Close Menu
tahukediri.idtahukediri.id
    What's Hot

    319 Atlet Ikuti Kejuaraan Pencak Silat Piala Bupati Kediri 2026

    18 Juli 2026 - 18:54

    Universitas Kadiri Lepas 770 Wisudawan, Targetkan Rintisan Program S3 dan Perluas Jaringan Global

    18 Juli 2026 - 18:49

    Apel Akbar Pramuka di Kediri Libatkan 10 Ribu Peserta, Dorong Generasi Muda Cinta Pertanian

    18 Juli 2026 - 08:50
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.id
    • Beranda
    • News
    • Travel
      • Wisata
      • Kuliner
      • Seni & Budaya
    • Multimedia
      • Foto
      • Video
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Arsip
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.idtahukediri.id
    Home»Seni dan Budaya»Kisah Boncolono: Maling Sakti Pemilik Ajian Rawa Rontek, Dibunuh Suruhan Belanda

    Kisah Boncolono: Maling Sakti Pemilik Ajian Rawa Rontek, Dibunuh Suruhan Belanda

    Mohamad EdyMohamad Edy Seni dan Budaya 24 Maret 2025 - 12:54
    WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Pinterest Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Kediri (tahukediri.id) – Puncak Bukit Maskumambang, di Kelurahan Pojok, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri menyimpan kisah legenda sang maling sakti, Boncolono. Sebuah makam di tempat paling tinggi di Kota Tahu itu diyakini masyarakat sebagai bagian dari makam Ki Ageng Gentiri di Ringin Sirah, Jalan Joyoboyo yang sengaja dipisah karena ilmu atau ajian rawa rontek yang dimilikinya.

    Boncolono disebut sebagai Robin Hood Tanah Jawa, karena aksi heroiknya merampas harta benda milik Belanda dan orang-orang terkait untuk dibagikan kepada warga miskin yang berada di barat Sungai Brantas, sebagai lokasi pemerintahan Belanda kala itu.

    Aksi itu pun menjadi cerita turun-temurun yang diyakini masyarakat Kota Kediri hingga saat ini. Boncolono bahkan disebut sebagai pahlawan.

    Sejarawan dan Budayawan Kediri, Imam Mubarok mengatakan, kisah Boncolono diyakininya terjadi di sekitar abad ke-18 pascaperang Jawa.

    “Kalau setting kejadian kala itu, maka ini tidak jauh di abad 18. Karena kolonial di kala itu, mulai pendudukan dan punya semacam presiden di abad ke 18, pascaperang Jawa,” ungkap Imam.

    Menurut Imam, Boncolono memiliki ilmu rawa rontek atau pancasona. Selain kebal, dia akan kembali hidup ketika jasadnya menyentuh tanah. Beberapa kali Belanda sebenarnya berhasil menangkap Boncolono, tapi upayanya menghabisi sang maling sakti itu kandas.

    Belanda kemudian menggunakan orang-orang pribumi untuk mencari kelemahan Boncolono. Orang-orang suruhan Belanda ini yang kemudian membocorkan kelemahan ilmu Boncolono sekaligus membunuhnya.

    “Sebenarnya bukan orang-orang Belanda (yang bunuh), tapi yang melakukan orang-orang kita yang memang istilahnya dibayar oleh pihak Belanda untuk mencari kelemahannya,” tambah Imam.

    Setelah berhasil dibunuh, jasad Boncolono kemudian dimakamkan terpisah. Kepalanya ada di Ringin Sirah, tepatnya di belakang pusat perbelanjaan Kediri Mall. Di lahan kosong milik swasta, di bawah pohon beringin besar.

    Sedangkan tubuhnya ada di Bukit Maskumambang, dimakamkan bersama Tumenggung Mojoroto dan Poncolono. Konon mereka merupakan saudara seperguruan.

    Bukit Maskumambang merupakan puncak tertinggi di Kota Kediri. Untuk menuju ke astana ini, pengunjung harus menaiki sekitar 473 tangga dengan ketinggian yang cukup menantang. Lokasinya tak jauh dari kawasan Gua Selomangleng dan situs-situs Klotok.

    Boncolono Legenda Kediri
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleSayembara Desain Pakaian Khas Kota Kediri Berhadiah Rp 15 Juta, Ini Cara Daftarnya!
    Next Article Sosialisasi Program MBG di Kediri, DPR RI dan BGN Ajak Masyarakat Jadi Mitra

    Info Lainnya

    Candi Tegowangi Jadi Panggung Sastra Saraswati Sewana Yatra 2026

    16 Juli 2026 - 20:07

    Kirab Agung Budaya Dorok Tutup Rangkaian Bulan Suro, Toleransi Jadi Pesan Utama

    12 Juli 2026 - 17:45

    Ratusan Warga Semarakkan Tradisi Unduh-Unduh GKJW Sidorejo, Lelang Hasil Panen Jadi Daya Tarik

    12 Juli 2026 - 17:30

    Wisatawan Jepang Ikut Jamasan Arca Totok Kerot Kediri, Tertarik Pelestarian Budaya dan Sejarah Lokal

    9 Juli 2026 - 19:41

    Ribuan Warga Meriahkan Larung Sesaji Gunung Kelud 2026, Tradisi Leluhur Kian Diminati Generasi Muda

    28 Juni 2026 - 16:04

    Keliling Desa 3 Kilometer, Warga Kandangan Lestarikan Tradisi Mendhem Golekan Bulan Suro

    19 Juni 2026 - 15:52
    Leave A Reply Cancel Reply

    Info Menarik!

    319 Atlet Ikuti Kejuaraan Pencak Silat Piala Bupati Kediri 2026

    18 Juli 2026 - 18:54

    Universitas Kadiri Lepas 770 Wisudawan, Targetkan Rintisan Program S3 dan Perluas Jaringan Global

    18 Juli 2026 - 18:49

    Apel Akbar Pramuka di Kediri Libatkan 10 Ribu Peserta, Dorong Generasi Muda Cinta Pertanian

    18 Juli 2026 - 08:50

    Rumah di Purwoasri Kediri Terbakar Saat Pemilik Terlelap, Kerugian Capai Rp250 Juta

    18 Juli 2026 - 08:06

    Tak Sekadar Lulus, Mas Bup Ingatkan Peserta PBK 2026 Harus Mampu Berkarya di Dunia Kerja

    17 Juli 2026 - 22:38
    © 2026 TahuKediri.ID | serba tahu soal Kediri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.