kediri Ramadan
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleSemarak Ramadan 1447 H, Polsek Pare Kediri Bagi-Bagi Takjil dan Sampaikan Pesan Kamtibmas
    Next Article Mbak Wali Antar Langsung Bansos ATENSI ke Rumah Penerima

    Info Lainnya

    Dari Jantung Pisang ke Pasar Nasional, Kisah Diah Bangkitkan Lagi UMKM-nya Usai Pandemi

    1 September 2026 - 20:04

    Ratusan Penambang Tradisional Kediri Raya Tuntut Tunggakan Pembayaran Proyek Tol

    1 September 2026 - 19:11

    Rotasi Tiga Kapolsek, Polres Kediri Dorong Energi Baru untuk Tingkatkan Pelayanan Masyarakat

    31 Agustus 2026 - 20:22

    Wali Kota Kediri Turun Tangan Dampingi Korban Kekerasan Seksual, Minta Polisi Tegas

    31 Agustus 2026 - 20:18

    7 Atlet, 10 Medali! Ju-Jitsu Kabupaten Kediri Ukir Prestasi di Piala Gubernur Jatim 2026

    31 Agustus 2026 - 13:56

    Waspada Penipuan Investasi Bodong, BRI Nganjuk Ingatkan Warga Jangan Tergiur Imbal Hasil Tinggi Tak Wajar

    31 Agustus 2026 - 13:45
    Leave A Reply Cancel Reply

    Info Menarik!

    Dari Jantung Pisang ke Pasar Nasional, Kisah Diah Bangkitkan Lagi UMKM-nya Usai Pandemi

    1 September 2026 - 20:04

    Ratusan Penambang Tradisional Kediri Raya Tuntut Tunggakan Pembayaran Proyek Tol

    1 September 2026 - 19:11

    Rotasi Tiga Kapolsek, Polres Kediri Dorong Energi Baru untuk Tingkatkan Pelayanan Masyarakat

    31 Agustus 2026 - 20:22

    Wali Kota Kediri Turun Tangan Dampingi Korban Kekerasan Seksual, Minta Polisi Tegas

    31 Agustus 2026 - 20:18

    7 Atlet, 10 Medali! Ju-Jitsu Kabupaten Kediri Ukir Prestasi di Piala Gubernur Jatim 2026

    31 Agustus 2026 - 13:56
    © 2026 TahuKediri.ID | serba tahu soal Kediri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.